Pencurian Perabotan Lumpuhkan Dapur MBG Mojokerto, Pelaku Ditangkap
Bambang Sutrisno, 34, warga Desa Pulosari, Kecamatan Mojosari, ditetapkan sebagai tersangka pencurian perabotan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Aksi...
Bambang Sutrisno, 34, warga Desa Pulosari, Kecamatan Mojosari, ditetapkan sebagai tersangka pencurian perabotan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Aksi yang terjadi pada Selasa dini hari, 15 Juli 2026, tersebut mengakibatkan fasilitas penyediaan makan bergizi gratis untuk 450 siswa sekolah dasar dan balita di wilayah itu gagal beroperasi. Pelaku, yang beraksi sendirian dengan merusak gembok pintu samping dan menggondel peralatan memasak, berhasil diamankan tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mojokerto dalam kurun waktu 12 jam setelah laporan masuk.
Modus Operandi dan Pengungkapan Kasus
AKBP. Dwi Prasetyo, S.I.K., M.H., selaku Kapolres Mojokerto, menyatakan bahwa pelaku tiba di lokasi sekitar pukul 02.30 WIB dengan menggunakan sepeda motor. "Tersangka membobol gembok pintu belakang menggunakan alat prying tool yang dibawa dari rumah. Selanjutnya, ia mengangkut kompor gas industri berkapasitas 23 kilogram, lima buah panci stainless steel berdiameter besar, satu set pisau dapur, talenan, timbangan digital, serta perlengkapan makan lainnya dengan karung terpal," ujar AKBP. Dwi Prasetyo saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Rabu (16/7/2026).
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Dalam proses penyidikan, penyidik menegaskan bahwa barang bukti telah diamankan di kediaman pelaku dalam kondisi sebagian besar utuh. Berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, Satreskrim Polres Mojokerto menindaklanjuti laporan dengan membentuk tim khusus yang berhasil mengidentifikasi pelaku melalui rekaman kamera pengawas dan jejak digital yang ditinggalkan di lokasi kejadian.
Dampak Terhadap Layanan Makan Bergizi Gratis
Dr. H. Ahmad Fauzi, M.Si., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, menegaskan bahwa kejadian ini secara signifikan mengganggu distribusi layanan MBG yang telah ditetapkan dalam keputusan Bupati Mojokerto. "Kami menyatakan dengan tegas bahwa pada hari operasional, Selasa (15/7), Dapur MBG Mojosari tidak dapat memproduksi satu porsi pun akibat kehilangan peralatan vital. Akibatnya, 450 paket makanan untuk siswa kelas I hingga VI SD Negeri Mojosari I dan balita di Posyandu Melati tidak tersalurkan sesuai jadwal," jelasnya.
Koordinator Lapangan Dapur MBG Mojosari, Siti Aminah, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan Rapat Koordinasi darurat dengan perangkat desa dan relawan untuk mengalihkan sementara distribusi makanan ke dapur cadangan yang berlokasi di Desa Ngawen. Namun demikian, kapasitas dapur cadangan hanya mampu menampung 150 porsi per hari sehingga terjadi defisit layanan yang cukup besar. Siti Aminah menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti perbaikan sistem keamanan dengan memasang kunci ganda dan menambah petugas jaga malam di seluruh dapur MBG yang berada dalam wilayah kerjanya.
Langkah Konkret dan Dukungan Fraksi DPRD
Menyikapi peristiwa tersebut, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Partai Golkar di DPRD Kabupaten Mojokerto menggelar rapat pleno bersama eksekutif pada Rabu sore. Dalam rapat tersebut, disahkan rencana anggaran darurat untuk pengamanan dan penggantian peralatan Dapur MBG di seluruh kecamatan se-Kabupaten Mojokerto. Ketua Fraksi PDI Perjuangan, H. Slamet Riyadi, S.E., menegaskan bahwa pihaknya bersama Fraksi Golkar telah menyepakati alokasi dana hibah pengamanan sebesar Rp 450 juta yang akan ditetapkan melalui keputusan pimpinan DPRD.
"Kami menegaskan komitmen semua fraksi untuk menindaklanjuti program MBG agar tidak terhambat oleh aksi kriminal. Berdasarkan hasil rapat pleno, kami menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polres Mojokerto dalam mengusut tuntas kasus ini dan mengimbau pemerintah desa untuk meningkatkan pengawasan bersama masyarakat," tutur H. Slamet Riyadi di hadapan wartawan usai rapat.
Sementara itu, Pemkab Mojokerto dalam rapat koordinasi teknis di Pendopo Agung menetapkan sejumlah kebijakan untuk memperkuat sistem pengamanan aset program pemerintah. Di antaranya, pemasangan sistem kamera pengawas terintegrasi di 27 dapur MBG, penambahan personel satuan pengamanan, dan sosialisasi kepada warga untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas publik. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan optimal di Dapur MBG Mojosari dan sekitarnya tanpa hambatan serupa di masa mendatang.
Comments (0)