JPO Kapten Tendean Dibongkar, Arus Lalu Lintas Kembali Normal
JAKARTA — Akses lalu lintas dari Mampang menuju Kuningan melalui Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, pulih sepenuhnya pada pagi ini, Selasa (4/2), setelah tim teknis merampungkan pembongkaran Jem...
JAKARTA — Akses lalu lintas dari Mampang menuju Kuningan melalui Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, pulih sepenuhnya pada pagi ini, Selasa (4/2), setelah tim teknis merampungkan pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang rusak parah akibat insiden penabrakan oleh sebuah truk pada dini hari. Jalan yang sebelumnya ditutup total untuk proses evakuasi kini telah dibuka kembali bagi seluruh jenis kendaraan bermotor.
Setelah rangka baja jembatan dan sisa-sisa konstruksi berhasil diangkut menggunakan alat berat, petugas dari Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, serta unsur kewilayahan langsung melakukan pembersihan akhir dan pengaturan ulang rekayasa lalu lintas. Hasilnya, kendaraan dari dua arah dapat melintas dengan normal meskipun volume lalu lintas pada jam sibuk pagi ini terpantau lebih padat dibandingkan hari biasa.
Kronologi dan Respons Cepat Pihak Berwenang
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara, insiden bermula sekitar pukul 03.45 WIB ketika sebuah truk pengangkut kontainer melaju dari arah Mampang menuju Pancoran. Truk dengan nomor polisi B 9243 TY itu diduga melanggar batas ketinggian karena bak muatannya dalam posisi terangkat, sehingga membentur struktur bawah JPO secara keras. Benturan tersebut menyebabkan kerangka jembatan bergeser dari tumpuan dan sebagian badan jalan tertutup puing. Beruntung tidak ada korban jiwa, karena pada waktu kejadian aktivitas pejalan kaki masih sepi.
“Pengemudi truk berhasil diamankan dan kini sedang menjalani pemeriksaan oleh Unit Gakkum Satlantas. Dari hasil tes awal, tidak ditemukan indikasi pengaruh alkohol, tetapi dugaan kelalaian karena tidak memastikan posisi bak sudah diturunkan sebelum melaju di kolong jembatan menjadi fokus penyelidikan,” jelas Kompol Ridwan Santoso, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, saat ditemui di lokasi.
Tim gabungan yang tiba kurang dari 30 menit setelah laporan masuk langsung menutup ruas Jalan Kapten Tendean, mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif melalui Jalan Gatot Subroto dan Jalan Mampang Prapatan, serta mendatangkan dua unit mobil crane dan tim ahli struktur dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta. Proses asesmen awal dilakukan untuk memastikan tidak ada bagian jembatan yang berpotensi ambruk susulan sebelum operasi pembongkaran dimulai.
Proses Pembongkaran dan Kendala di Lapangan
Pembongkaran JPO sepanjang 28 meter dengan lebar bentang sekitar 3 meter itu berlangsung sejak pukul 05.00 WIB. Tahapan dimulai dengan pemotongan sambungan baja menggunakan las asetilin, lalu dilanjutkan penurunan bentang utama dengan metode pengangkatan bertahap oleh dua crane berkapasitas 25 ton. Seluruh elemen jembatan—mulai dari lantai pijakan, pagar pengaman, hingga tiang penyangga—dipotong menjadi segmen-segmen yang lebih kecil untuk memudahkan pengangkutan menuju tempat penampungan material.
Irwan Haryanto, Kepala Seksi Jembatan Dinas Bina Marga DKI, menyampaikan bahwa jembatan yang dibangun pada tahun 2008 itu memang sudah masuk dalam daftar evaluasi usia teknis. “Setelah insiden ini, kami akan mengusulkan percepatan audit menyeluruh terhadap 14 JPO lain di koridor Kapten Tendean–Pancoran yang memiliki tipologi serupa. Pembongkaran hari ini kami lakukan seefisien mungkin agar dampak kemacetan dapat diminimalkan, mengingat ruas ini merupakan arteri utama yang menghubungkan Kuningan dan Mampang,” ujarnya.
Selama pembongkaran, kepolisian menerapkan sistem buka-tutup secara sporadis bagi warga dan penghuni apartemen sekitar yang hanya bisa diakses melalui jalur lambat sisi barat. Meski demikian, kemacetan parah tetap terjadi di jalan-jalan pengalihan, terutama di simpang Jalan Gatot Subroto–Rasuna Said dan di sekitar underpass Mampang. Kepadatan mulai terurai signifikan setelah pukul 08.15 WIB, ketika seluruh material berhasil dievakuasi dan petugas kebersihan menyapu sisa-sisa serpihan kaca serta potongan besi yang tercecer.
Penataan Kembali dan Rencana Penggantian JPO
Dengan selesainya pembongkaran, Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga memastikan akan segera menindaklanjuti pembangunan JPO baru di titik yang sama. Proses lelang cepat direncanakan rampung dalam dua pekan ke depan, dengan konstruksi fisik ditargetkan tuntas pada triwulan kedua tahun ini. “Kami akan menggunakan struktur baja dengan standar keamanan dan tinggi bebas yang ditingkatkan untuk mengantisipasi kendaraan berdimensi besar. Sambil menunggu JPO baru berdiri, kami imbau warga yang ingin menyeberang untuk menggunakan pelican crossing sementara yang akan segera kami pasang atau menyeberang melalui jembatan terdekat di sekitar Halte Busway Tendean,” kata Rina Kusumawardani, Kepala Bidang Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan DKI.
Sejumlah pengendara yang rutin melintasi jalur tersebut menyambut baik kehadiran kembali akses tanpa hambatan. “Sejak subuh tadi saya sudah cek aplikasi peta digital dan memang ditutup total, jadi tadi pagi saya muter lewat Gatot Subroto. Sekarang Alhamdulillah sudah normal lagi, walaupun ramai seperti biasanya. Yang penting tidak ada lagi hambatan fisik di tengah jalan,” ungkap Dimas Arya, seorang karyawan swasta yang tinggal di Mampang dan bekerja di Kuningan.
Dihubungi terpisah, Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KNTN) melalui juru bicaranya menyatakan akan mempelajari insiden ini untuk memperkuat regulasi tentang pemasangan sensor peringatan ketinggian dan sanksi bagi pengemudi yang lalai menurunkan bak muatan di jalan arteri. Sementara itu, manajemen lalu lintas di sekitar lokasi masih akan dijaga oleh personel kepolisian hingga selesai jam sibuk sore hari untuk memastikan pengalihan arus tidak lagi diperlukan.
Dengan rampungnya pembongkaran dan normalisasi jalur, perhatian kini tertuju pada implementasi rekomendasi teknis serta kecepatan pembangunan fasilitas penyeberangan baru, agar mobilitas pejalan kaki dan pengendara di salah satu koridor tersibuk Jakarta Selatan ini tetap terlayani secara aman tanpa mengulangi kejadian serupa.
Baca juga:
Comments (0)