Sep 16, 2026
Bali

TABANAN — Revitalisasi Kawasan Picu Realisasi PAD Parkir Tabanan Tersendat

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tabanan menghadapi tantangan berat dalam memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir. Hi

TABANAN — Revitalisasi Kawasan Picu Realisasi PAD Parkir Tabanan Tersendat

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tabanan menghadapi tantangan berat dalam memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir. Hingga pertengahan September, capaian penerimaan retribusi parkir di wilayah lumbung pangan Bali tersebut tercatat baru menyentuh angka 58 persen dari total target yang ditetapkan sebesar Rp6,3 miliar.

Kondisi ini dipicu oleh pengerjaan proyek penataan dan revitalisasi infrastruktur perkotaan di sejumlah titik sentral. Akibatnya, pemungutan retribusi parkir di kantong-kantong utama terpaksa dihentikan sementara waktu hingga proyek fisik rampung dikerjakan.

Rincian Realisasi Retribusi Parkir Tabanan

Berdasarkan data resmi Dishub Tabanan per 14 September, total realisasi penerimaan parkir baru mencapai Rp3,678 miliar. Angka ini merupakan akumulasi dari dua skema pengelolaan parkir, yakni Parkir Tepi Jalan Umum (TJU) dan Tempat Parkir Khusus (TPK).

Berikut adalah rincian capaian realisasi retribusi parkir di Kabupaten Tabanan:

  • Parkir Tepi Jalan Umum (TJU): Terealisasi sebesar Rp2,214 miliar atau 53,45 persen dari target Rp4,144 miliar yang tersebar di 27 titik lokasi.
  • Tempat Parkir Khusus (TPK): Terealisasi sebesar Rp1,463 miliar atau 67,88 persen dari target Rp2,156 miliar yang dikelola pada 16 titik lokasi.

Secara keseluruhan, kinerja pos Tempat Parkir Khusus menunjukkan persentase capaian yang lebih progresif dibandingkan parkir tepi jalan umum yang langsung terdampak proyek tata ruang kota.

Proyek Revitalisasi Tekan Potensi Pendapatan

Kepala Bidang Prasarana Dishub Tabanan, I Putu Sandi Yasa, menjelaskan bahwa pengerjaan fisik di beberapa kawasan vital menjadi kendala utama terhambatnya arus penerimaan retribusi. Kawasan perdagangan seperti Jalan Gajah Mada dan simpul transportasi Terminal Pesiapan saat ini tengah mengalami perombakan tata ruang.

“Pendapatan parkir kendalanya karena ada revitalisasi di beberapa titik, seperti di Gajah Mada dan Terminal Pesiapan. Jelas berdampak terhadap pendapatan parkir,” ujar Sandi Yasa saat dikonfirmasi di Tabanan.

Penutupan serta pembatasan akses di titik-titik ramai tersebut otomatis memangkas volume kendaraan yang memanfaatkan layanan parkir resmi, sehingga potensi harian yang biasanya terserap maksimal kini mengalami penurunan drastis.

Strategi Kejar Defisit di Sisa Tahun Anggaran

Dengan sisa waktu efektif sekitar tiga setengah bulan sebelum tutup tahun anggaran, Dishub Tabanan harus bekerja ekstra keras untuk mengejar kekurangan penerimaan sekitar Rp2,652 miliar. Otoritas perhubungan menegaskan belum ada opsi pembukaan lahan parkir darurat baru selama proyek berlangsung.

Kendati demikian, Dishub Tabanan telah menyiapkan langkah mitigasi terukur. Begitu revitalisasi kawasan Jalan Gajah Mada tuntas, tim teknis akan segera diterjunkan untuk melakukan survei potensi kantong-kantong parkir baru di sekitarnya guna mendongkrak pemasukan daerah.

“Kami tetap berusaha. Setelah Gajah Mada selesai, mulai survei lahan parkir kantong. Kami akan mengoptimalkan pemungutan pada lahan-lahan parkir yang ada sambil memantau perkembangan revitalisasi,” imbuh Sandi Yasa dengan nada optimistis.

Upaya intensifikasi pungutan pada titik-titik parkir yang masih beroperasi normal akan terus digenjot demi memastikan penerimaan PAD Tabanan tetap berada dalam jalur yang diharapkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User