JAKARTA — Kebakaran melanda sebuah rumah toko (ruko) yang difungsikan sebagai rumah kos dan tempat usaha fotokopi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin, 24 Agustus 2026. Dalam peristiwa tersebut, sejumlah penghuni kos melompat dari lantai dua demi menyelamatkan diri dari terjangan api dan kepulan asap yang memenuhi bangunan. Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam kebakaran yang terjadi pada siang hari itu.
Ruko berlantai dua tersebut selama ini ditempati puluhan penghuni kos yang sebagian besar bekerja di perkantoran dan pertokoan sekitar Tebet. Sementara itu, lantai dasar bangunan digunakan sebagai tempat usaha fotokopi yang menyimpan mesin serta tumpukan kertas dalam jumlah besar. Bahan mudah terbakar itulah yang menurut warga sekitar mempercepat meluasnya api ke lantai atas bangunan.
Kronologi Kebakaran
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, api pertama kali terlihat keluar dari bagian lantai dasar ruko tersebut. Melihat kepulan asap yang semakin membesar, sejumlah warga berteriak memberitahukan penghuni kos yang berada di lantai atas. Tidak berselang lama, kobaran api membesar dan menjalar ke lantai dua melalui tangga serta dinding bangunan.
Warga bersama petugas keamanan setempat kemudian berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam ringan, namun upaya itu tidak membuahkan hasil karena api telah membesar. Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan yang tiba di lokasi langsung berupaya menjinakkan api dan mengevakuasi para penghuni yang masih berada di dalam bangunan.
Kobaran api yang membesar sempat menyulitkan petugas dalam melakukan pemadaman. Bangunan kos tersebut berada di kawasan padat permukiman dan berdempetan dengan bangunan lain, sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah api merambat ke bangunan di sekitarnya.
"Kami menerjunkan sejumlah unit pemadam dan puluhan personel. Api berhasil dipadamkan setelah petugas bekerja selama beberapa jam," ujar seorang petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.
Penghuni Melompat dari Lantai Dua
Situasi menjadi mencekam ketika api dan asap pekat mulai menutupi akses tangga menuju lantai dua. Sebagian penghuni kos yang tidak sempat turun melalui tangga akhirnya mengambil keputusan ekstrem dengan melompat dari jendela lantai dua. Beberapa di antaranya mengalami luka akibat benturan saat mendarat di permukaan keras.
"Saat itu asap sudah tebal sekali, kami tidak bisa turun lewat tangga. Saya dan beberapa penghuni lain memutuskan melompat dari lantai dua agar bisa selamat," tutur seorang penghuni kos yang selamat dalam peristiwa tersebut.
Penghuni kos yang berhasil keluar kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis. Sebagian besar mengalami luka ringan, sementara beberapa lainnya menderita luka cukup serius akibat lompatan dari ketinggian lantai dua.
Empat Orang Meninggal Dunia
Dalam peristiwa kebakaran tersebut, empat orang ditemukan meninggal dunia di dalam bangunan. Para korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri karena terjebak di lantai dua yang saat itu telah dilalap api dan dipenuhi asap.
"Empat korban meninggal dunia dievakuasi petugas dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut," tutur seorang petugas yang menangani evakuasi di lokasi.
Hingga berita ini ditulis, identitas para korban masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian. Polisi juga masih menunggu keterangan dari sejumlah saksi untuk mengusut penyebab pasti kebakaran, termasuk dugaan korsleting listrik yang kerap menjadi pemicu kebakaran pada bangunan hunian.
Investigasi dan Imbauan Keselamatan
Pihak kepolisian bersama instansi terkait telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar penetapan penyebab kebakaran serta langkah hukum lanjutan apabila ditemukan unsur kelalaian dalam pengelolaan bangunan kos tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi pengelola rumah kos dan bangunan usaha agar senantiasa memeriksa instalasi listrik serta memastikan ketersediaan jalur evakuasi dan alat pemadam kebakaran. Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat setempat berencana melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan kos lainnya di kawasan Tebet guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.
Sementara itu, warga sekitar berharap pemerintah daerah segera melakukan pendataan dan pengawasan terhadap bangunan kos yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan. Mereka juga meminta agar akses jalan di lingkungan tersebut dapat dilalui kendaraan pemadam kebakaran dengan leluasa guna mempercepat penanganan apabila terjadi musibah serupa di kemudian hari.
Comments (0)