Seribu Guru Pedalaman Mappi Dilatih UNJ dan Billy Mambrasar

Mappi, Papua Selatan — Sebanyak 1.000 tenaga pendidik yang bertugas di wilayah pedalaman Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan, mengikuti program pelatihan peningkatan kapasitas yang diselenggarak...

Jul 12, 2026 - 05:35
0 1

Mappi, Papua Selatan — Sebanyak 1.000 tenaga pendidik yang bertugas di wilayah pedalaman Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan, mengikuti program pelatihan peningkatan kapasitas yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi dan Edukasi, Billy Mambrasar. Inisiatif ini melibatkan 46 profesor dan dosen dari berbagai disiplin ilmu di UNJ yang diterjunkan langsung ke sejumlah distrik terpencil selama dua pekan, sejak 10 hingga 24 Maret 2025.

Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., dalam sambutan pembukaan di Distrik Obaa menegaskan bahwa keterlibatan institusinya merupakan bagian dari tanggung jawab akademik untuk mempercepat transformasi pendidikan di Tanah Papua. “Kami mengerahkan para akademisi terbaik bukan untuk sekadar memberikan materi, melainkan untuk membangun paradigma baru dalam pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan lokal,” ujarnya. Pelatihan ini menitikberatkan pada tiga pilar utama: literasi dasar, penguatan numerasi, serta pengembangan karakter berbasis kearifan lokal.

Metode Pelatihan Berbasis Praktik

Selama masa pelatihan, para guru menerima modul terstruktur yang menggabungkan sesi teori dan praktik mengajar di kelas dengan bimbingan langsung dari dosen pendamping. Setiap dosen UNJ bertanggung jawab atas 20–25 guru yang dikelompokkan berdasarkan jenjang pengajaran, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan kondisi geografis dan sosial-budaya Mappi, di mana akses terhadap sumber belajar digital masih sangat terbatas.

Billy Mambrasar, yang juga putra asli Papua dan telah lama mengadvokasi pendidikan di wilayah timur Indonesia, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan efek berganda.

“Kami tidak hanya melatih guru, tapi juga menyiapkan mereka menjadi mentor bagi rekan sejawat di sekolah masing-masing. Hari ini 1.000 guru, besok mereka akan membina 5.000 guru lainnya,”
tegasnya di sela-sela peninjauan di Distrik Assue. Data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi mencatat, dari total 1.280 guru di daerah itu, sekitar 78 persen belum pernah mengikuti pelatihan bersertifikat nasional dalam tiga tahun terakhir, sehingga intervensi ini dinilai sangat strategis.

Respons Guru dan Pemerintah Daerah

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta yang sebagian besar harus menempuh perjalanan hingga dua hari berjalan kaki atau menggunakan perahu motor untuk mencapai lokasi pelatihan. Marta Yewi, seorang guru SD di Kampung Yame, Distrik Ti Zain, mengaku baru pertama kali mendapatkan bimbingan dari dosen universitas negeri. “Saya belajar cara mengajar membaca tanpa harus bergantung pada buku cetak. Kami diajari membuat alat peraga dari daun, batu, dan bahan alam yang ada di sekitar,” katanya. Para guru juga dibekali teknik penanganan anak dengan kebutuhan khusus, mengingat tingginya angka putus sekolah di beberapa kampung akibat minimnya pendekatan inklusif.

Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu, menyampaikan apresiasi kepada UNJ dan Billy Mambrasar atas inisiatif yang menyasar langsung jantung permasalahan SDM di daerahnya. Dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor bupati pada 28 Maret 2025, ia menegaskan akan mengalokasikan anggaran pendampingan pascapelatihan melalui APBD Perubahan 2025.

“Kami telah menyepakati program tindak lanjut berupa monitoring dan evaluasi setiap triwulan, dengan melibatkan pengawas sekolah dan dosen UNJ secara daring,”
ujarnya. Pemkab juga berencana membangun pusat belajar guru (PBG) di tiga distrik sebagai simpul pengembangan profesional berkelanjutan.

Dampak Jangka Panjang bagi Papua Selatan

Provinsi Papua Selatan yang baru dimekarkan pada 2022 masih menghadapi tantangan serius dalam indikator pendidikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Maret 2025, rata-rata lama sekolah penduduk di Kabupaten Mappi baru mencapai 4,7 tahun, jauh di bawah rata-rata nasional yang berada di angka 9,1 tahun. Dengan peningkatan kompetensi 1.000 guru, diharapkan terjadi percepatan perbaikan hasil belajar siswa yang akan terukur melalui asesmen nasional pada akhir 2025.

Billy Mambrasar menambahkan bahwa program ini merupakan pilot project yang akan direplikasi di lima kabupaten lain di Papua Selatan sepanjang 2025–2026, dengan dukungan dana dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta mitra pembangunan internasional.

“Target kami jelas: sebelum 2030, seluruh guru di Tanah Papua, khususnya di pedalaman, wajib mendapatkan intervensi serupa. Ini bagian dari komitmen menuntaskan kesenjangan pendidikan dari pinggiran,”
tegas alumnus Universitas Oxford itu. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari gerakan “Papua Cerdas 2030” yang digaungkannya bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Keberhasilan tahap pertama di Mappi akan dievaluasi melalui uji kompetensi guru pada Mei 2025 dan survei praktik pembelajaran di kelas pada akhir semester ganjil. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan modul pelatihan dan penentuan daerah sasaran berikutnya. Dengan langkah ini, pemerintah dan akademisi berharap dapat membalikkan potret buram literasi dan numerasi di salah satu wilayah terujung Indonesia, sekaligus menempatkan guru sebagai aktor utama dalam pembangunan sumber daya manusia Papua Selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User