Oct 08, 2026
Politik

Prabowo Minta TNI-Polri Jaga Kepercayaan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menggelar taklimat terhadap 800 perwira tinggi TNI dan Polri dari berbagai penjuru Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026). Dalam pengarahannya, K...

Prabowo Minta TNI-Polri Jaga Kepercayaan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menggelar taklimat terhadap 800 perwira tinggi TNI dan Polri dari berbagai penjuru Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026). Dalam pengarahannya, Kepala Negara menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan rakyat, memperkuat kekompakan antarinstansi, serta menekan ego sektoral sebagai prinsip kerja bersama. Taklimat tersebut disampaikan menjelang dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Sekretaris Kabinet, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Taklimat sebagai Penyamaan Persepsi

Acara dibuka dengan pembacaan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan laporan resmi dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Dari keterangan yang disampaikan jajaran Menko Polkam dan Sekretaris Kabinet, Prabowo memilih mengundang para perwira tinggi secara langsung agar mereka memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi yang tengah dihadapi bangsa dan negara saat ini.

"Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara," ujar Prabowo dalam keterangan resmi yang diterbitkan BPMI Setpres.

Dalam arahannya, Prabowo menyampaikan sejumlah penekanan yang dinilai krusial bagi keberlangsungan keamanan nasional. Pertama, TNI-Polri diminta menempatkan kepercayaan rakyat sebagai ukuran utama keberhasilan institusi. Kedua, kedua lembaga diminta memperkuat koordinasi dan kebersamaan sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan di lapangan. Ketiga, proses rekrutmen dan promosi personel diarahkan untuk mengutamakan kemampuan intelektual dan kompetensi, bukan sekadar kedekatan personal.

Prinsip penghindaran ego sektoral menjadi sorotan utama dalam taklimat tersebut. Presiden menegaskan bahwa setiap keputusan kebijakan harus diambil dengan mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan institusional masing-masing. Pendekatan ini sejalan dengan pesan yang kerap disampaikan Kepala Negara bahwa soliditas adalah syarat mutlak dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin beragam.

Arahan Jadi Pedoman Kesiapan TNI

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa taklimat ini menjadi momentum strategis untuk menyamakan visi dan memperkokoh soliditas di internal jajaran TNI. Menurutnya, dinamika lingkungan strategis global maupun regional kini menuntut kesiapan yang lebih matang, mengingat bentuk ancaman tidak lagi terbatas pada dimensi konvensional.

"Di tengah dinamika lingkungan strategis dan tantangan yang makin kompleks termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida, arahan Bapak Presiden akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan, serta memperkuat kesiapan TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan," ucap Agus.

Agus menambahkan bahwa arahan Presiden akan diterjemahkan ke dalam langkah operasional maupun kebijakan pembangunan kekuatan TNI ke depan. Prioritas diberikan pada penguatan kesiapan satuan, peremajaan kemampuan, serta peningkatan profesionalisme prajurit agar mampu merespons berbagai bentuk ancaman, termasuk serangan siber dan operasi informasi yang mengincar stabilitas nasional.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyatakan kesiapan Polri untuk mendukung kebijakan dan program prioritas pemerintah. Suyudi menegaskan bahwa Polri akan berada di garda terdepan dalam menjaga kamtibmas serta memberikan perlindungan kepada masyarakat. Komitmen tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi untuk menegakkan hukum secara adil dan berkeadilan.

Soliditas Antarinstansi sebagai Kunci

Kehadiran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam kegiatan ini menambah bobot koordinasi lintas sektor yang dibahas. Meskipun fokus utama pada taklimat berkaitan dengan kesiapan TNI dan Polri, aspek pengamanan daerah dan sinergi dengan pemerintah turut menjadi bahasan mengingat tiga ancaman utama yang kerap muncul di wilayah adalah gangguan kamtibmas, bencana alam, serta dinamika sosial masyarakat.

Para peserta yang menghadiri taklimat merupakan perwira tinggi TNI dan Polri yang bertugas di seluruh Indonesia, mulai dari satuan operasi hingga komando kewilayahan. Kehadiran mereka secara langsung ke Jakarta dimaksudkan agar arahan Presiden tersampaikan tanpa distorsi dan dapat segera diterapkan di tingkat satuan masing-masing.

Prabowo dalam paparannya juga menyinggung aspek peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparat. Rekrutmen dan seleksi personel diminta berbasis kompetensi dan kemampuan intelektual, agar tercipta kualitas kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan tuntutan tugas yang terus berkembang.

Taklimat ini pada hakikatnya merupakan bagian dari rangkaian komunikasi strategis antara Kepala Negara dengan jajaran pertahanan dan keamanan. Ditegaskannya prinsip menjaga kepercayaan rakyat, memperkuat kekompakan, dan menyingkirkan ego sektoral menegaskan bahwa pemerintah menempatkan akuntabilitas publik sebagai pijakan utama dalam setiap kebijakan keamanan negara. Komitmen tersebut diharapkan terwujud dalam kinerja TNI dan Polri yang profesional, transparan, dan senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User