Pemerintah menetapkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026, dan hari tersebut ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026. Penetapan itu menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi tingkat kementerian yang digelar pada awal tahun, sekaligus menjadi rujukan resmi bagi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyelenggarakan peringatan kelahiran junjungan umat Islam tersebut.
Dalam kalender Hijriah, tanggal 12 Rabiul Awal 1448 H bertepatan dengan 25 Agustus 2026. Kementerian Agama menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan momentum untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai kegiatan telah dijadwalkan, mulai dari pembacaan shalawat, tabligh akbar, hingga pengajian yang digelar di masjid, pesantren, dan kantor pemerintahan.
Rangkaian Peringatan di Berbagai Daerah
Panitia peringatan Maulid Nabi tingkat nasional telah dibentuk melalui keputusan bersama Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia. Dalam rapat pleno yang digelar di Jakarta pada pekan ketiga Agustus 2026, panitia menetapkan tema besar peringatan tahun ini, yakni memperkuat persatuan umat dan keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW di tengah dinamika kebangsaan.
"Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin," kata Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi 1448 H, Ahmad Fauzi, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (24/8).
Di tingkat daerah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menyatakan kesiapan menyelenggarakan peringatan secara serentak. Masjid Istiqlal Jakarta dijadwalkan menjadi pusat peringatan tingkat nasional yang akan dihadiri unsur pemerintah, pimpinan lembaga negara, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam. Sejumlah pesantren besar di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan juga menggelar rangkaian kegiatan selama sepekan, meliputi khataman Al-Qur'an, lomba shalawat, dan santunan anak yatim.
Kesiapan Keamanan dan Ketertiban
Kepolisian Republik Indonesia menegaskan kesiapan pengamanan pada puncak peringatan Maulid Nabi 25 Agustus 2026. Dalam rapat koordinasi dengan jajaran TNI, pemerintah daerah, dan penyelenggara kegiatan, Polri menyatakan akan menerjunkan personel gabungan untuk mengamankan jalannya tabligh akbar dan kegiatan keagamaan di sejumlah titik.
Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di sekitar lokasi kegiatan utama guna mengantisipasi kepadatan massa. Masyarakat diimbau mematuhi arahan petugas dan memanfaatkan transportasi publik menuju lokasi peringatan. Pemerintah daerah juga diminta memastikan ketersediaan pos kesehatan dan tempat parkir bagi jamaah yang hadir.
"Kami memastikan seluruh rangkaian peringatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengamanan dilakukan sejak H-3 hingga pasca acara," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri dalam keterangan resminya, Senin (24/8).
Makna dan Pesan Maulid
Kementerian Agama menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini menjadi momentum introspeksi dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Dalam keterangan resminya, Kementerian Agama menyatakan peringatan Maulid sejalan dengan upaya menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat persatuan nasional.
Para ulama dan pimpinan ormas Islam yang dihubungi di sejumlah daerah menyampaikan pesan agar umat menjadikan peringatan Maulid sebagai waktu memperbanyak doa, introspeksi diri, serta meneladani sifat-sifat Nabi yang jujur, amanah, dan penyayang. Sebagian masyarakat juga memanfaatkan momen ini untuk berbagi ucapan dan doa melalui media sosial, dengan pesan-pesan yang mengajak pada kebaikan dan kedamaian.
Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, panitia daerah diwajibkan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan kepada pemerintah provinsi paling lambat tujuh hari setelah peringatan selesai. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan tertib administrasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan keagamaan yang dibiayai dari anggaran daerah maupun swadaya masyarakat.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi 1448 H berlangsung khidmat dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Setelah puncak peringatan pada 25 Agustus 2026, sejumlah kegiatan lanjutan seperti santunan sosial dan pengajian akbar dijadwalkan berlangsung hingga akhir bulan.
Comments (0)