Sebanyak 40 ibu rumah tangga di Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, tampil sebagai peraga busana berbahan sampah botol plastik daur ulang dalam fashion show bertajuk "Kemanggisan Berkarya" yang digelar di lapangan RW 05, akhir pekan ini. Sebanyak 25 rancangan busana hasil kreasi warga dipamerkan di atas catwalk untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah plastik rumah tangga.
Ketua Panitia Fashion Show Kemanggisan menyatakan bahwa seluruh busana yang tampil dikerjakan selama dua bulan, mulai dari pengumpulan botol, pemilahan, pencucian, hingga perangkaian menjadi gaun, rok, serta aksesori pelengkap. "Kami ingin membuktikan bahwa sampah botol plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat disulap menjadi karya busana yang layak tampil di hadapan publik," ujarnya kepada wartawan di sela kegiatan.
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program bank sampah tingkat RW yang berjalan sejak awal tahun 2026. Botol plastik yang dikumpulkan warga tidak seluruhnya dijual; sebagian disisihkan untuk kebutuhan kreativitas komunitas. Berdasarkan data panitia, dalam dua bulan terakhir terkumpul sekitar 1.200 botol plastik bekas yang kemudian disortir oleh puluhan peserta.
Tidak hanya gaun dan rok, para peserta juga menampilkan aksesori pendukung berupa tas, kalung, hingga mahkota yang dirangkai dari tutup botol plastik. Panitia menyebut produksi busana ini hampir tidak memerlukan biaya besar karena seluruh bahan baku berasal dari barang bekas yang tidak lagi terpakai, sehingga nilai ekonominya tetap terjangkau bagi warga.
Semangat Emak-emak Memungut Botol Bekas
Di balik kemegahan busana yang ditampilkan, terdapat kerja keras para peserta yang rela berkeliling permukiman untuk memungut botol plastik bekas. Sejumlah peserta mengaku memulai aktivitas sejak pagi hari, menyusuri gang-gang permukiman, kawasan pasar, hingga Tempat Pembuangan Sementara untuk mendapatkan bahan baku busana.
Salah seorang peserta yang juga kader PKK setempat menuturkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan berjalan kaki setiap hari untuk mengumpulkan botol yang tersebar di lingkungan sekitar. "Kami tidak malu memungut botol bekas, karena kegiatan ini sekaligus membersihkan lingkungan dan menyalurkan kreativitas," katanya.
Menurut peserta tersebut, botol yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan ukuran dan warna sebelum dicuci dan dijemur. Proses pemilahan dilakukan bersama-sama di balai RW setiap akhir pekan, sehingga kegiatan ini sekaligus mempererat kebersamaan dan gotong royong antarwarga.
Proses Kreatif di Balik Catwalk
Tahap pembuatan busana menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Botol plastik dipotong, dibentuk, dan dirangkai satu per satu menggunakan benang nilon hingga membentuk siluet gaun dan rok dengan berbagai paduan warna. Panitia menyebutkan bahwa setiap busana menghabiskan rata-rata 40 hingga 50 botol plastik.
Dalam proses kurasi karya, panitia membentuk dewan juri yang terdiri atas praktisi tata busana dan pegiat lingkungan. Melalui rapat pleno yang digelar sehari sebelum acara, dewan juri menetapkan tiga busana terbaik berdasarkan aspek kreativitas, kerapian, dan kekuatan pesan lingkungan.
Ketua panitia menambahkan bahwa penilaian tidak hanya bertumpu pada keindahan visual, tetapi juga pada ketepatan penggunaan material daur ulang. "Keputusan juri kami tetapkan secara musyawarah, dan seluruh peserta menerima hasilnya dengan lapang dada," ujarnya.
Dukungan Pemerintah dan Pesan Lingkungan
Lurah Kemanggisan menegaskan bahwa pemerintah kelurahan mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai wujud menindaklanjuti kebijakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Menurut dia, fashion show ini sejalan dengan semangat peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan sampah yang menekankan peran aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Camat Palmerah dalam keterangan terpisah menyatakan bahwa kegiatan serupa akan didorong untuk direplikasi di kelurahan lain di wilayahnya. Pihak kecamatan, lanjut dia, akan memfasilitasi pelatihan tata busana daur ulang bekerja sama dengan komunitas pegiat lingkungan melalui Rapat Koordinasi yang akan digelar pekan depan.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah plastik semakin meningkat. Sejumlah pengunjung yang hadir mengaku terinspirasi untuk memulai pengelolaan sampah di rumah masing-masing setelah menyaksikan pertunjukan tersebut.
Panitia berencana menjadikan fashion show busana daur ulang sebagai agenda tahunan dan membuka pendaftaran bagi kelurahan tetangga. Dengan begitu, semangat mengolah sampah menjadi karya bernilai ekonomi diharapkan terus tumbuh dari tingkat RW hingga kecamatan.
Comments (0)