Sosok Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Solo dan Ketua PSI
Solo – Panggung politik Kota Surakarta mencatat sejarah baru. Astrid Widayani, pengusaha sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Solo, kini resmi mengemban ama...
Solo – Panggung politik Kota Surakarta mencatat sejarah baru. Astrid Widayani, pengusaha sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Solo, kini resmi mengemban amanah sebagai Wakil Wali Kota periode 2025–2030. Ia dilantik bersama Wali Kota Respati Ardi dalam rapat paripurna DPRD Kota Solo pada 20 Februari 2025, berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.33-02 Tahun 2025. Pelantikan ini menandai pertama kalinya kader PSI menduduki pos strategis di eksekutif kota yang dikenal sebagai barometer politik nasional.
Kehadiran Astrid menjadi sorotan tidak hanya karena jabatan barunya, melainkan juga latar belakang ganda yang ia miliki. Di satu sisi ia adalah pengusaha sukses sebagai Presiden Direktur PT Solo Murni, produsen alat tulis merek Kiky yang telah menembus pasar global. Di sisi lain, ia adalah politikus partai yang relatif muda namun agresif membangun basis di kalangan pemilih urban dan pelaku UMKM. Kombinasi inilah yang diyakini mampu menghadirkan warna berbeda dalam tata kelola pemerintahan Solo.
Perjalanan Pendidikan dan Kiprah Bisnis
Astrid Widayani menempuh pendidikan dasar dan menengah di Solo, kemudian melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Ia meraih gelar sarjana ekonomi dan kemudian menyelesaikan program Magister Manajemen di Prasetiya Mulya Business School, Jakarta. Bekal akademis ini menjadi fondasi kokoh saat ia terjun mengelola perusahaan keluarga yang didirikan oleh sang ayah, almarhum H. Widodo.
Di bawah kendali Astrid, PT Solo Murni bertransformasi dari produsen buku tulis sederhana menjadi perusahaan alat tulis dan perlengkapan kantor terintegrasi dengan lebih dari 1.500 varian produk. Merek Kiky kini tersebar di lebih dari 30 negara, menjadikannya salah satu ikon industri lokal yang mendunia. Atas pencapaian itu, Astrid menerima penghargaan Ernst & Young Entrepreneur of the Year pada 2019, mengukuhkan reputasinya sebagai pelaku bisnis andal.
Lompatan Strategis ke Panggung Politik
Ketertarikan Astrid pada dunia politik tumbuh seiring keterlibatannya dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan berbagai forum ekonomi. Pada 2020, ia menerima pinangan PSI untuk memimpin DPD PSI Solo. Penunjukan itu menjadi titik balik karirnya dari ruang rapat perusahaan ke panggung politik lokal. Sejak saat itu, Astrid gencar membangun struktur partai hingga ke tingkat kelurahan, memperkenalkan PSI sebagai partai modern yang terbuka bagi anak muda dan pelaku usaha.
Hasil kerja keras itu terlihat pada Pemilu Legislatif 2024, ketika PSI Solo untuk pertama kali meraih kursi di DPRD kota. Modal legislatif ini menjadi pijakan kuat saat Astrid memutuskan maju sebagai calon wakil wali kota mendampingi Respati Ardi. Pasangan ini diusung oleh koalisi PSI, Gerindra, PAN, dan sejumlah partai non-parlemen. Dalam kontestasi yang ketat, mereka unggul dengan perolehan suara lebih dari 52 persen, mengalahkan petahana dan kandidat lain.
Sidang paripurna DPRD Solo pada 20 Februari 2025 mengukuhkan kemenangan itu. Astrid mengucapkan sumpah jabatan di hadapan pimpinan dan anggota dewan, disaksikan oleh Forkopimda serta ratusan tamu undangan. Momen ini sekaligus mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai wakil wali kota perempuan pertama yang berasal dari partai berbasis anak muda di Solo.
"Saya tidak akan membawa kepentingan partai sempit dalam menjalankan pemerintahan. Ini amanah rakyat Solo, dan saya akan bekerja untuk semua," tegas Astrid dalam pidato perdananya.
Agenda Prioritas dan Sinergi Pemerintahan
Mengawali masa tugas, Astrid Widayani langsung menyusun rencana aksi 100 hari pertama bersama Wali Kota. Fokus utama diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui digitalisasi UMKM dan perluasan akses permodalan. Program ini diyakini selaras dengan pengalamannya sebagai pengusaha yang memahami betul kebutuhan pelaku usaha kecil. "Kami akan menghubungkan produk lokal dengan marketplace global dan memperbaiki tata kelola perizinan agar lebih ramah investasi," ujarnya saat rapat koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM, awal Maret 2025.
Di sektor pariwisata dan budaya, Astrid mengajak seluruh pemangku kepentingan merumuskan paket wisata berbasis komunitas yang melibatkan kampung batik, kuliner tradisional, dan seni pertunjukan. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan budaya Solo sebagai daya tarik wisatawan tanpa mengorbankan nilai-nilai lokal. Rencana ini mendapat respons positif dari kalangan pelaku seni dan pengelola destinasi.
Tantangan Politik dan Harapan Publik
Posisi rangkap Astrid sebagai wakil kepala daerah dan Ketua DPD PSI menyulut diskursus di kalangan pengamat. Beberapa pihak mempertanyakan potensi konflik kepentingan, sementara yang lain melihatnya sebagai peluang untuk memperkuat sinergi legislatif-eksekutif. Wakil Ketua DPRD Solo dari Fraksi PDI-P, Teguh Prakosa, menyatakan pihaknya akan mengawal netralitas dan profesionalisme pemerintah. "Kami percaya kapasitas beliau. Yang penting fokus pada pelayanan publik," katanya.
Di tengah dinamika, Astrid tetap tenang dan memilih melakukan kunjungan lapangan secara intensif. Sepekan setelah pelantikan, ia mendatangi Pasar Klewer untuk mendengar langsung keluhan pedagang soal revitalisasi pasar. Ia juga berjanji akan mengawal pembangunan infrastruktur yang sempat terkatung-katung. Langkah ini diapresiasi warga sebagai bukti keberpihakan pada rakyat kecil.
Dengan pengalaman bisnis global, jaringan politik yang terus berkembang, serta dukungan penuh Wali Kota Respati Ardi, publik menantikan gebrakan nyata dari Astrid Widayani. Kota Solo, yang pernah menjadi panggung para pemimpin besar bangsa, kembali menanti tinta emas dari panggung pengabdian wakil wali kota barunya.
Baca juga:
Comments (0)