Warga Vietnam Bersiap Sambut Imlek di Tengah Bayang COVID-19

Hembusan angin dingin menyelimuti kawasan tua Hanoi pada Jumat (28/1/2022) ketika dua perempuan paruh baya sibuk memilih buah jeruk di antara tumpukan daga

Jul 14, 2026 - 15:30
0 0
Warga Vietnam Bersiap Sambut Imlek di Tengah Bayang COVID-19

Hembusan angin dingin menyelimuti kawasan tua Hanoi pada Jumat (28/1/2022) ketika dua perempuan paruh baya sibuk memilih buah jeruk di antara tumpukan dagangan berwarna merah dan kuning. Aroma dupa dan bunga marigold memenuhi udara, sementara suara teriakan pedagang bercampur dengan dentingan musik tradisional yang mengalun dari toko-toko kecil di sepanjang jalan. Suasana itu menjadi pemandangan lazim menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, atau yang dikenal luas sebagai Tết, momen paling dinanti dalam kalender budaya Vietnam.

Namun di balik kemeriahan tersebut, bayang-bayang pandemi COVID-19 masih menyelimuti persiapan warga. Pemerintah Vietnam mengeluarkan peringatan tegas terkait pembatasan perjalanan dan pelarangan pertemuan besar menyusul lonjakan kasus yang dipicu oleh varian Omicron. Aparat kesehatan menekankan bahwa perayaan tahun ini harus berlangsung dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Suasana Pasar Tet di Pusat Kota Hanoi

Pasar Tết tradisional di jantung kota Hanoi menjadi pusat aktivitas warga dalam beberapa hari terakhir jelang pergantian tahun. Pedagang kaki lima menjajakan beragam keperluan khas Imlek, mulai dari bánh chưng (kue ketan berisi daging), bánh tét, buah jeruk ponkam, hingga berbagai jenis bunga simbolis seperti hoa đào (bunga persik) dan hoa mai (bunga aprikot).

Salah seorang pedagang bunga bernama Nguyen Thi Lan, berusia 54 tahun, mengaku tetap membuka lapaknya meskipun jumlah pembeli tidak sebanyak tahun-tahun sebelum pandemi. "Kami harus tetap berjualan karena ini satu-satunya mata pencaharian. Imlek adalah musim terbaik kami sepanjang tahun," ujarnya kepada awak media. Ia menambahkan bahwa sebagian besar pelanggannya kini lebih memilih berbelanja cepat dan langsung pulang demi menghindari kerumunan.

Protokol Kesehatan dan Pembatasan Mobilitas

Kementerian Kesehatan Vietnam mengeluarkan serangkaian pedoman ketat menjelang perayaan Imlek. Masyarakat diimbau untuk membatasi perjalanan antarkota, menghindari pertemuan dengan lebih dari sepuluh orang, serta menunda acara kumpul keluarga dalam skala besar. Pemerintah daerah juga diminta memperketat pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan di ruang publik, termasuk pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.

Di Hanoi sendiri, otoritas setempat menerapkan kebijakan pengujian acak bagi pengunjung pasar dan pusat perbelanjaan. Mereka yang tidak dapat menunjukkan bukti vaksinasi lengkap diwajibkan menjalani tes cepat antigen di lokasi. Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah potensi klaster baru yang dapat muncul dari aktivitas belanja massal jelang Imlek.

"Kami tidak melarang orang merayakan, tetapi kami meminta mereka untuk lebih bijak dan bertanggung jawab. Imlek tahun ini adalah tentang keselamatan keluarga." — Juru Bicara Kementerian Kesehatan Vietnam

Tradisi Imlek yang Tetap Dipertahankan

Meskipun situasi pandemi belum sepenuhnya mereda, masyarakat Vietnam tetap berusaha mempertahankan tradisi leluhur. Aktivitas bersih-bersih rumah (dọn nhà), pemasangan altar leluhur, hingga memasak hidangan khas Imlek masih dilakukan di banyak rumah tangga. Budaya memberikan li xi (amplop merah berisi uang) kepada anak-anak dan orang tua juga tetap berjalan, meski dengan penyesuaian.

Banyak keluarga memilih merayakan secara virtual dengan kerabat yang berada di luar kota atau luar negeri. Platform video call dan aplikasi pesan instan menjadi sarana utama untuk saling mengucapkan selamat tahun baru. Tradisi ziarah ke kelenteng dan makam leluhur juga mengalami pergeseran, dengan sebagian besar keluarga memilih berdoa di rumah masing-masing.

Dampak pada Sektor Usaha Mikro

Pandemi yang berlangsung selama dua tahun terakhir memberikan tekanan berat bagi pelaku usaha mikro dan kecil di Vietnam, terutama mereka yang menggantungkan pendapatan pada musim Imlek. Pedagang bunga, perajin keranjang bambu, hingga pembuat kue tradisional mengeluhkan penurunan omzet yang signifikan dibanding periode sebelum pandemi.

Pemerintah Vietnam telah mengumumkan paket stimulus ekonomi khusus untuk membantu sektor UMKM, termasuk subsidi pinjaman ringan dan pelatihan digitalisasi pemasaran. Namun demikian, banyak pedagang tradisional mengaku belum sepenuhnya merasakan manfaat program tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih langsung, seperti penyediaan ruang berjualan gratis di titik-titik strategis.

Harapan di Tahun Kucing

Tahun baru ini akan menjadi Tahun Kucing menurut penanggalan lunar, yang di Vietnam juga dikenal sebagai Tahun Mão atau Mèo. Banyak warga berharap tahun ini membawa pemulihan ekonomi dan berakhirnya pandemi. Sejumlah komunitas Tionghoa-Vietnam yang memiliki akar budaya kuat dengan perayaan Imlek juga tetap melestarikan tradisi mereka dengan cara yang adaptif terhadap situasi.

Dengan semangat gotong royong dan ketaatan pada protokol kesehatan, warga Vietnam menunjukkan bahwa tradisi dan keselamatan dapat berjalan beriringan. Perayaan Imlek kali ini mungkin tidak semeriah biasanya, tetapi esensi kebersamaan dan harapan baru tetap terasa di setiap sudut kota, mulai dari Hanoi hingga Ho Chi Minh City.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User