Oct 10, 2026
Politik

Nasdem Belum Tetapkan Cagub Sumut, Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution Dibahas

JAKARTA — Partai Nasdem sampai saat ini belum menetapkan secara resmi sosok yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur Sumatra Utara (Pilgub Sumut) mendatang. Dua nama yang tengah menjadi pertimbanga...

Nasdem Belum Tetapkan Cagub Sumut, Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution Dibahas

JAKARTA — Partai Nasdem sampai saat ini belum menetapkan secara resmi sosok yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur Sumatra Utara (Pilgub Sumut) mendatang. Dua nama yang tengah menjadi pertimbangan internal partai adalah Gubernur petahana Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Keduanya disebut memiliki ruang elektoral yang sama-sama diperhitungkan dalam pemetaan politik daerah tersebut.

Penegasan itu disampaikan oleh pengurus partai di tingkat pusat yang menyatakan bahwa pembahasan mengenai Pilgub Sumut masih berlangsung dalam forum internal. Menurut keterangan tersebut, belum ada keputusan final yang disahkan dalam rapat pleno maupun rapat koordinasi pimpinan partai terkait nama tunggal yang akan direkomendasikan kepada Dewan Pimpinan Wilayah.

"Kita masih melihat dinamika yang berkembang di Sumatra Utara. Keduanya memiliki kapasitas, dan tentu mekanisme internal partai akan menjadi penentu akhir," ujar sumber di lingkaran pimpinan Nasdem, Senin.

Pemetaan Elektoral dan Rekam Jejak

Edy Rahmayadi merupakan kepala daerah petahana yang telah menjabat sejak 2018. Selama masa kepemimpinannya, sejumlah program pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan strategis di Sumatra Utara menjadi bagian dari catatan kinerjanya. Posisinya sebagai incumbent dinilai memberikan keuntungan dari sisi pengenalan publik dan jaringan birokrasi yang telah terbangun.

Sementara itu, Bobby Nasution menempati posisi sebagai Wali Kota Medan. Sebagai figur yang relatif lebih muda, ia dipandang merepresentasikan segmen pemilih generasi milenial dan urban. Kepemimpinannya di kota terbesar di Sumatra Utara itu menjadi modal politik tersendiri, terutama dalam konteks basis suara perkotaan yang cukup signifikan.

Berdasarkan penelusuran internal partai, kedua nama tersebut sama-sama memiliki peluang untuk memperoleh dukungan koalisi. Namun demikian, penetapan calon kepala daerah harus melalui mekanisme survei dan kajian kelayakan yang ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat. Hal ini sejalan dengan ketentuan partai dalam menjaring bakal calon kepala daerah di seluruh wilayah.

Mekanisme dan Tahapan Penetapan

Dalam proses pencalonan kepala daerah, partai politik mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Regulasi tersebut mengatur ambang batas pencalonan serta persyaratan dukungan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Selain itu, hasil pemilihan legislatif menjadi dasar penghitungan perolehan kursi yang menentukan apakah suatu partai dapat mengusung pasangan calon secara mandiri atau harus berkoalisi. Nasdem, dalam konteks Pilgub Sumut, tengah menghitung komposisi kursi yang dimiliki di DPRD Sumatra Utara sebagai salah satu variabel utama sebelum mengumumkan pasangan calon.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Nasdem Sumatra Utara sebelumnya menyampaikan bahwa komunikasi politik dengan partai lain terus dibangun. Ia menyatakan bahwa penjajakan koalisi bersifat cair dan akan menyesuaikan dengan konfigurasi akhir yang ditetapkan pusat. Pernyataan itu sekaligus menandakan bahwa keputusan belum bersifat tunggal dan masih terbuka bagi opsi-opsi lain.

Respons Publik dan Dinamika Koalisi

Dinamika di tubuh Nasdem ini menjadi perhatian publik Sumatra Utara. Kedua nama yang beredar dikenal sebagai figur yang telah memiliki rekam jejak eksekutif, sehingga wacana pencalonan salah satu dari mereka mendapat respons beragam dari masyarakat. Sebagian kelompok menilai pengalaman Edy Rahmayadi sebagai petahana menjadi pertimbangan utama, sementara yang lain menyoroti elektabilitas figur baru seperti Bobby Nasution.

Pengamat politik menilai bahwa penundaan penetapan calon oleh partai politik merupakan hal yang lazim dalam tahapan pencalonan. Partai cenderung menunggu peta koalisi terbentuk secara utuh sebelum mengambil keputusan definitif. Dengan demikian, keputusan Nasdem diyakini masih akan menyesuaikan dengan perkembangan politik nasional maupun daerah.

Hingga saat ini, belum ada jadwal pasti kapan pengumuman resmi akan disampaikan. Partai menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara terukur dan mengedepankan hasil kajian. Keputusan nantinya akan ditetapkan melalui rapat resmi sesuai mekanisme partai dan diumumkan kepada publik secara terbuka.

Pada akhirnya, penetapan calon gubernur Sumatra Utara oleh Nasdem akan menjadi salah satu penentu konfigurasi Pilgub. Sosok yang diusung diproyeksikan memengaruhi arah koalisi dan strategi kampanye menuju hari pemungutan suara. Masyarakat pun menantikan keputusan final yang akan disahkan dalam mekanisme partai yang berlaku.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User