Lonjakan Volume Kendaraan Picu Kemacetan di Tol Arah Jakarta
Jakarta — Arus lalu lintas di sejumlah ruas tol menuju Jakarta mengalami kepadatan signifikan pada pagi ini, Selasa, 24 Juni 2026. Peningkatan volume kendaraan yang melonjak hingga 30 persen dibandi...
Jakarta — Arus lalu lintas di sejumlah ruas tol menuju Jakarta mengalami kepadatan signifikan pada pagi ini, Selasa, 24 Juni 2026. Peningkatan volume kendaraan yang melonjak hingga 30 persen dibanding hari biasa menjadi pemicu utama antrean panjang yang terpantau sejak pukul 06.30 WIB.
Kepadatan di Jagorawi dan Cikampek
Berdasarkan data yang dihimpun dari pusat kendali lalu lintas, titik kemacetan paling parah terjadi di ruas Tol Jagorawi dan Jakarta–Cikampek. Di Tol Jagorawi, antrean kendaraan mengular dari Gerbang Tol Cibubur hingga ke Km 21, dengan kecepatan rata-rata hanya 15 km/jam. Sementara itu, di Tol Jakarta–Cikampek, kepadatan terjadi sejak Km 46 hingga Km 28, terutama di lajur yang mengarah ke Cawang dan Semanggi.
Kepala Divisi Operasional PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Andri Wibisono, menyatakan bahwa lonjakan volume kendaraan pagi ini sudah diprediksi seiring dengan berakhirnya masa libur panjang sekolah yang bertepatan dengan awal pekan kerja. "Kami mencatat ada penambahan sekitar 25–30 persen trafik dibanding Senin pekan lalu. Puncaknya terjadi pada jam 07.00 hingga 08.30," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
"Kami mencatat ada penambahan sekitar 25–30 persen trafik dibanding Senin pekan lalu. Puncaknya terjadi pada jam 07.00 hingga 08.30."
Selain kedua ruas tol tersebut, kepadatan juga dilaporkan terjadi di Tol Dalam Kota, khususnya di sekitar Simpang Susun Tomang dan Semanggi. Pantauan petugas lapangan menunjukkan ekor kemacetan di Tol Dalam Kota bahkan sempat mencapai Km 8 dari arah Pluit menuju Semanggi.
Antisipasi dan Rekayasa Lalu Lintas
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya segera menerjunkan 150 personel ke titik-titik rawan guna mengurai kemacetan. Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fadli Rahman, menegaskan bahwa pihaknya telah menerapkan rekayasa lalu lintas situasional, termasuk pembatasan akses masuk di beberapa gerbang tol. "Kami memberlakukan contraflow di Km 26 hingga Km 22 Tol Jakarta–Cikampek arah Jakarta sejak pukul 07.00 untuk mengurangi tekanan di titik bottleneck," jelasnya.
Rekayasa serupa juga dilakukan di Tol Jagorawi, di mana polisi membuka lajur darurat sebagai jalur tambahan dari Km 19 hingga Km 15. Meski demikian, antrean masih sulit diurai karena tingginya minat masyarakat menggunakan kendaraan pribadi pada hari pertama kerja setelah libur panjang.
"Kami memberlakukan contraflow di Km 26 hingga Km 22 Tol Jakarta–Cikampek arah Jakarta sejak pukul 07.00 untuk mengurangi tekanan di titik bottleneck."
Di sisi lain, PT Jasa Marga mengoperasikan seluruh gardu tol dengan sistem buka-tutup otomatis dan menambah petugas mobile reader untuk mempercepat transaksi di gerbang-gerbang utama. General Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Ria Marlinda, menyampaikan bahwa waktu transaksi di gerbang berhasil ditekan hingga rata-rata 4 detik per kendaraan. "Kami juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengalihkan kendaraan ke jalur arteri jika kepadatan tidak kunjung terurai," katanya.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Pihak kepolisian dan pengelola tol mengimbau para pengguna jalan untuk menunda perjalanan atau menggunakan jalur alternatif non-tol selama jam sibuk pagi ini. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau situasi melalui 360 kamera pengawas yang terpasang di seluruh ruas tol Jabodetabek. "Kami mengimbau pengendara agar memanfaatkan aplikasi navigasi real-time untuk menghindari titik-titik yang terpantau padat. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap menjadi prioritas," tegasnya.
"Kami mengimbau pengendara agar memanfaatkan aplikasi navigasi real-time untuk menghindari titik-titik yang terpantau padat."
Berdasarkan pantauan hingga pukul 10.00 WIB, kondisi lalu lintas di beberapa titik mulai berangsur normal. Namun, petugas tetap bersiaga mengantisipasi gelombang kedua kendaraan yang biasanya terjadi menjelang tengah hari. Kepala Unit Pengelola Lalu Lintas Jalan Tol Jagorawi, Iptu Budi Santoso, menyebut bahwa situasi diperkirakan akan kembali meningkat pada pukul 11.30 seiring dengan mobilitas pengendara dari arah Bogor yang menuju pusat perkantoran di Jakarta.
Data sementara yang dihimpun Posko Angkutan Lebaran Terpadu mencatat total kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Cikarang Utama sejak pukul 05.00 hingga 09.00 mencapai 48.000 unit, naik 22 persen dari rata-rata harian 39.000 unit. Sementara itu, di Gerbang Tol Cibubur tercatat 35.000 unit, meningkat 27 persen dari biasanya. Angka-angka ini memperjelas bahwa tekanan mobilitas pascamusim libur masih menjadi tantangan utama bagi pengelola jalan tol di kawasan Jabodetabek.
Pengguna jalan diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama. Pihak kepolisian memastikan akan terus memperbarui informasi melalui kanal resmi media sosial dan radio setiap 30 menit sekali.
Baca juga:
Comments (0)