Polri Geledah 8 Lokasi Terkait Korupsi Batu Bara dan Asabri

Langkah personel bersepatu bot dan rompi hitam bertuliskan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi memecah rutinitas siang di Jalan Cipete Raya, Jakarta

Jul 08, 2026 - 23:13
0 0

Langkah personel bersepatu bot dan rompi hitam bertuliskan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi memecah rutinitas siang di Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan. Rabu (8/7/2026) pukul 11.30 WIB, tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya bergerak serempak di delapan titik berbeda—sebuah operasi senyap yang menyasar jejak uang haram hasil korupsi batu bara, suap, dan pencucian uang yang melingkupi tiga entitas vital negara: PLN, Asabri, dan Krakatau Steel.

Delapan Titik, Dua Wajah Bisnis di Cipete

Dari delapan lokasi yang ditelusuri, dua di antaranya berada di sepanjang koridor Cipete Raya: Kafe de'Clan Signature dan Point Money Changer. Kafe bergaya industrial yang biasanya dipenuhi gelak tawa pengunjung muda itu tampak lengang. Alih-alih denting gelas kopi, suara langkah petugas dan bunyi segel dokumen menjadi bunyi yang mendominasi. Tak jauh dari situ, papan transaksi valas di Point Money Changer padam, pegawainya diminta menyingkir dari meja kasir. Petugas menyita sejumlah dokumen pencatatan transaksi keuangan yang diduga menjadi saluran tersembunyi aliran dana gelap.

Saat petugas keluar membawa kontainer plastik berisi berkas, seorang karyawan kafe hanya bisa menatap nanar. “Saya tidak tahu apa-apa, tiba-tiba saja mereka datang,” bisiknya kepada awak media, suaranya nyaris tenggelam oleh deru kendaraan yang melintas.

Benang Merah PLN, Asabri, dan Krakatau Steel

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyidikan ini bermula dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengenai kejanggalan transaksi pengadaan batu bara di tubuh PLN yang meluas ke manajemen investasi PT Asabri. Sejumlah dana yang seharusnya dialokasikan untuk pembayaran klaim asuransi prajurit TNI justru diduga diputar melalui sejumlah instrumen investasi bodong di Krakatau Steel. Skema ini diduga merugikan keuangan negara hingga triliunan rupiah.

“Kami menemukan pola transaksi mencurigakan yang berulang. Dokumen yang kami dapatkan hari ini akan menjadi kunci untuk mengungkap siapa aktor intelektual di balik pusaran korupsi ini,” ujar Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Pol. Ardiansyah, dalam keterangan resmi yang digelar di Mabes Polri, Kamis (9/7).

Tersangka Masih Misteri, Alat Bukti Mulai Terang

Hingga malam usai penggeledahan, Polri belum menetapkan satu pun tersangka. Namun puluhan kontainer dokumen dan perangkat elektronik yang disita dari kedelapan lokasi diyakini memperkuat konstruksi perbuatan melawan hukum. Salah satu titik yang digeledah adalah kantor perusahaan cangkang yang diduga menjadi kendaraan korporasi untuk menampung dana suap yang mengalir ke sejumlah pejabat BUMN periode 2021–2025.

Penggeledahan di kafe dan money changer menjadi sorotan karena menyimpang dari pola umum penyidikan kasus korporasi. Analisis intelijen keuangan menunjukkan aliran dana mencurigakan senilai Rp82 miliar sempat melewati rekening yang terafiliasi dengan Point Money Changer dalam kurun 2024 sampai awal 2026, sementara Kafe de'Clan Signature tercatat melakukan pembayaran fiktif untuk jasa konsultasi yang tidak pernah ada.

“Kafe dan tempat penukaran uang kerap dipilih karena volume transaksi hariannya besar sehingga sulit dilacak. Tapi bukan berarti tak meninggalkan jejak,” tegas Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Hendra Wirawan.

Langkah Selanjutnya: Pemeriksaan Saksi dan Aset

Pascapenggeledahan, tim penyidik menjadwalkan pemanggilan terhadap tujuh saksi kunci, termasuk mantan direktur keuangan salah satu BUMN yang disebut-sebut dalam dokumen penyitaan. Polri juga akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk memblokir sejumlah rekening yang terindikasi menampung dana hasil kejahatan. Ini merupakan babak baru dari komitmen Polri menuntaskan perkara korupsi kakap yang menyeret nama besar institusi negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User