Oct 10, 2026
Politik

Sudaryono dan Taj Yasin Bahas Pilgub Jateng di Sarang

JAKARTA — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menggelar pertemuan dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, Taj Yasin Maimoen, di Pondok Pesantren ...

Sudaryono dan Taj Yasin Bahas Pilgub Jateng di Sarang

JAKARTA — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menggelar pertemuan dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, Taj Yasin Maimoen, di Pondok Pesantren Al Anwar IV, Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pertemuan tersebut berlangsung intens dan membahas sejumlah persoalan kebangsaan, termasuk peta politik menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Tengah.

Dalam pertemuan itu, Sudaryono menyatakan bahwa komunikasi dengan berbagai tokoh di Jawa Tengah merupakan bagian dari penjajakan politik yang wajar dilakukan oleh partai politik. Ia menegaskan bahwa partainya terbuka terhadap berbagai kemungkinan, termasuk menjalin kerja sama dengan Taj Yasin pada kontestasi mendatang.

“Kalau ada jalannya, kenapa tidak? Kami berdiskusi cukup intens soal bagaimana membangun Jawa Tengah ke depan,” ujar Sudaryono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, pertemuan tersebut tidak semata-mata membahas urusan elektoral. Pembahasan lebih banyak menyangkut pengalaman pemerintahan dan aspirasi masyarakat pesantren, yang selama ini menjadi basis penting di kawasan Pantura Jawa Tengah.

Penjajakan Politik dan Basis Pesantren

Pondok Pesantren Al Anwar IV Sarang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam yang berpengaruh di Jawa Tengah. Keluarga Maimoen Zubair memiliki akar sosial kuat di lingkungan pesantren dan jaringan kiai di sejumlah kabupaten. Karena itu, pertemuan di lokasi tersebut dinilai memiliki makna politik tersendiri.

Sudaryono menuturkan, diskusi dengan Taj Yasin juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. Ia menekankan bahwa pembangunan Jawa Tengah memerlukan dukungan semua pihak, terutama dalam memperkuat sektor pendidikan keagamaan, pertanian, dan infrastruktur perdesaan.

“Kami sepakat bahwa kepentingan rakyat harus menjadi pertimbangan utama, bukan sekadar kepentingan kekuasaan,” kata Sudaryono.

Sementara itu, Taj Yasin menuturkan bahwa silaturahim politik merupakan tradisi yang lazim dilakukan kalangan pesantren. Ia menyatakan tidak menutup peluang untuk berkomunikasi dengan partai politik mana pun selama membawa gagasan perbaikan bagi Jawa Tengah.

“Semua silaturahim kami sambut baik. Yang penting niatnya membangun, bukan sekadar bagi-bagi kekuasaan,” ujar Taj Yasin.

Dinamika Menuju Pilgub Jawa Tengah

Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan basis pemilih besar dan menjadi perhatian utama partai politik menjelang Pemilihan Gubernur. Partai Gerindra, melalui kepengurusan tingkat daerah, disebut tengah memperkuat konsolidasi internal sebelum menentukan arah koalisi.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi ambang batas kursi DPRD. Karena itu, komunikasi lintas partai menjadi keharusan bagi setiap poros yang hendak mengusung kandidat.

Pengamat politik menilai pertemuan antara Sudaryono dan Taj Yasin sebagai langkah penjajakan awal yang belum sampai pada kesepakatan politik. Keduanya belum menyinggung soal posisi calon gubernur atau wakil gubernur secara eksplisit.

Di sisi lain, Partai Gerindra Jawa Tengah menyatakan terus menjaring aspirasi dari berbagai kalangan, termasuk kiai dan tokoh masyarakat. Rapat Koordinasi DPD disebut akan digelar untuk merumuskan rekomendasi kandidat yang akan diusung pada Pilgub mendatang.

Fokus pada Gagasan, Bukan Sekadar Kursi

Dalam beberapa kesempatan, Sudaryono menekankan bahwa dirinya lebih mengutamakan pembahasan program kerja daripada sekadar pembagian jabatan. Ia menyebut isu seperti lapangan kerja, penanggulangan kemiskinan, dan penguatan pondok pesantren sebagai prioritas yang perlu ditawarkan kepada masyarakat.

Taj Yasin juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program pembangunan yang telah berjalan. Menurutnya, pengalaman menjabat sebagai Wakil Gubernur memberikan pemahaman tentang kebutuhan riil daerah, terutama di kawasan pesisir dan perdesaan.

Meski demikian, keduanya belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana pencalonan. Keputusan akhir tetap akan merujuk pada mekanisme partai, termasuk hasil Pleno dan surat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat.

Partai politik lain di Jawa Tengah juga disebut tengah melakukan penjajakan serupa. Dinamika komunikasi lintas partai diprediksi akan semakin intens dalam beberapa bulan mendatang seiring pendekatan tahapan penetapan pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum.

Pertemuan di Sarang menegaskan bahwa pesantren masih menjadi simpul penting dalam peta politik Jawa Tengah. Kedekatan kultural antara kandidat dan basis keagamaan menjadi pertimbangan utama dalam setiap langkah penjajakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi mengenai pasangan calon yang akan diusung Partai Gerindra maupun tokoh yang akan mendampingi Taj Yasin. Keduanya menyatakan akan terus menjalin komunikasi dan menyerahkan keputusan akhir kepada mekanisme partai serta dinamika politik yang berkembang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User