Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU Medan Kembali Beroperasi Normal
MEDAN — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan seluruh layanan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Medan
MEDAN — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan seluruh layanan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Medan dan sekitarnya telah kembali beroperasi normal sepenuhnya, setelah sebelumnya sempat mengalami gangguan distribusi akibat kendala teknis pada sistem penjadwalan pengiriman. Kepastian ini disampaikan langsung oleh manajemen Pertamina Patra Niaga pada Minggu sore (8/6/2026), menyusul laporan dari sejumlah konsumen yang mengeluhkan antrean panjang dan kelangkaan BBM di beberapa SPBU sejak akhir pekan lalu.
Kronologi Gangguan Distribusi BBM di Medan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gangguan distribusi BBM mulai terasa sejak Jumat (6/6/2026) ketika sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Medan Timur, Medan Kota, dan Medan Amplas mengalami keterlambatan pasokan. Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan utama, memicu kemacetan parah di beberapa titik strategis kota Medan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, mengonfirmasi bahwa gangguan tersebut dipicu oleh kendala pada sistem penjadwalan otomatis di Terminal BBM (TBBM) Labuhan Deli yang menyebabkan keterlambatan pengiriman armada tangki ke SPBU-SPBU terdampak. "Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat Medan. Gangguan ini murni bersifat teknis dan bukan disebabkan oleh kelangkaan stok BBM di terminal kami," ujar Susanto saat dikonfirmasi.
Langkah Cepat Pertamina Mengatasi Krisis
- Pengerahan Armada Tambahan: Pertamina Patra Niaga langsung mengerahkan 15 unit mobil tangki tambahan dari TBBM terdekat untuk mempercepat pengisian ke SPBU-SPBU yang mengalami kekosongan stok.
- Perbaikan Sistem TI: Tim teknis melakukan perbaikan menyeluruh pada sistem penjadwalan otomatis di TBBM Labuhan Deli dalam waktu kurang dari 24 jam.
- Pengalihan Pasokan: Sebanyak 12 SPBU prioritas di jalur utama Kota Medan menerima pasokan darurat langsung dari TBBM Pematang Siantar sebagai langkah antisipasi.
- Posko Pengaduan 24 Jam: Call center 135 diperkuat dengan 10 operator tambahan untuk menangani lonjakan aduan dan pertanyaan masyarakat Medan.
Hingga Sabtu malam (7/6/2026), sebanyak 87 dari total 94 SPBU di wilayah Kota Medan dan sekitarnya telah kembali menerima pasokan BBM secara normal. Tujuh SPBU sisanya yang berada di kawasan pinggiran kota menerima pengiriman penuh pada Minggu pagi (8/6/2026).
"Kami pastikan tidak ada kelangkaan stok. Cadangan BBM di TBBM Labuhan Deli saat ini mencapai 12.500 kiloliter untuk Pertalite dan 8.700 kiloliter untuk Biosolar, cukup untuk kebutuhan 10-12 hari ke depan wilayah Medan dan sekitarnya," tegas Susanto.
Dampak dan Respons Masyarakat
Gangguan distribusi BBM selama dua hari tersebut memicu keresahan di kalangan pengendara, khususnya pengemudi ojek online dan angkutan umum yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk operasional harian. Rudi Simatupang (38), seorang pengemudi taksi online di Medan, mengaku harus berpindah-pindah SPBU hingga tiga lokasi berbeda demi mendapatkan BBM pada Jumat malam. "Antrean bisa sampai satu jam lebih. Biasanya isi Pertalite cuma lima menit, ini malah muter-muter cari SPBU yang masih ada stoknya," keluhnya.
Di media sosial, tagar #BBMMedanLangka sempat menjadi trending topic lokal pada Sabtu pagi (7/6/2026), dengan ribuan warganet membagikan foto dan video antrean panjang di berbagai SPBU. Beberapa pengguna bahkan mengunggah keluhan disertai lokasi SPBU yang kehabisan stok, memicu gelombang kepanikan pembelian (panic buying) di kalangan masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, Damikrot, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan meminta agar distribusi BBM segera dinormalisasi. "Kami mengapresiasi langkah cepat Pertamina. Namun ke depan perlu ada sistem peringatan dini agar masyarakat tidak panik dan melakukan pembelian berlebihan," ujarnya.
Jaminan Keberlanjutan Pasokan
Untuk mencegah terulangnya gangguan serupa, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah mengimplementasikan tiga langkah strategis. Pertama, penerapan sistem pemantauan stok secara real-time di seluruh SPBU yang terintegrasi langsung dengan pusat kendali TBBM. Kedua, penambahan armada tangki cadangan sebanyak 20 unit yang disiagakan di titik-titik strategis Kota Medan. Ketiga, pengaturan ulang jadwal distribusi dengan sistem shift ganda untuk memastikan tidak ada SPBU yang mengalami kekosongan stok lebih dari 4 jam.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar, khususnya menjelang musim liburan sekolah yang diprediksi akan meningkatkan konsumsi BBM di Medan hingga 15-20 persen dari rata-rata harian. "Kami telah menyiapkan tambahan kuota BBM sebesar 8 persen untuk wilayah Medan selama periode liburan Juni-Juli 2026," ungkapnya.
Hingga Minggu malam (8/6/2026), pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pengisian BBM di seluruh SPBU Kota Medan telah kembali normal. Antrean kendaraan hanya terjadi pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari sebagaimana kondisi harian sebelum gangguan terjadi. Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat Medan untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan dan tetap menggunakan BBM sesuai peruntukan kendaraan masing-masing.
[SOCIAL_TWEET]: Pertamina Patra Niaga pastikan 94 SPBU di Medan kembali beroperasi normal setelah gangguan distribusi. Stok BBM aman 12.500 kiloliter cukup hingga 12 hari. Masyarakat diminta tidak panic buying. #BBMNormal #Medan #PertaminaPatraNiaga[SOCIAL_TG]: ⛽️ Update BBM Medan: Seluruh 94 SPBU sudah kembali normal! Stok BBM di TBBM Labuhan Deli surplus 12.500 KL, cukup 10-12 hari. Tenang, jangan borong ya sob 🙏
Comments (0)