Harga Emas Perhiasan 14 Januari 2026 Cenderung Naik di Tengah Dinamika Global

BANDA ACEH — Harga emas perhiasan di pasar domestik pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, menunjukkan kecenderungan menguat meskipun dibayangi volatilita

Jul 15, 2026 - 17:08
0 0
Harga Emas Perhiasan 14 Januari 2026 Cenderung Naik di Tengah Dinamika Global

BANDA ACEH — Harga emas perhiasan di pasar domestik pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, menunjukkan kecenderungan menguat meskipun dibayangi volatilitas global. Pantauan di sejumlah toko perhiasan, termasuk di Banda Aceh, memperlihatkan geliat aktivitas jual beli yang tetap ramai seiring dimulainya musim pernikahan dan meningkatnya minat investasi emas fisik. Laju emas kuning ini didorong sejumlah sentimen eksternal, terutama ketidakpastian arah suku bunga bank sentral utama dunia dan dinamika geopolitik yang masih belum mereda.

Pergerakan Harga dan Rincian Per Gram

Berdasarkan data yang dihimpun dari beberapa gerai emas terkemuka, harga emas perhiasan 24 karat pada Rabu ini bergerak di kisaran Rp 1.045.000 hingga Rp 1.062.000 per gram, naik tipis sekitar 0,4 persen dibandingkan posisi sehari sebelumnya. Sementara itu, emas 22 karat yang paling banyak diminati konsumen ritel di banderol pada rentang Rp 960.000–Rp 975.000 per gram. Kenaikan ini mengikuti pergerakan harga emas spot internasional yang bertengger di level US$ 2.370 per troy ons setelah sempat tertekan di awal pekan.

“Permintaan dari industri perhiasan domestik mulai meningkat pasca libur panjang, dan ini menjadi katalis tambahan bagi kenaikan harga lokal di luar faktor nilai tukar,” ujar analis komoditas dari PT Equityworld Futures, Rizky Aditya.

Kendati demikian, beberapa toko emas di Banda Aceh, seperti yang tampak dalam pantauan AFP, masih menawarkan diskon khusus untuk pembelian dalam jumlah tertentu demi menjaga daya beli konsumen. Hal ini menjadikan harga jual kembali (buyback) juga turut kompetitif di level Rp 920.000 per gram untuk emas 24 karat.

Sentimen Global yang Menentukan Arah

Pergerakan harga emas tidak lepas dari kebijakan bank sentral utama, terutama Federal Reserve (The Fed) dan Bank Sentral Eropa (ECB). Rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan pada awal Januari 2026 telah meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Alhasil, dolar AS sempat menguat dan menekan harga emas. Namun, ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah menjaga daya tarik emas sebagai aset safe haven, sehingga koreksi harga terbatas dan justru rebound.

Selain itu, permintaan dari bank sentral di negara berkembang yang terus mengakumulasi cadangan emas turut memberikan sokongan fundamental. Data World Gold Council menunjukkan pembelian emas oleh bank sentral global sepanjang 2025 mencapai lebih dari 1.100 ton, dan tren tersebut diprediksi berlanjut pada 2026.

Perspektif Industri Perhiasan Lokal

Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Perhiasan Indonesia (APEPI) wilayah Aceh, Muhammad Yunus, menyebut bahwa kenaikan harga yang moderat justru menguntungkan industri perhiasan karena memberikan kepastian nilai aset bagi konsumen.

“Konsumen kami lebih memilih membeli emas saat harga sedikit naik karena ada keyakinan nilai investasi akan terus bertumbuh. Apalagi menjelang musim haji dan pernikahan, emas perhiasan menjadi salah satu instrumen tabungan yang likuid,” kata Yunus.

Ia menambahkan, tren desain emas perhiasan saat ini mengarah pada produk dengan kadar 18 karat dan 22 karat yang lebih ringan namun memiliki nilai estetika tinggi, sehingga lebih terjangkau bagi kalangan milenial dan generasi Z yang mulai melirik emas sebagai instrumen investasi sekaligus gaya hidup.

Tips Cermat Membeli Emas Perhiasan

Di tengah fluktuasi harga, masyarakat diimbau untuk lebih jeli dalam membeli emas perhiasan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Periksa kadar karat dan sertifikat – Pastikan emas memiliki cap kadar dan dilengkapi sertifikat resmi untuk menjamin kemurnian.
  • Bandingkan harga buyback – Selisih antara harga jual dan buyback menentukan keuntungan investasi jangka panjang.
  • Cermati biaya pembuatan – Semakin rumit desain, semakin tinggi biaya pembuatan yang dikenakan.
  • Pantau pergerakan pasar global – Memahami tren suku bunga dan nilai tukar dapat membantu menentukan waktu terbaik membeli.

Dengan kombinasi faktor domestik dan eksternal yang masih dinamis, pelaku pasar memperkirakan harga emas perhiasan sepanjang kuartal pertama 2026 akan bergerak dalam rentang sempit dengan kecenderungan menguat terbatas. Investor dan konsumen pun disarankan untuk terus memantau perkembangan serta tidak ragu berkonsultasi dengan gerai atau ahli kepercayaan sebelum bertransaksi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User