Persiapan konser band metal asal Amerika Serikat, Avenged Sevenfold, di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, telah mencapai 70 persen menjelang hari pelaksanaan pada 10 Oktober mendatang. Tim produksi memperlihatkan langsung kondisi panggung utama dan seluruh rangkaian persiapan teknis kepada media pada Rabu (7/10) di kawasan stadion berkapasitas puluhan ribu penonton tersebut.
Promotor Ravel Entertainment memimpin seluruh proses persiapan teknis, mulai dari konstruksi struktur panggung, penataan visual, hingga penataan sistem tata suara. Production Manager Konser Avenged Sevenfold Jakarta, Ryan, menyatakan seluruh pekerjaan dikejar agar selesai sebelum jadwal pertunjukan dimulai.
"Konstruksi panggung utama memiliki dimensi total 56 meter kali 32 meter, semuanya dikerjakan dengan skala yang masif," kata Ryan.
Skala pembangunan yang besar tersebut disebut Ryan bukan tanpa alasan. Ukuran panggung dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan pertunjukan bertaraf internasional sekaligus menjawab permasalahan kualitas suara yang selama ini kerap dikeluhkan penonton di stadion-stadion beratap tertutup.
Struktur Panggung dan Tata Visual
Rangkaian konstruksi panggung tidak berhenti pada platform utama. Tata panggung dilengkapi landasan catwalk yang menjorok jauh ke arah area penonton kategori festival, memungkinkan vokalis mendekati penonton selama pertunjukan berlangsung.
"Yang kedua, runway, catwalk, atau enggak kita bilangnya lidah panggung, gede banget lho. Maju dari stage 12 meter," sambung Ryan.
Selain struktur panggung, sektor visual dan penataan posisi instrumen musik juga disiapkan dengan ukuran luar biasa. Ryan merinci bahwa drum riser dibangun setinggi 3 meter dengan bentang selebar 20 meter, memberikan visibilitas optimal bagi penonton di seluruh sudut stadion.
Sebagai latar belakang panggung, tim produksi memasang layar LED raksasa berukuran 11 kali 20 meter. Layar tersebut berfungsi menampilkan visual pertunjukan kepada penonton yang berada di jarak jauh dari panggung utama.
Ryan menjelaskan seluruh desain tata panggung dan visual telah melalui koordinasi dengan tim produksi resmi Avenged Sevenfold, memastikan kebutuhan panggung band sesuai dengan standar tur internasional.
Daya Listrik untuk Sistem Audio
Ryan menegaskan seluruh sistem audio telah melalui perhitungan matang bersama tim teknis resmi Avenged Sevenfold dan manajemen pengeras suara internasional. Perhitungan tersebut mencakup penyebaran suara ke seluruh area stadion, termasuk tribun tingkat atas.
"Semuanya kami udah kalkulasi dan udah consult juga dari timnya Avenged Sevenfold dan juga tim dari speaker management-nya. Menurut mereka ini bakal ter-cover ke seluruh area," tegas Ryan.
Untuk menjamin dentuman suara merata ke seluruh penjuru stadion, daya yang dialokasikan khusus untuk sistem audio mencapai angka fantastis, yakni 1,1 juta watt. Angka tersebut jauh melampaui konsumsi listrik rumah tangga pada umumnya.
"Kalau mau tahu spill-spill aja, watt buat audio aja 1,1 kilowatt (1,1 juta watt). Standar rumah cuma 2.200 (watt). Gading Serpong, BSD, mana pun, listriknya hiduplah buat konser 3 jam," kelakar Ryan.
Pembagian daya tersebut hanya dialokasikan untuk sistem tata suara, belum termasuk kebutuhan listrik panggung, pencahayaan, visual, dan kebutuhan teknis lainnya selama pertunjukan berlangsung.
Mengatasi Tantangan Akustik Stadion
Kualitas suara di stadion tertutup menjadi tantangan utama yang dihadapi tim produksi. Dinding dan langit-langit stadion kerap memantulkan suara, sehingga menghasilkan gema yang mengganggu kenyamanan penonton. Untuk mengatasinya, tim menghitung penempatan pengeras suara secara detail.
Ryan menyatakan perhitungan dilakukan berdasarkan simulasi sebaran suara, memastikan tidak ada area buta yang tidak terjangkau dentuman musik. Koordinasi dengan tim manajemen pengeras suara internasional menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Persiapan lain yang terus berjalan mencakup penataan area penonton, sistem keamanan, jalur evakuasi, serta fasilitas pendukung lainnya. Promotor menargetkan seluruh pekerjaan fisik selesai beberapa hari sebelum konser untuk memberikan ruang uji coba teknis.
Konser Avenged Sevenfold di Jakarta menjadi salah satu rangkaian tur internasional band tersebut. Penonton di Jakarta menjadi salah satu destinasi yang masuk dalam jadwal pertunjukan band yang berdiri sejak 1999 itu.
Dengan kemajuan persiapan yang telah mencapai 70 persen, tim produksi optimistis seluruh kebutuhan teknis dapat diselesaikan tepat waktu. Perhatian publik kini tertuju pada pelaksanaan konser pada 10 Oktober mendatang di Jakarta International Stadium.
Comments (0)