Oct 08, 2026
Politik

Messi Tutup Karier Timnas Argentina dengan Kemenangan Gemilang

Lionel Messi menjalani pertandingan terakhirnya sebagai pemain tim nasional Argentina ketika skuad berjuluk Tango menang telak 3-0 atas Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pekan ini. Pertanding...

Messi Tutup Karier Timnas Argentina dengan Kemenangan Gemilang

Lionel Messi menjalani pertandingan terakhirnya sebagai pemain tim nasional Argentina ketika skuad berjuluk Tango menang telak 3-0 atas Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pekan ini. Pertandingan perpisahan tersebut dihadiri sekitar 85 ribu penonton yang memenuhi seluruh tribun untuk memberikan penghormatan terakhir kepada kapten sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas negara Amerika Selatan itu. Sebelum dimulainya laga, suasana stadion telah dipenuhi lagu-lagu penyambutan, pertunjukan musik, serta atribut berupa topeng berwajah sang kapten yang dikenakan para suporter.

Messi menutup karier internasionalnya dengan torehan 208 penampilan bersama Argentina, jumlah yang menempatkannya sebagai pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah federasi sepak bola negara tersebut. Sejak kemunculannya lebih dari dua dekade lalu, pemain kelahiran Rosario itu telah menjelma menjadi sosok sentral yang menentukan arah permainan tim, mulai dari turnamen pemuda hingga panggung tertinggi sepak bola internasional.

Awal Perjalanan dari Rekaman Video

Semua bermula pada tahun 2004, ketika Jorge Messi, ayah sang pemain, mengirimkan rekaman video berisi penampilan anaknya kepada federasi sepak bola Argentina. Claudio Vivas, yang menjabat sebagai asisten pelatih timnas pada masa itu, langsung terkesan setelah menyaksikan footage tersebut dan segera meneruskannya kepada pelatih kepala Marcelo Bielsa.

Ini sangat mengesankan.

Perkataan Marcelo Bielsa itulah yang terlontar pertama kali ketika ia menyaksikan gerak-gerik pemuda berusia belasan tahun dalam video. Pelatih berkebangsaan Argentina itu sempat menduga rekaman telah dipercepat, mengingat kecepatan dan kelincahan luar biasa yang ditampilkan Messi di atas lapangan. Setelah dipastikan bahwa kecepatan dalam video merupakan kemampuan asli sang pemain, federasi sepak bola setempat bergerak cepat untuk mengamankan jasanya ke dalam skuad muda Argentina.

Langkah tersebut menjadi titik awal perjalanan panjang yang pada akhirnya membawa Messi menjadi salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki sepak bola dunia. Dari tim junior hingga tim senior, ia konsisten menjadi pilihan utama di setiap sektor lini serang, menunjukkan adaptasi yang luar biasa terhadap berbagai gaya permainan yang diterapkan sejumlah pelatih.

Jalannya Laga Perpisahan

Pertandingan kontra Benin berjalan dengan penguasaan bola mutlak oleh Argentina sejak peluit awal ditiupkan. Pelatih Lionel Scaloni menurunkan formasi menyerang penuh, dan tim tuan rumah langsung menggempur lini belakang lawan melalui sisi sayap. Keunggulan pertama lahir dari sepak pojok yang dieksekusi Messi menggunakan kaki kiri, bola melayang ke kotak penalti dan disambut tendangan voli indah oleh bek veteran Nicolas Otamendi.

Argentina terus menambah tekanan pada babak kedua. Kerja sama apik antara Messi dan pemain muda Nico Paz di sisi kanan lapangan menghasilkan gol kedua. Gelandang yang membela klub Como itu melepaskan tembakan melengkung yang langsung merobek pojok gawang, sekaligus menandai perpindahan estafet dari generasi senior menuju generasi baru tim Tango.

Messi sendiri menyempurnakan malam perpisahan tersebut dengan eksekusi penalti yang dieksekusi menuju sudut kiri atas gawang, tanpa dapat dijangkau kiper lawan. Puluhan ribu penonton serentak mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponsel masing-masing, sementara nyanyian terus bergema hingga pertandingan berakhir.

Warisan yang Ditinggalkan

Selama dua dekade berkostum Argentina, Messi membawa pulang trofi-trofi bergengsi yang lama dinantikan negara itu, termasuk gelar Piala Dunia dan Copa América. Kiprahnya bersama timnas selalu identik dengan kemampuan membaca ruang, umpan penetrasi, serta ketenangan mengambil keputusan di bawah tekanan pertandingan besar.

Kehadiran pemain-pemain muda seperti Nico Paz dalam laga perpisahan ini memberikan sinyal bahwa proses regenerasi skuad sedang berjalan. Scaloni tampaknya akan mengandalkan nama-nama baru untuk melanjutkan tradisi kejayaan Argentina di kancah internasional.

Dengan berakhirnya karier Messi di timnas, satu babak penting dalam sejarah sepak bola Argentina resmi ditutup. Namun rekam jejak yang telah dibukukan, mulai dari rekaman video sederhana tahun 2004 hingga malam perpisahan di Stadion Monumental, akan terus dikenang sebagai warisan yang sulit ditandingi generasi berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User