Dumai — Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
Mentari pagi menyinari permukaan air yang tenang di bawah jembatan baru berwarna merah dan putih itu. Ribuan warga Dumai dan sekitarnya berdesakan di seki
Mentari pagi menyinari permukaan air yang tenang di bawah jembatan baru berwarna merah dan putih itu. Ribuan warga Dumai dan sekitarnya berdesakan di sekitar panggung utama, sebagian memanjat pohon atau atap rumah warga demi bisa menyaksikan langsung kedatangan orang nomor satu di institusi kepolisian Indonesia. Suasana haru dan bangga menyelimuti acara peresmian 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau, Rabu (8/7/2026).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung seremoni tersebut. Sebanyak 80 jembatan dari total target 110 unit telah berhasil dirampungkan dan resmi digunakan untuk membuka konektivitas di daerah-daerah terisolasi. Dengan peresmian ini, Riau menjadi provinsi dengan penerima manfaat terbanyak dari program unggulan Polri yang dimulai sejak 2022 silam.
Peresmian yang Mewakili Harapan Desa Terpencil
Lokasi peresmian dipusatkan di Jembatan Penghubung Desa Purnama–Pelintung, Kota Dumai, sebuah jembatan sepanjang 45 meter dengan lebar 4 meter yang sebelumnya hanya berupa titian kayu rapuh. Warga harus mempertaruhkan nyawa setiap kali menyeberang, terutama saat musim hujan ketika debit air Sungai Dumai meninggi.
"Dulu anak-anak kami kalau ke sekolah kalau hujan deras tidak berani melintas. Sekarang, kami seperti mimpi punya jembatan sekuat ini," ujar Rohana (52), warga Desa Purnama, dengan suara bergetar menahan tangis haru.
Kapolri dalam sambutannya menekankan bahwa program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya membangun jembatan kepercayaan antara polisi dan masyarakat. Total anggaran untuk 80 jembatan di Riau mencapai Rp 87,3 miliar, bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sumbangan personel Polri, dan dukungan pemerintah daerah.
Sinergi yang Membuahkan Pujian
Keberhasilan program ini di Riau tak lepas dari peran Kapolda Riau, Irjen Pol. Mohammad Iqbal, yang turun langsung memantau progres pembangunan setiap pekan. Kehadirannya di tengah lumpur dan terik matahari saat meninjau proyek menjadi cerita yang bergulir di antara warga dan relawan.
Kapolri secara terbuka memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Riau dan jajarannya. "Saya tidak segan menyampaikan bahwa Pak Kapolda Riau dan seluruh personelnya telah bekerja luar biasa. Ini contoh nyata bagaimana institusi Polri hadir dan dirasakan manfaatnya langsung oleh rakyat," tegas Sigit di atas podium.
Hingga Juli 2026, Polri telah membangun sebanyak 2.540 jembatan di seluruh Indonesia melalui program Jembatan Merah Putih Presisi. Dari jumlah tersebut, 310 unit berada di Sumatera, dan 110 di antaranya dialokasikan khusus untuk Provinsi Riau yang memiliki banyak daerah aliran sungai dan lahan gambut yang sulit dijangkau.
Jembatan yang Mengubah Ekonomi Desa
Lebih dari sekadar akses transportasi, jembatan-jembatan ini telah memotong rantai distribusi hasil pertanian dan perkebunan rakyat. Di Kabupaten Indragiri Hilir, misalnya, petani kelapa yang sebelumnya harus memutar 12 kilometer kini hanya perlu menempuh 2 kilometer untuk mencapai pasar terdekat. Rata-rata waktu tempuh warga ke fasilitas kesehatan dan pendidikan terpangkas hingga 70 persen.
"Harga kelapa di desa kami naik dari Rp 3.000 jadi Rp 5.500 per butir karena truk pengangkut sekarang bisa masuk. Ini perubahan nyata bagi kami," jelas Syamsul Bahri, Kepala Desa Teluk Dalam, Kabupaten Indragiri Hilir.
Program ini juga melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja selama pembangunan, menciptakan efek ekonomi bergulir di tingkat desa. Polri mencatat lebih dari 1.200 warga Riau dilibatkan dalam proyek padat karya selama pembangunan 80 jembatan tersebut.
Sisa 30 jembatan yang belum selesai ditargetkan akan diresmikan pada akhir Agustus 2026. Kapolri meminta agar kualitas dan ketepatan waktu tetap menjadi prioritas utama tanpa mengorbankan keselamatan konstruksi. "Kita tidak sedang mengejar seremoni, kita sedang mengejar kepercayaan rakyat," pungkasnya.
Masa Depan Konektivitas Riau
Pemerintah Provinsi Riau menyambut positif percepatan infrastruktur ini. Gubernur Riau menegaskan akan melanjutkan perawatan jembatan melalui alokasi APBD dan membentuk kelompok masyarakat pengawas di setiap desa. Dengan rampungnya seluruh 110 jembatan, sekitar 180.000 warga di 90 desa terisolasi akan terkoneksi secara permanen ke pusat-pusat ekonomi dan layanan publik.
Hari itu, di bawah jembatan merah putih yang gagah, seorang nenek berusia 70 tahun yang lahir dan besar di Desa Purnama menangis pelan. "Saya tidak menyangka di umur saya yang sudah tua ini bisa melihat jembatan ini berdiri," bisiknya, sembari mengusap sudut matanya dengan ujung selendang lusuh.
Comments (0)