Plantation House, Pulau Saint Helena — Dua ekor kura-kura raksasa bernama Jonathan dan David menghabiskan hari-hari mereka di halaman Plantation House, Pulau Saint Helena, Samudra Atlantik Selatan, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kedua hewan itu diperkirakan telah berusia sekitar 194 tahun, sehingga menjadikannya kandidat kuat sebagai hewan darat tertua yang masih hidup saat ini dan menarik perhatian komunitas ilmuwan lintas negara.
Usia kedua kura-kura tersebut jauh melampaui rata-rata usia kura-kura sejenis pada umumnya. Keadaan fisik mereka kini terbilang renta: penglihatan hampir tidak berfungsi akibat katarak yang menyerang kedua mata. Namun demikian, nafsu makan mereka tercatat tetap tinggi, sebuah kondisi yang menurut perawat di lokasi menunjukkan bahwa organ dalam hewan tersebut masih berfungsi dengan baik meski tubuh telah menua.
Menyusuri Jejak Peristiwa Besar Dunia
Umur panjang Jonathan dan David menempatkan mereka pada posisi yang jarang dimiliki makhluk hidup mana pun. Selama hampir dua abad eksistensi, kedua kura-kura itu disebut telah melewati sejumlah peristiwa besar yang membentuk sejarah peradaban manusia, termasuk rangkaian konflik berskala global yang dikenal sebagai Perang Dunia Pertama dan Perang Dunia Kedua.
Periode kelahiran mereka diperkirakan berada pada paruh pertama abad ke-19, ketika Pulau Saint Helena masih memegang peranan strategis sebagai pos persinggahan di tengah Samudra Atlantik Selatan. Dalam rentang waktu tersebut, tatanan politik dunia telah berubah berkali-kali, sementara Jonathan dan David tetap berada di lokasi yang sama, merayap pelan di atas tanah vulkanik pulau tersebut.
Pencatatan usia mereka didasarkan pada dokumentasi catatan kepemilikan dan pengamatan bertahun-tahun oleh penjaga lokasi. Meskipun metode penentuan umur kura-kura kerap memicu perdebatan di kalangan ahli biologi, perkiraan usia yang beredar untuk kedua hewan tersebut konsisten menempatkan mereka pada kisaran hampir dua abad.
Genom dan Epigenom Jadi Fokus Kajian
Di balik usia yang luar biasa tersebut, para ilmuwan kini mengarahkan perhatian pada aspek biologis yang lebih mendalam. Tim peneliti mempelajari genom dan epigenom Jonathan serta David untuk menelusuri alasan di balik ketahanan hidup mereka yang tidak lazim.
Genom merujuk pada keseluruhan materi genetik yang tertanam dalam sel organisme, sementara epigenom mengacu pada lapisan pengaturan eksternal yang menentukan apakah suatu gen aktif atau tidak, tanpa mengubah urutan dasar DNA. Kajian terhadap kedua komponen tersebut diyakini dapat memberi petunjuk mengenai mekanisme penuaan, perbaikan sel, serta ketahanan terhadap penyakit yang selama ini belum sepenuhnya dipahami.
Fokus kajian bukan hanya pada sel dan jaringan, melainkan juga pada bagaimana lingkungan sepanjang hidup kedua hewan tersebut memengaruhi ekspresi gen. Dengan rentang usia yang hampir mencapai 200 tahun, Jonathan dan David dianggap menyimpan data biologis berharga yang sulit ditemukan pada spesies lain.
Rekor Dunia dan Makna bagi Warga Pulau
Kontribusi Jonathan dan David tidak terbatas pada ranah ilmu pengetahuan. Kedua kura-kura itu telah mencatat sejumlah rekor dunia terkait usia dan kini dikenal luas sebagai simbol ketahanan serta umur panjang bagi masyarakat Pulau Saint Helena. Kehadiran mereka di halaman Plantation House menjadikan lokasi tersebut salah satu titik yang kerap dikunjungi, sekaligus mengingatkan warga akan sejarah panjang pulau tempat tinggal mereka.
Plantation House sendiri merupakan kediaman resmi pejabat tinggi di Pulau Saint Helena, sehingga kedua kura-kura hidup dalam pengawasan yang berkelanjutan. Perawatan yang diberikan mencakup pemantauan pakan, kondisi fisik, serta kenyamanan tempat tinggal, mengingat usia mereka yang telah melampaui batas normal bagi kura-kura darat.
Kondisi katarak yang dialami kedua hewan tidak menghalangi pola makan mereka. Nafsu makan yang tetap tinggi menjadi indikator yang dipantau oleh penjaga sebagai penanda kesehatan umum. Bagi warga setempat, keberadaan Jonathan dan David bukan sekadar atraksi, melainkan bagian dari warisan hidup pulau yang telah bertahan melintasi generasi.
Perhatian ilmuwan terhadap kedua kura-kura raksasa ini diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, seiring upaya memahami dasar biologis dari umur panjang yang mereka miliki. Dengan usia yang telah menembus hampir 200 tahun, Jonathan dan David tetap menjadi objek pengamatan yang menarik sekaligus pengingat bahwa sebagian makhluk hidup mampu menyaksikan perubahan dunia dari satu titik yang tidak berubah. Sekaligus, keberadaan mereka mempertegas posisi Pulau Saint Helena dalam catatan sejarah alam dunia. Rekor yang mereka pegang kini menjadi rujukan utama dalam berbagai kajian tentang batas usia hewan darat, dan menjadi warisan yang dijaga dengan saksama oleh pihak berwenang di pulau tersebut.
Comments (0)