Sep 16, 2026
Bali

Badung Kebut Pengaspalan Jembatan Kutuh-Alas Arum Senilai Rp4 Miliar

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memacu pengerjaan lanjutan Jembatan Jalan Kutuh-Alas Arum di Kecam

Badung Kebut Pengaspalan Jembatan Kutuh-Alas Arum Senilai Rp4 Miliar

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memacu pengerjaan lanjutan Jembatan Jalan Kutuh-Alas Arum di Kecamatan Kuta Selatan, Bali. Proyek infrastruktur strategis ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada 25 November 2026 guna memperlancar aksesibilitas kawasan pariwisata di wilayah pesisir selatan.

Hingga pekan pertama September 2026, realisasi fisik di lapangan menunjukkan deviasi positif. Infrastruktur yang menghubungkan jalur sentral pariwisata ini tengah memasuki tahap krusial perkerasan jalan dan penataan struktur pelengkap setelah konstruksi jembatan utama diselesaikan pada tahun anggaran sebelumnya.

Kronologi dan Linimasa Pengerjaan Jembatan

Proses konstruksi jembatan penghubung ini dirancang dalam dua fase anggaran berkelanjutan. Berikut adalah tahapan penting perjalanan proyek Jembatan Kutuh-Alas Arum:

  1. Tahun Anggaran 2025: Pembangunan difokuskan pada penyelesaian struktur utama bentang jembatan hingga tuntas berdiri kokoh.
  2. 29 Juni 2026: Pekerjaan fisik lanjutan resmi dimulai dengan sasaran penyiapan badan jalan, struktur pendukung, dan pengaspalan.
  3. 6 September 2026: Progres kumulatif pekerjaan fisik tercatat menembus angka 38,374 persen.
  4. 25 November 2026: Batas akhir kontrak kerja dan target peresmian jembatan agar siap dilintasi kendaraan secara optimal.

Spesifikasi Teknis dan Lapisan Perkerasan Aspal

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, menjelaskan bahwa pekerjaan tahap akhir ini tidak hanya menyentuh pengaspalan badan jalan jembatan, melainkan paket komprehensif penataan lereng dan penguatan tanah.

“Pekerjaannya meliputi penanganan tanah dan geosintetik, perkerasan berbutir, perkerasan aspal, struktur, kemudian pekerjaan harian dan pekerjaan pendukung lainnya,” ujar Teddy saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).

Untuk memastikan ketahanan lintasan terhadap beban lalu lintas kendaraan wisatawan dan angkutan logistik, tim teknis menerapkan dua lapis perkerasan aspal hotmix dengan standar tinggi:

  • Lapisan Pengikat (Binder Course/AC-BC): Berfungsi sebagai peredam tegangan dan pengikat antara pondasi bawah dengan lapisan aus.
  • Lapisan Permukaan (Wearing Course/AC-WC): Menjadi lapisan teratas yang langsung bersentuhan dengan roda kendaraan dan tahan terhadap cuaca ekstrem.
  • Ketebalan Total: Kombinasi kedua lapisan aspal tersebut mencapai ketebalan sekitar 11 sentimeter.

Dukungan APBD Badung untuk Aksesibilitas Kawasan Wisata

Proyek lanjutan jembatan ini dibiayai sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pagu mencapai Rp4 miliar. Alokasi anggaran tersebut difokuskan agar jembatan memiliki daya dukung maksimal sebelum dibuka penuh bagi publik.

Teddy menambahkan, keberadaan Jembatan Kutuh-Alas Arum memiliki arti vital bagi kelancaran arus distribusi dan sektor pariwisata Badung Selatan. Selama ini, akses mobilitas wisatawan menuju sejumlah destinasi unggulan kerap menghadapi tantangan kontur jalan berbukit.

Dinas PUPR Badung berharap dengan tersambungnya jembatan ini, konektivitas antara kawasan Pantai Pandawa, Pantai Gunung Payung, dan wilayah penyangga Alas Arum dapat terintegrasi dengan mulus, memangkas waktu tempuh, serta memecah kepadatan arus lalu lintas di kawasan Kuta Selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User