Aug 24, 2026
Politik

Setelah Sepuluh Tahun, Yuni Bertemu Sang Ibu Berkat Program BRI

Rindu yang dipendam selama sepuluh tahun akhirnya sirna ketika Yuni Lestari, pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan, dipertemukan kembali dengan ibunya di Indonesia. Peristiwa yang sarat haru terseb...

Setelah Sepuluh Tahun, Yuni Bertemu Sang Ibu Berkat Program BRI

Rindu yang dipendam selama sepuluh tahun akhirnya sirna ketika Yuni Lestari, pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan, dipertemukan kembali dengan ibunya di Indonesia. Peristiwa yang sarat haru tersebut terwujud berkat fasilitas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) melalui program Tali Kasih, yang antara lain menanggung biaya perjalanan pulang sang pekerja migran ke tanah air.

Momen Haru Setelah Satu Dekade Berpisah

Sejak keberangkatannya ke Taiwan sekitar sepuluh tahun silam, Yuni belum pernah sekalipun menjejakkan kaki di kampung halaman untuk bertemu keluarga. Jarak dan kesibukan bekerja membuatnya terus menunda rencana pulang, sementara kerinduan kepada ibu kandungnya tak pernah surut. Titik temu akhirnya terjadi ketika BRI menghadirkan program Tali Kasih, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mendampingi para PMI beserta keluarganya.

"Sepuluh tahun menahan rindu, akhirnya saya bisa memeluk ibu lagi. Rasanya seperti mimpi," ujar Yuni Lestari, PMI di Taiwan, saat menggambarkan perasaan haru dalam pertemuan tersebut.

Momen pertemuan ibu dan anak itu berlangsung dalam suasana penuh haru. Pelukan yang lama ditahan, tangis bahagia, serta senyum yang tidak kunjung hilang mewarnai detik-detik pertama kebersamaan mereka dalam satu dekade terakhir.

Tali Kasih, Wujud Kepedulian BRI kepada PMI

Program Tali Kasih merupakan salah satu bentuk kepedulian BRI terhadap nasib pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri. Melalui program tersebut, bank pelat merah ini tidak hanya memfasilitasi pertemuan keluarga, tetapi juga menanggung biaya tiket kepulangan PMI ke tanah air. Langkah ini dinilai sejalan dengan semangat BRI dalam memberikan layanan yang menyentuh kebutuhan nasabah, termasuk mereka yang berada jauh dari keluarga.

"BRI berkomitmen mendampingi pekerja migran Indonesia melalui berbagai program, salah satunya Tali Kasih yang mempertemukan kembali Yuni dengan ibunya," demikian pernyataan jajaran manajemen BRI dalam keterangan resminya.

Keputusan BRI untuk menggulirkan program tersebut ditetapkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Dalam rapat internal, program ini dirancang agar dapat menjangkau PMI di berbagai negara penempatan, tidak terkecuali Taiwan yang menjadi salah satu tujuan utama pekerja migran asal Indonesia.

Dukungan Berkelanjutan bagi Pekerja Migran

Kehadiran BRI di tengah komunitas PMI tidak berhenti pada momen seremonial belaka. Perusahaan menindaklanjuti program Tali Kasih dengan sejumlah layanan pendukung, mulai dari fasilitas pengiriman remitansi hingga kemudahan akses perbankan bagi keluarga yang ditinggalkan di tanah air. Dengan demikian, manfaat program dirasakan secara berkelanjutan, baik oleh pekerja di luar negeri maupun keluarga di kampung halaman.

Bagi Yuni, dukungan tersebut bermakna lebih dari sekadar bantuan perjalanan. Ia menyatakan bahwa kehadiran BRI di tengah perjuangannya sebagai PMI memberikan kekuatan tersendiri, terutama saat harus berjauhan dari orang-orang terkasih.

"Bantuan ini bukan sekadar tiket, tetapi kehadiran yang mengingatkan bahwa kami, para pekerja migran, tidak berjuang sendiri," ujarnya.

Kisah Yuni menjadi pengingat bahwa di balik angka pengiriman remitansi yang besar dari tenaga kerja Indonesia di luar negeri, tersimpan kerinduan mendalam yang kadang tidak terlihat. Keberadaan lembaga keuangan seperti BRI yang peduli terhadap dimensi kemanusiaan para nasabahnya dinilai mampu memberikan dampak positif, baik secara ekonomi maupun emosional.

Taiwan sendiri menjadi salah satu negara penempatan terbesar bagi pekerja migran Indonesia. Setiap tahun, ribuan tenaga kerja diberangkatkan ke sana untuk bekerja di sektor manufaktur, perawatan lansia, hingga perikanan. Dalam konteks tersebut, program-program yang menyentuh kebutuhan PMI, termasuk reunifikasi keluarga, dinilai penting untuk terus dikembangkan.

BRI menegaskan bahwa komitmennya terhadap PMI merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem layanan keuangan inklusif. Melalui Tali Kasih, perusahaan ingin memastikan bahwa setiap pekerja migran merasa diperhatikan, tidak hanya dalam urusan transaksi finansial, tetapi juga dalam momen-momen penting kehidupan mereka.

Perjalanan Yuni dan ibunya yang dipertemukan kembali setelah satu dekade kini menjadi catatan manis dalam sejarah program Tali Kasih. Bagi ribuan PMI lain yang masih menahan rindu, kisah ini diharapkan menjadi penguat harapan bahwa kepulangan dan kebersamaan dengan keluarga selalu mungkin diwujudkan, termasuk dengan dukungan institusi yang hadir di tengah mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User