Sep 16, 2026
Bali

DENPASAR — Panggung Permanen Black Crow Semarakkan Suasana CFD Renon

Suasana Minggu pagi di kawasan Car Free Day (CFD) Niti Mandala Renon, Denpasar, kembali diselimuti antusiasme warga yang berolahraga sambil menikmati hibur

DENPASAR — Panggung Permanen Black Crow Semarakkan Suasana CFD Renon

Suasana Minggu pagi di kawasan Car Free Day (CFD) Niti Mandala Renon, Denpasar, kembali diselimuti antusiasme warga yang berolahraga sambil menikmati hiburan musik. Ada pemandangan berbeda yang menyita perhatian pengunjung di sudut area publik tersebut. Komunitas musik legendaris lokal, Black Crow Band, kini tampil di atas panggung permanen berbahan beton yang kokoh dan jauh lebih representatif dibandingkan sebelumnya.

Pembangunan panggung anyar ini menjadi angin segar bagi ekosistem seni jalanan dan hiburan rakyat di Denpasar. Dulu, para musisi harus tampil di area yang relatif datar dan rendah, sehingga pandangan penonton kerap terhalang dan kenyamanan pengisi acara menjadi sangat terbatas. Kini, panggung beton tersebut berdiri gagah, memberikan sudut pandang ideal bagi ribuan warga yang memadati area CFD setiap akhir pekan.

Revitalisasi Panggung: Dari Area Datar Menjadi Struktur Beton Permanen

Perubahan infrastruktur panggung hiburan rakyat ini merupakan buah manis dari inisiatif mandiri masyarakat yang peduli terhadap ruang berekspresi. Fasilitas yang lebih layak ini secara langsung meningkatkan kualitas pertunjukan musik terbuka di pusat Kota Denpasar.

Aspek Perubahan Kondisi Lama Kondisi Baru (Permanen)
Struktur Bangunan Lahan datar & rendah Panggung beton permanen elevated
Kenyamanan Tampil Terbatas & pandangan terhalang Leluasa bagi musisi dan penonton
Sistem Pendanaan Swadaya terbatas Kolaborasi, gotong royong & sponsor

Salah satu tokoh kunci di balik terealisasinya panggung baru ini adalah dr. Gede Bagus Darmayasa, M.M., M.Repro. Sosok yang juga menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Puri Raharja Denpasar ini menggalang dukungan dari berbagai pihak guna mewujudkan sarana hiburan yang aman dan representatif.

Synergy dan Gotong Royong Lintas Sektor

Proses mewujudkan fasilitas publik ini tidak berjalan sendiri, melainkan melibatkan jejaring kemitraan yang luas. Semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam penghimpunan dana hingga tahap konstruksi selesai.

"Jadi, ini bukan hanya saya. Artinya, kita berkolaborasi. Mungkin teman-teman melihat yang punya networking, khususnya dalam hal pencarian sponsor," ujar dr. Gede Bagus Darmayasa saat ditemui di sela-sela pertunjukan musik Black Crow Band di CFD Renon.

Ia menambahkan bahwa dorongan utama pembangunan ini berawal dari rasa keprihatinan bersama atas kondisi tempat tampil sebelumnya yang dinilai kurang optimal bagi kenyamanan estetika maupun teknis.

"Tempatnya itu dulu kan agak rendah, datar. Tidak enak dilihat, penonton tidak nyaman, penyanyi juga tidak nyaman," ungkapnya menyiratkan pentingnya fasilitas publik yang estetik dan humanis.

Wadah Ekspresi Lintas Generasi dan Profesi

Komunitas Black Crow Band sendiri memiliki rekam jejak unik dalam dinamika sosial kota Denpasar. Berawal dari tempat berkumpulnya para pecinta musik dari berbagai latar belakang profesi—mulai dari tenaga medis, pengusaha, hingga purna tugas—komunitas ini berkembang menjadi wadah silaturahmi yang inklusif.

Bagi para anggotanya, yang sebagian besar telah memasuki usia lanjut, panggung CFD Renon bukan sekadar sarana menyalurkan hobi bernyanyi. Lebih dari itu, aktivitas seni ini menjadi sarana terapi kebahagiaan dan menjaga kebugaran mental di masa tua. Kehadiran panggung beton yang permanen ini dipastikan akan semakin memacu semangat para musisi senior untuk terus menghibur masyarakat Denpasar setiap akhir pekan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User