Singapura — Pop Mart Hadirkan Aktivasi Crybaby di Singapore Oceanarium
Pop Mart, perusahaan mainan dan karakter global asal Tiongkok, menggandeng Resorts World Sentosa (RWS) serta Singapore Tourism Board (STB) untuk membawa ka
Pop Mart, perusahaan mainan dan karakter global asal Tiongkok, menggandeng Resorts World Sentosa (RWS) serta Singapore Tourism Board (STB) untuk membawa karakter ikonik Crybaby ke dalam Singapore Oceanarium. Aktivasi bertajuk “Crybaby Cry Me an Ocean” resmi dibuka pada 24 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 30 Agustus 2026. Kolaborasi ini menjadi penanda ekspansi strategis Pop Mart di Asia Tenggara sekaligus bagian dari kampanye pariwisata Singapura yang mengedepankan pengalaman imersif.
Pengunjung S.E.A. Aquarium—nama resmi Singapore Oceanarium—tidak hanya disuguhi keindahan biota laut, tetapi juga instalasi seni dekoratif bertema Crybaby yang ditempatkan di berbagai titik akuarium. Karakter Pop Mart yang dikenal dengan ekspresi sendu dan warna biru khasnya ini dihadirkan dalam wujud patung raksasa, spot foto interaktif, hingga merchandise edisi terbatas. Seluruh instalasi didesain menyatu dengan ekosistem akuarium, sehingga memberikan kesan bahwa Crybaby benar-benar tenggelam dalam lautan emosi.
Menurut rilis pers yang diterima Apaberita, aktivasi ini merupakan perwujudan dari visi Pop Mart yang ingin mendekatkan karakter art toys ke publik dalam format pengalaman langsung (experiential marketing). “Kami ingin menghadirkan pengalaman yang menggabungkan seni, budaya pop, dan edukasi kelautan,” ujar juru bicara Pop Mart. Pihak RWS menambahkan bahwa terpilihnya Singapore Oceanarium bukanlah kebetulan—akuarium ini memiliki lebih dari 100.000 hewan laut dan menjadi salah satu daya tarik utama di kawasan Sentosa.
Detail Aktivasi dan Tata Letak Instalasi
Singapore Oceanarium memanfaatkan area-area strategis seperti Ocean Dome dan Open Ocean Gallery untuk memajang figur Crybaby dalam pose-pose yang menyatu dengan tema bawah laut. Beberapa instalasi unggulan antara lain patung Crybaby dengan snorkel di dekat terumbu karang, instalasi “Crybaby’s Tear” yang menggambarkan tetesan air mata menjadi gelembung udara di akuarium utama, serta terowongan kaca yang dihiasi stiker dinding bergambar karakter Pop Mart seri Ocean Series. Setiap sudut instalasi dilengkapi pencahayaan yang dirancang khusus agar pengunjung dapat mengabadikan momen di media sosial dengan estetika yang maksimal.
Kombinasi antara karakter Pop Mart yang bernilai seni tinggi dan akuarium bertaraf dunia ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Data dari STB menunjukkan bahwa arus kunjungan wisatawan ke Singapura pada kuartal pertama 2026 naik sekitar 15% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Aktivasi Crybaby diproyeksikan menjadi katalis untuk mempertahankan momentum positif tersebut selama musim liburan sekolah dan puncak musim panas.
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Nama Aktivasi | Crybaby Cry Me an Ocean |
| Penyelenggara | Pop Mart, Resorts World Sentosa, Singapore Tourism Board |
| Lokasi | Singapore Oceanarium (S.E.A. Aquarium), RWS |
| Periode | 24 Juni – 30 Agustus 2026 |
| Harga Tiket | Termasuk dalam tiket masuk S.E.A. Aquarium (mulai SGD 41 dewasa) |
Dampak Ekonomi dan Strategi Lintas Sektor
Kolaborasi antara merek konsumen global, operator atraksi wisata, dan otoritas pariwisata nasional ini dinilai sebagai model kemitraan baru yang saling menguntungkan. Bagi Pop Mart, aktivasi skala besar di akuarium ikonis membuka jalan untuk penetrasi pasar yang lebih dalam di Asia Tenggara, terutama di kalangan penggemar art toys dan keluarga. Sementara itu, RWS memperoleh konten musiman yang memperbarui daya tarik S.E.A. Aquarium tanpa perlu mengubah infrastruktur permanen. STB sendiri melihat aktivasi ini sejalan dengan kampanye “SingapoReimagine” yang ingin menampilkan sisi Singapura yang lebih segar dan bernuansa pop culture.
Pengamat industri kreatif, Dr. Andi Surya, menilai fenomena art toys seperti Crybaby telah melampaui sekadar mainan dan menjadi bagian dari identitas gaya hidup urban. “Aktivasi semacam ini adalah cara cerdas untuk menjembatani budaya pop dengan pengalaman wisata yang mendidik. Pengunjung tidak hanya berfoto, tetapi juga belajar tentang konservasi laut melalui narasi karakter,” katanya saat dihubungi Apaberita. Ia menambahkan bahwa sinergi antara merek global dan atraksi lokal adalah kunci untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan relevan dengan generasi muda.
Antusiasme Komunitas dan Koleksi Eksklusif
Sejak pengumuman kolaborasi ini, tagar #CrybabyCryMeAnOcean ramai diperbincangkan di platform seperti Instagram dan TikTok. Komunitas penggemar Pop Mart di Indonesia, Malaysia, dan Thailand mengungkapkan antusiasme tinggi, dengan banyak di antaranya merencanakan perjalanan khusus ke Singapura untuk menyaksikan instalasi tersebut. Pop Mart sendiri mencatat bahwa karakter Crybaby mengalami lonjakan popularitas hingga 200% di kawasan Asia Tenggara sejak awal 2025, menjadikan aktivasi ini momen puncak yang sangat dinantikan.
Selama periode aktivasi, Pop Mart juga meluncurkan figurine edisi terbatas “Crybaby Ocean Series” yang terdiri dari 12 desain terinspirasi biota laut, seperti ubur-ubur, kuda laut, dan penyu, dengan sentuhan khas ekspresi sendu Crybaby. Produk ini hanya dijual secara langsung di lokasi aktivasi, menambah eksklusivitas yang diyakini akan memicu antrean panjang di toko suvenir.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihak RWS telah menyiapkan manajemen kerumunan yang diperkuat serta protokol keamanan yang disesuaikan dengan standar operasional di masa pemulihan pascapandemi. Informasi lebih lanjut mengenai pembelian tiket dan jadwal program tambahan seperti lokakarya mewarnai serta tur edisi khusus “Ocean of Emotions” dapat diakses melalui situs resmi Resorts World Sentosa.
Comments (0)