Sep 16, 2026
Bali

Tabanan — Tumpukan Sampah Sumbat Saluran Irigasi dan Rendam Jalan Jepun

Kawasan Jalan Jepun hingga ke arah bahu Jalan Bypass Ir Soekarno di Desa Dauh Peken, Kabupaten Tabanan, terendam luapan air kotor bercampur lumpur pada Sel

Tabanan — Tumpukan Sampah Sumbat Saluran Irigasi dan Rendam Jalan Jepun

Kawasan Jalan Jepun hingga ke arah bahu Jalan Bypass Ir Soekarno di Desa Dauh Peken, Kabupaten Tabanan, terendam luapan air kotor bercampur lumpur pada Selasa (15/9). Genangan air limbah yang meluber dari saluran irigasi tersebut tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga menimbulkan aroma busuk menyengat di sekitar area fasilitas kesehatan Rumah Sakit Kasih Ibu Tabanan.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, limpasan air got berwarna keruh meluap dari saluran primer dan menggenangi badan serta bahu jalan utama. Kondisi ini membuat permukaan jalan licin, becek, dan tertutup lapisan endapan lumpur tebal yang membahayakan pengendara roda dua maupun pejalan kaki.

Penumpukan Sampah Rumah Tangga Picu Penyumbatan

Meluapnya air disinyalir akibat akumulasi sampah padat yang menutup celah aliran gorong-gorong irigasi. Berbagai macam material buangan rumah tangga ditemukan menumpuk di mulut saluran, mulai dari kantong plastik, popok bayi sekali pakai (pampers), hingga sisa material domestik lainnya.

Merespons situasi darurat tersebut, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan langsung diterjunkan ke titik banjir. Petugas bekerja membongkar dan membuka bagian gorong-gorong yang tersumbat guna mengevakuasi tumpukan sampah secara manual sebelum diangkut menggunakan armada truk kebersihan.

Aktivitas Usaha dan Pengguna Jalan Terganggu

Genangan berkepanjangan ini berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi para pelaku usaha di sepanjang Jalan Jepun. Genangan air kotor serta bau busuk yang pekat membuat para calon konsumen enggan singgah berbelanja.

Salah seorang pelaku usaha setempat, Kadek Rupana, mengungkapkan bahwa tanda-tanda luapan air sebenarnya sudah mulai terlihat sejak lima hari sebelumnya, sebelum akhirnya debit air memuncak drastis dan menenggelamkan ruas jalan.

“Air muncul lima hari lalu, kemudian langsung besar tiba-tiba. Meluap ke jalan sampai malam. Subuh surut sekitar jam 5 sampai jam 9 pagi, setelah itu sekitar jam 10 naik lagi,” ujar Kadek Rupana saat ditemui di lokasi.

Rupana menambahkan, siklus pasang-surut genangan air got ini sangat memukul roda usahanya karena pelanggan merasa risih dan tidak nyaman akibat bau yang menyengat serta jalanan yang dipenuhi lumpur.

“Secara global banyak pelanggan yang enggan turun atau mampir karena banyak usaha di sekitar aliran air meluber. Di bahu jalan juga ada lumpur pekat dan bau busuk yang sangat mengganggu,” keluhnya.

Dampak dan Langkah Pencegahan

Peristiwa banjir luapan di kawasan perkotaan Tabanan ini menjadi pengingat krusial mengenai tata kelola kebersihan lingkungan perkotaan. Berikut beberapa poin penting terkait penanganan masalah saluran air di Dauh Peken:

  • Pembersihan Rutin: Dinas PUPR Tabanan terus menyisir titik-titik rawan sedimen sampah pada saluran drainase perkotaan.
  • Dampak Sanitasi: Area sekitar rumah sakit dan pertokoan rentan mengalami penurunan standar higienis jika luapan limbah dibiarkan berlarut-larut.
  • Edukasi Warga: Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah domestik sembarangan ke saluran irigasi menjadi kunci utama pencegahan banjir serupa di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User