Sekjen Kemendagri Hadiri Sosialisasi KUR Perumahan di Bandung

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir menghadiri kegiatan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan yang digelar di Gedung Balarea Summarecon, Bandung, Jawa Barat. Keha...

Jul 16, 2026 - 02:25
0 0
Sekjen Kemendagri Hadiri Sosialisasi KUR Perumahan di Bandung

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir menghadiri kegiatan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan yang digelar di Gedung Balarea Summarecon, Bandung, Jawa Barat. Kehadiran pejabat pimpinan tinggi madya tersebut menegaskan komitmen Kemendagri dalam mempercepat pemerataan akses pembiayaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus memperkuat koordinasi vertikal antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan backlog perumahan nasional yang telah lama menjadi agenda prioritas pembangunan.

Dalam keterangannya, Tomsi Tohir menyatakan bahwa program KUR perumahan merupakan bagian integral dari kebijakan nasional yang ditetapkan untuk menindaklanjuti target pembangunan hunian berkualitas dan terjangkau. Ia menegaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri terus mendorong sinergi antarstakeholder, termasuk pemerintah provinsi, kabupaten/kota, perbankan pelaksana, serta pelaku usaha pengembang, guna memastikan alokasi kredit dapat menjangkau kelompok masyarakat yang memerlukan dukungan pembiayaan dalam memperoleh rumah tinggal yang memenuhi standar kelayakan.

Komitmen Pemerintah dalam Sektor Perumahan Rakyat

Pemerintah telah mengambil sejumlah keputusan strategis guna memperluas cakupan program perumahan rakyat melalui skema KUR yang telah disahkan dalam kerangka regulasi keuangan mikro dan perbankan. Berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah daerah memiliki kewenangan dan tanggung jawab konstitusional dalam menyediakan lahan serta memfasilitasi perizinan pembangunan rumah sederhana dan rumah sangat sederhana. Dalam rapat koordinasi antarinstansi yang telah berlangsung secara berkala di tingkat pusat maupun daerah, pihak Kemendagri terus mengingatkan pentingnya peran provinsi Jawa Barat dan jajaran pemerintah kota Bandung dalam menyukseskan program tersebut di tingkat operasional dengan pendekatan berbasis data dan partisipasi masyarakat.

Tomsi Tohir menegaskan bahwa sosialisasi yang digelar di kawasan Summarecon Bandung bukan sekadar pertemuan formal, melainkan momentum penting untuk menyelaraskan pemahaman seluruh pihak terkait mengenai mekanisme, target, serta kendala implementasi. "Kementerian Dalam Negeri berkomitmen untuk memastikan setiap kebijakan perumahan dapat diimplementasikan secara konkret dan terukur di daerah. Koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi Jawa Barat dan jajaran pemerintah kota Bandung menjadi kunci agar manfaat KUR perumahan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, bukan hanya menjadi program di atas kertas," ujar Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir.

Peran Pemda dan Ekosistem Pembiayaan

Keberhasilan program KUR perumahan sangat bergantung pada kesiapan ekosistem pembiayaan dan kemudahan administrasi di tingkat lokal yang menjadi domain utama pemerintah daerah. Pemerintah daerah diminta untuk aktif memetakan kebutuhan hunian warga, menyediakan data valid terkait permukiman kumuh, serta membuka akses perizinan yang cepat dan transparan bagi pengembang yang membangun unit-unit rumah rakyat. Dalam konteks tersebut, Kemendagri menegaskan bahwa insentif fiskal dan kemudahan nonfiskal bagi pengembang perumahan rakyat harus dijaga konsistensinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak terjadi distorsi harga di pasaran perumahan sederhana.

Selain itu, lembaga perbankan pelaksana KUR diharapkan dapat menyederhanakan persyaratan agar debitur calon pemilik rumah tidak menghadapi hambatan birokratis yang berkepanjangan. Sosialisasi di Gedung Balarea Summarecon menjadi wadah untuk menjelaskan secara rinci mekanisme pengajuan, plafon kredit, jangka waktu angsuran, serta prosedur penetapan suku bunga yang bersubsidi kepada para peserta. Hadir dalam forum tersebut perwakilan dari asosiasi pengembang, aparatur sipil daerah, serta pelaku usaha kecil menengah yang turut menjadi motor penggerak penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi dan perumahan.

Target dan Evaluasi Kebijakan

Pemerintah menetapkan target penambahan stok rumah layak hunian sebagai bagian dari agenda jangka menengah dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar warga negara. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan evaluasi berkala terhadap penyerapan anggaran, realisasi kredit perumahan, dan capaian indeks kelayakan hunian di masing-masing wilayah. Tomsi Tohir menyatakan bahwa Kemendagri akan mengintensifkan pengawasan teknis dan administratif terhadap pelaksanaan program ini melalui unit-unit vertikal dan inspektorat di daerah guna memastikan akuntabilitas penggunaan dana publik.

"Kami akan menindaklanjuti hasil sosialisasi ini dengan penguatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam mengelola data perumahan, memfasilitasi kerja sama dengan perbankan, dan memantau perkembangan realisasi target secara berkala. Tidak ada gunanya kebijakan bagus jika implementasinya mandeg di tengah jalan karena lemahnya koordinasi lapangan dan kurangnya pemahaman teknis di tingkat daerah," tegas Tomsi Tohir.

Dengan diselenggarakannya kegiatan di Bandung, pemerintah berharap sinergi antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota semakin terjalin erat dalam satu kesatuan gerak pembangunan perumahan. Partisipasi aktif dari Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri dalam forum tersebut diharapkan menjadi sinyal kuat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi pembangunan perumahan yang berkeadilan, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User