DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali secara resmi menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah ajang kesehatan bergengsi tingkat dunia, World Congress of Dermatology (WCD) 2031. Dukungan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, saat menerima audiens Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) di Jayasabha, Denpasar.
Dalam pertemuan strategis tersebut, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa Pemprov Bali siap menerbitkan seluruh surat rekomendasi dan memfasilitasi kebutuhan diplomasi internasional yang diperlukan. Langkah ini diambil guna memperkuat posisi penawaran (bidding) Indonesia di tingkat global, mengingat dampak elektoral dan ekonomi yang luar biasa bagi sektor pariwisata nasional.
"Tentu saya dukung penuh. Saya berikan rekomendasi resmi untuk itu. Apa saja kebutuhan yang diperlukan untuk menyukseskan World Congress of Dermatology ini, segera sampaikan kepada kami," ujar Wayan Koster di hadapan jajaran pengurus pusat PERDOSKI.
Potensi Ekonomi dan Dampak Pariwisata MICE
Ketua Umum PERDOSKI Periode 2024–2027, dr. Hanny Nilasari, menjelaskan bahwa WCD merupakan forum ilmiah tertinggi di bidang dermatologi, venereologi, dan estetika. Kongres ini mempertemukan puluhan ribu dokter spesialis, peneliti, akademisi, serta pelaku industri medis dari seluruh belahan dunia untuk mendiskusikan inovasi keilmuan dan pengalaman klinis terbaru.
Apabila Indonesia berhasil memenangkan pencalonan ini, Pulau Dewata diperkirakan akan dibanjiri lebih dari 12.000 peserta internasional. Angka fantastis tersebut belum memperhitungkan keluarga maupun tim pendamping yang diprediksi akan mendongkrak tingkat okupansi hotel, transportasi, dan industri pariwisata berbasis MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) di Bali.
Berikut adalah tabel ringkasan proyeksi dan kriteria pencalonan WCD 2031:
| Parameter Berita | Detail & Proyeksi Data |
|---|---|
| Nama Agenda Internasional | World Congress of Dermatology (WCD) 2031 |
| Estimasi Peserta Asing | > 12.000 Dokter & Spesialis |
| Jumlah Negara Pesaing | 5 Negara Kompetitor Utama |
| Lokasi & Pemilihan (Bidding) | Meksiko, Tahun 2027 |
| Sektor Terdampak Utama | Pariwisata MICE, Perhotelan, & Health Tourism |
Rekam Jejak Internasional Jadi Modal Utama Bali
Indonesia tidak berjalan sendirian dalam perburuan status tuan rumah ini. PERDOSKI mencatat sedikitnya ada 5 negara pesaing kuat yang turut mengajukan diri. Keputusan akhir mengenai lokasi tuan rumah WCD 2031 akan ditentukan melalui mekanisme pemungutan suara dalam ajang WCD berikutnya yang berlangsung di Meksiko pada tahun 2027.
Meski harus menghadapi kompetisi ketat dari lima negara pesaing, Wayan Koster menyatakan optimisme tingginya. Ia menilai Bali memiliki keunggulan komparatif yang sulit tertandingi, baik dari sisi keindahan alam, kelengkapan sarana infrastruktur MICE kelas dunia, hingga rekam jejak sukses dalam menggelar berbagai agenda besar internasional.
Beberapa agenda monumental yang sukses dihelat di Bali antara lain:
- KTT G20 Bali (2022): Menampilkan kesiapan fasilitas pengamanan, transportasi VIP, dan konektivitas digital skala global.
- World Water Forum (WWF) Ke-10 (2024): Membuktikan kapasitas Bali dalam menampung puluhan ribu delegasi dari lebih dari 100 negara.
- Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN & IMF-World Bank Group: Menjadikan Bali sebagai destinasi diplomasi paling favorit di Asia Tenggara.
Langkah Strategis Persiapan Bidding 2027
Untuk mengamankan kemenangan pada sesi pemilihan di Meksiko mendatang, Pemprov Bali bersama PERDOSKI menyusun serangkaian langkah taktis. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dimatangkan untuk membangun narasi promosi yang solid.
- Penerbitan Rekomendasi Resmi Pemerintah: Memperkuat legitimasi proposal Indonesia di mata komite internasional dermatologi.
- Diplomasi Medis dan Networking Global: PERDOSKI akan menggalang dukungan dari asosiasi dokter spesialis kulit di kawasan Asia-Pasifik dan Eropa.
- Penguatan Infrastruktur Destinasi: Memastikan kesiapan pusat konvensi utama serta jaminan aksesibilitas udara internasional.
Kehadiran kongres sebesar WCD tidak hanya memperkuat posisi Bali sebagai hub MICE papan atas dunia, tetapi juga menegaskan potensi Pulau Dewata dalam mengembangkan wisata medis (health tourism) yang berkelanjutan di masa depan.
Comments (0)