Seratus Ribu Kuota Talent DNA Disediakan bagi Siswa Sekolah Rakyat

Jakarta – Sebanyak 100.000 kuota tes pemetaan talenta berbasis Talent DNA secara resmi dialokasikan oleh ESQ Corp bagi para siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Inisiatif ini menjadi penanda s...

Jul 14, 2026 - 06:13
0 0
Seratus Ribu Kuota Talent DNA Disediakan bagi Siswa Sekolah Rakyat

Jakarta – Sebanyak 100.000 kuota tes pemetaan talenta berbasis Talent DNA secara resmi dialokasikan oleh ESQ Corp bagi para siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Inisiatif ini menjadi penanda sinergi baru antara Kementerian Sosial dan entitas swasta dalam membangun fondasi sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. Pengumuman tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi yang berlangsung di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Hadir dalam forum itu Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar. Keduanya menandatangani nota kesepahaman yang menegaskan bahwa seluruh kuota tes akan dibiayai sepenuhnya oleh ESQ Corp sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan identifikasi dini potensi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini menjadi sasaran program Sekolah Rakyat.

“Program ini adalah langkah strategis untuk mendeteksi sejak dini potensi unggul setiap anak di Sekolah Rakyat. Kami tidak ingin ada talenta yang terabaikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Melalui peta talenta ini, negara bisa merancang intervensi pendidikan yang lebih tepat sasaran,” ujar Menteri Sosial.

Dalam kesempatan yang sama, Ary Ginanjar menjelaskan bahwa Talent DNA bukanlah tes genetika medis, melainkan instrumen psikometri berbasis kerangka kecerdasan emosional dan spiritual. Instrumen ini mengukur kecenderungan bawaan seperti kemampuan linguistik, logika-numerik, kinestetik, musikal, interpersonal, dan intrapersonal. Hasilnya disajikan dalam bentuk sertifikat talenta yang menjadi pijakan pengembangan minat dan bakat setiap siswa.

“Melalui 100.000 kuota yang kami sediakan, setiap siswa akan mendapatkan peta komprehensif mengenai kekuatan talenta mereka. Ini adalah fondasi awal agar mereka bisa tumbuh sesuai dengan potensi autentiknya. Kami sudah mengujinya di berbagai perusahaan untuk pengembangan karyawan, dan kini kami hadir bagi adik-adik di Sekolah Rakyat,” kata Ary.

Spektrum Talenta dan Basis Ilmiah

Sistem Talent DNA yang diterapkan ESQ Corp diklaim telah melalui riset lebih dari satu dekade dan divalidasi dalam berbagai konteks organisasi di Tanah Air. Dalam penerapannya bagi siswa, dimensi yang dipetakan meliputi sembilan spektrum kecerdasan majemuk yang diselaraskan dengan nilai-nilai spiritual. Ary menekankan bahwa pendekatan ini berbeda dengan tes bakat konvensional karena mengintegrasikan aspek emosi dan karakter.

“Kami tidak hanya memotret kecerdasan intelektual. Ada ruang besar untuk mendeteksi potensi kepemimpinan, empati, daya juang, dan kepekaan sosial yang sering kali menjadi pembeda anak-anak dari latar belakang sulit. Justru di situlah letak kekuatan talenta mereka,” paparnya.

Setiap siswa yang mengikuti tes akan menjalani serangkaian simulasi dan kuesioner terstruktur yang dipandu oleh asesor terlatih. Data yang terkumpul diolah dengan algoritma berpemilik untuk menghasilkan profil talenta unik. Profil inilah yang nantinya menjadi acuan bagi guru dan pendamping di Sekolah Rakyat dalam menyusun program pengembangan individual.

Tahapan dan Sebaran Pelaksanaan

Berdasarkan dokumen rencana aksi yang disepakati dalam rapat, pelaksanaan tes akan dibagi dalam tiga tahap sepanjang tahun 2026 hingga awal 2027. Tahap pertama menyasar 50.000 siswa yang tersebar di lebih dari 1.200 unit Sekolah Rakyat di Pulau Jawa dan Sumatera. Tahap kedua akan menjangkau 30.000 siswa di Kalimantan, Sulawesi, dan Bali-Nusa Tenggara, sementara tahap ketiga dialokasikan bagi 20.000 siswa di Maluku, Papua, dan wilayah kepulauan lainnya.

Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial akan menjadi penanggung jawab utama di tingkat pusat, berkoordinasi dengan dinas sosial provinsi dan kabupaten/kota. Setiap satuan pendidikan Sekolah Rakyat diwajibkan menyediakan ruang khusus dan jadwal yang tidak mengganggu kegiatan belajar reguler.

“Kami sudah menyusun panduan teknis bersama tim ESQ. Tes ini dirancang ramah anak, tidak memakan waktu lebih dari 90 menit per sesi, dan hasilnya langsung dapat diakses oleh pendamping masing-masing siswa,” jelas Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Edi Suharto, dalam pemaparan teknisnya.

Menuju Indonesia Emas 2045

Langkah Kemensos dan ESQ Corp ini diproyeksikan sebagai model intervensi pemberdayaan yang berorientasi pada hulu pembangunan manusia. Dengan bonus demografi yang mencapai puncaknya pada dekade 2030-an, identifikasi talenta sejak usia sekolah dasar dinilai krusial untuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui jalur pendidikan yang personal dan tepat guna.

Menteri Sosial menambahkan bahwa pemerintah menargetkan Program Sekolah Rakyat mampu menjangkau satu juta siswa pada tahun 2030. “Seratus ribu kuota ini adalah permulaan. Kami berharap lebih banyak pihak swasta yang tergerak untuk berkontribusi serupa. Sebab, Indonesia tidak akan mencapai lompatan kesejahteraan jika anak-anak dari keluarga miskin hanya mendapatkan pendidikan yang rata-rata, tanpa pemahaman atas keunikan talenta mereka,” tegasnya.

Para siswa yang telah dipetakan talentanya akan mendapatkan pendampingan lanjutan berupa pelatihan keterampilan sesuai profil talenta, bekerjasama dengan balai latihan kerja dan komunitas praktisi di berbagai bidang. Dengan demikian, diharapkan akan muncul bibit-bibit unggul – baik olahragawan, seniman, teknolog, maupun pemimpin sosial – dari lingkungan yang selama ini termarginalkan, dan memiliki jalur yang jelas untuk mengembangkan diri hingga ke jenjang tertinggi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User