Perjalanan kereta rel listrik Commuter Line Green Line pada Kamis (8/10) pagi mengalami keterlambatan hingga 30 menit setelah gangguan persinyalan terjadi di Stasiun Tigaraksa, Banten. Gangguan terdeteksi sekitar pukul 05.45 WIB dan baru tertangani sejam kemudian, tepatnya pukul 06.09 WIB, sehingga laju kereta di lintas Rangkasbitung tersebut sempat tertahan sebelum akhirnya kembali beroperasi dengan kecepatan normal.
KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa yang terdampak. VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan bahwa insiden tersebut tergolong gangguan operasional prasarana dan telah ditangani langsung oleh petugas di lapangan.
KAI Commuter memohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Green Line pada Kamis pagi, 8 Oktober, akibat gangguan operasional prasarana berupa persinyalan di Stasiun Tigaraksa yang muncul pukul 05.45 WIB, ujar Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter.
Kronologi Gangguan Persinyalan
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan Kamis (8/10), gangguan persinyalan di Stasiun Tigaraksa mulai terjadi pada pukul 05.45 WIB, ketika arus perjalanan kereta di lintas Green Line sedang memasuki jam sibuk pagi. Persinyalan merupakan sistem pengatur pergerakan kereta yang menentukan jalur aman bagi setiap perjalanan, sehingga gangguan pada komponen ini langsung berdampak pada kecepatan laju kereta.
Petugas di lapangan segera melakukan penanganan terhadap peralatan yang bermasalah. Upaya perbaikan memakan waktu sekitar 24 menit dan dinyatakan selesai pada pukul 06.09 WIB. Setelah penanganan rampung, perjalanan Commuter Line di lokasi kejadian kembali dapat dilalui dengan kecepatan normal.
Penanganan gangguan dinyatakan tuntas pukul 06.09 WIB, sehingga perjalanan Commuter Line di kawasan tersebut berangsur pulih dan laju kereta kembali berjalan normal, kata Karina Amanda.
Dampak dari gangguan tersebut berupa kelambatan perjalanan sekitar 30 menit pada seluruh rangkaian Commuter Line Green Line yang melintas di lintas Rangkasbitung pada pagi hari. Kelambatan itu meluas ke jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta di sejumlah stasiun sepanjang koridor, sebab satu rangkaian yang tertahan memaksa penyesuaian jadwal pada rangkaian berikutnya.
Dampak terhadap Perjalanan Pagi Hari
Lintas Green Line yang menghubungkan Stasiun Manggarai dengan Rangkasbitung merupakan salah satu koridor padat pada jam kerja, karena mengangkut komuter dari kawasan penyangga di Tangerang menuju pusat kota. Keterlambatan 30 menit pada pukul 05.45 hingga 06.09 WIB terjadi tepat saat arus mobilitas pagi mulai meningkat, sehingga sebagian pengguna harus menyesuaikan jadwal perjalanan mereka.
KAI Commuter menyebut bahwa seluruh perjalanan di lintas Green Line telah kembali berjalan normal setelah penanganan gangguan selesai dilakukan. Meski demikian, rangkaian kereta yang berangkat setelah gangguan tetap berpotensi mengalami penyesuaian jadwal selama pergantian rangkaian tersusun kembali di stasiun-stasiun besar.
Sebagai langkah antisipasi, KAI Commuter mengimbau pengguna jasa untuk memperhatikan arahan petugas selama berada di area stasiun maupun di dalam kereta. Setiap perubahan jadwal maupun penyesuaian jalur perjalanan disampaikan melalui kanal informasi resmi dan pengumuman di stasiun.
Kami mengimbau pengguna untuk senantiasa mengikuti arahan serta informasi petugas di stasiun maupun di atas kereta api, ujar Karina Amanda.
Imbauan kepada Pengguna Jasa
KAI Commuter secara berkala mengingatkan masyarakat agar memantau informasi perjalanan terbaru sebelum berangkat, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore. Pengguna diimbau memanfaatkan kanal informasi resmi KAI Commuter untuk memperoleh pembaruan terkait kondisi operasional, termasuk kemungkinan keterlambatan maupun perubahan jadwal perjalanan.
Bagi pengguna yang mengalami perubahan rencana perjalanan akibat kelambatan, petugas di stasiun siap memberikan panduan mengenai alternatif perjalanan, termasuk pemanfaatan layanan Commuter Line lain yang melintasi koridor sekitar. Pihak KAI Commuter menegaskan bahwa keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan gangguan operasional.
Gangguan persinyalan di Stasiun Tigaraksa ini menambah daftar tantangan operasional yang dihadapi layanan commuter di Jabodetabek dan Banten, mengingat tingginya volume perjalanan setiap hari kerja. Sejauh ini, KAI Commuter memastikan seluruh rangkaian telah kembali beroperasi normal dan tidak ada gangguan lanjutan yang tercatat setelah penanganan pagi itu selesai.
Comments (0)