Sebuah truk pengangkut material tambang mengalami gangguan mesin disertai keluarnya api dan asap di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 13.30 WIB. Peristiwa itu mengakibatkan arus lalu lintas di ruas jalan yang menjadi jalur utama menuju kawasan industri dan pergudangan Cilincing sempat tersendat selama kurang lebih 45 menit hingga petugas menyelesaikan evakuasi kendaraan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, kendaraan berat bermuatan material tambang itu melaju dari arah utara menuju arah selatan ketika tiba-tiba bagian mesin mengeluarkan kepulan asap tebal. Pengemudi yang menyadari adanya gangguan segera menepikan kendaraan ke bahu jalan dan mematikan mesin. Beberapa saat kemudian, muncul api di sekitar ruang mesin truk disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi sehingga menarik perhatian warga sekitar.
Kronologi dan Upaya Warga Memadamkan Api
Warga yang berada di sekitar lokasi bersama pengemudi dan kernet truk sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan dan air seadanya. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar ke bagian tangki bahan bakar kendaraan. Tidak lama berselang, laporan kejadian diteruskan ke pos pemadam kebakaran terdekat.
"Saya melihat asap hitam pekat keluar dari kap mesin, lalu muncul bara api. Warga langsung membantu menyemprot dengan air sebelum petugas pemadam tiba," kata seorang warga Cilincing yang menyaksikan kejadian, Senin (24/8/2026).
Insiden tersebut sempat membuat sejumlah pengguna jalan berhenti untuk menyaksikan, sehingga kepadatan kendaraan terjadi hampir di sepanjang ruas Jalan Raya Cilincing. Kendaraan roda dua maupun roda empat yang berada di belakang truk terpaksa menunggu hingga petugas membuka kembali sebagian lajur yang sempat ditutup demi keamanan.
Penanganan Petugas Pemadam Kebakaran
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran beserta delapan personel ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar 20 menit setelah tim tiba di tempat kejadian. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang terluka dalam peristiwa ini, sementara kerugian materiil belum dapat ditaksir secara pasti.
"Api berhasil kami jinakkan pada pukul 14.10 WIB. Dugaan sementara penyebabnya adalah korsleting pada sistem kelistrikan mesin. Tidak ada korban jiwa, hanya kendaraan yang mengalami kerusakan pada bagian mesin," ujar Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dalam keterangannya di lokasi.
Rekayasa Lalu Lintas dan Proses Evakuasi
Personel Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Utara yang tiba di lokasi segera mengatur arus kendaraan dan menutup sebagian badan jalan untuk memberi ruang bagi proses pemadaman. Rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus diberlakukan sementara, dengan kendaraan dialihkan melalui jalan alternatif di sekitar kawasan pergudangan. Kemacetan dilaporkan mengular hingga sekitar dua kilometer ke arah utara.
"Kami memberlakukan pengalihan arus dan menerjunkan empat personel untuk mengurai kepadatan. Setelah truk berhasil dievakuasi menggunakan kendaraan derek, arus lalu lintas kami kembalikan normal," ujar Kasatlantas Polres Metro Jakarta Utara.
Proses evakuasi truk menggunakan kendaraan derek berlangsung sekitar 30 menit. Setelah kendaraan berat tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih aman, petugas membersihkan sisa material dan genangan air bekas pemadaman di badan jalan. Arus lalu lintas di Jalan Raya Cilincing dinyatakan kembali normal sekitar pukul 14.30 WIB.
Imbauan Bagi Pengemudi Angkutan Barang
Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat kepolisian mengimbau para pengemudi truk tambang dan angkutan barang untuk melakukan pemeriksaan kendaraan secara berkala, terutama pada sistem kelistrikan dan rem, sebelum beroperasi. Jalan Raya Cilincing merupakan salah satu ruas yang padat aktivitas industri, sehingga kendaraan yang bermasalah berpotensi besar menghambat arus lalu lintas.
"Kami mengimbau pengemudi angkutan tambang agar memastikan kondisi kendaraan laik jalan sebelum berangkat. Pemeriksaan berkala sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang," tegasnya.
Pihak kepolisian menyatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan kendaraan angkutan tambang yang melintas di wilayah Jakarta Utara. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya keselamatan operasional kendaraan angkutan berat di tengah tingginya aktivitas distribusi logistik di kawasan Cilincing.
Comments (0)