Aug 24, 2026
Politik

Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Antre Bantuan Beras di Bogor

Kurniati (60), seorang warga lanjut usia, meninggal dunia saat mengantre pengambilan bantuan beras di Kota Bogor pada Senin (24/8/2026). Berdasarkan keterangan petugas di lokasi, korban diduga mengala...

Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Antre Bantuan Beras di Bogor

Kurniati (60), seorang warga lanjut usia, meninggal dunia saat mengantre pengambilan bantuan beras di Kota Bogor pada Senin (24/8/2026). Berdasarkan keterangan petugas di lokasi, korban diduga mengalami penurunan kondisi kesehatan secara mendadak lantaran memiliki riwayat penyakit, dan bersikeras mengambil bantuan tersebut secara mandiri tanpa didampingi keluarga.

Peristiwa itu berlangsung di titik penyaluran bantuan pangan di wilayah Kota Bogor pada pagi hari. Petugas yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Kronologi Kejadian di Titik Penyaluran

Berdasarkan kesaksian sejumlah warga yang turut mengantre, korban tiba di lokasi penyaluran sejak pagi hari dan sempat terlihat lemas. Beberapa warga sempat mengingatkan korban agar menunggu pendamping dari keluarganya, tetapi korban menolak dan memilih tetap bertahan dalam antrean karena ingin menerima bantuannya sendiri.

"Korban sempat terlihat lemas, tetapi tetap bersikeras menunggu giliran karena ingin mengambil bantuannya sendiri," ujar seorang saksi di lokasi kejadian.

Saat giliran korban hampir tiba, korban tiba-tiba pingsan. Petugas keamanan dan relawan yang berjaga di lokasi langsung mengevakuasi korban serta memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke fasilitas kesehatan. Tim medis yang menangani menyatakan korban meninggal dunia sesaat setelah tiba, diduga akibat komplikasi kondisi kesehatannya.

Riwayat Penyakit dan Penanganan Medis

Dinas Sosial Kota Bogor menyatakan bahwa korban tercatat memiliki riwayat penyakit tertentu dan telah lama menjadi penerima manfaat bantuan sosial. Karena itu, korban sebenarnya telah diimbau agar pengambilan bantuannya dapat diwakilkan kepada anggota keluarga, termasuk pada penyaluran bantuan beras yang tengah berlangsung tersebut.

"Korban memiliki riwayat penyakit dan telah diimbau untuk diwakilkan keluarga, tetapi yang bersangkutan bersikeras mengambil bantuannya sendiri," ujar seorang petugas Dinas Sosial Kota Bogor.

Petugas menambahkan bahwa pendampingan terhadap penerima manfaat lanjut usia yang memiliki kondisi kesehatan rentan merupakan prosedur yang selama ini diterapkan dalam penyaluran bantuan. Namun, dalam pelaksanaan di lapangan, tidak semua penerima manfaat bersedia didampingi, sehingga pengawasan terhadap kondisi mereka menjadi tantangan tersendiri.

Langkah Pemerintah dan Evaluasi Penyaluran

Pemerintah Kota Bogor menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan menggelar Rapat Koordinasi bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta pihak kecamatan dan kelurahan setempat. Dalam rapat tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya memperketat pendampingan terhadap penerima manfaat lanjut usia pada setiap tahapan penyaluran bantuan sosial.

Pemerintah juga memastikan proses verifikasi data penerima manfaat terus diperbarui, termasuk memetakan penerima yang memiliki kondisi kesehatan khusus. Berdasarkan data yang dihimpun, penyaluran bantuan beras di Kota Bogor menyasar ribuan keluarga penerima manfaat yang tersebar di sejumlah kecamatan.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan evaluasi menyeluruh dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang," ujar pejabat terkait dalam keterangan resminya.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah akan menyediakan pos kesehatan di titik-titik penyaluran serta memperlonggar mekanisme pengambilan bantuan melalui perwakilan keluarga bagi penerima yang berusia lanjut atau memiliki keterbatasan kondisi fisik.

Keluarga korban, menurut keterangan pihak kelurahan, telah menerima penjelasan mengenai kronologi kejadian dan proses penanganan yang dilakukan petugas. Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi penyelenggaraan bantuan sosial di daerah, terutama menyangkut perlindungan terhadap kelompok lanjut usia yang rentan. Pemerintah menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi dalam perbaikan tata kelola penyaluran bantuan pada periode berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User