Scaloni Tetapkan Messi sebagai Eksekutor Penalti Utama Argentina
Doha, 5 Juli 2026 – Pelatih kepala tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan dalam konferensi pers pra-pertandingan bahwa Lionel Messi akan tetap menjadi penendang penalti utama bagi La Alb...
Doha, 5 Juli 2026 – Pelatih kepala tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan dalam konferensi pers pra-pertandingan bahwa Lionel Messi akan tetap menjadi penendang penalti utama bagi La Albiceleste. Keputusan strategis ini disampaikan menjelang laga perempat final Piala Dunia FIFA 2026 melawan Swiss yang dijadwalkan berlangsung di Lusail Iconic Stadium, Sabtu (6/7).
"Kami tidak pernah meragukan kapasitasnya. Leo adalah orang yang tepat untuk mengambil tanggung jawab itu," ujar Scaloni dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), merujuk pada nama akrab sang kapten.
Keputusan Bulat Tanpa Keraguan
Penunjukan ini menghapus spekulasi yang sempat muncul pasca-kemenangan dramatis Argentina di babak 16 besar. Meski Messi memiliki catatan penalti yang fluktuatif di fase gugur ajang sebelumnya, Scaloni dan seluruh jajaran pelatih menyatakan sikap bulat. Rapat teknis yang digelar di pusat latihan tim di Doha, Kamis malam waktu setempat, menegaskan bahwa struktur eksekutor bola mati tidak mengalami perubahan.
"Kami menganalisis semua aspek. Kondisi fisik, ketajaman penyelesaian akhir, dan pengalaman bertanding di level tertinggi. Semua indikator mengarah pada satu nama yang sama," tambah Scaloni. Keputusan ini juga dikuatkan oleh dukungan penuh dari para pemain senior dalam sesi internal yang digelar tertutup.
Statistik Penalti dan Kepercayaan Tim
Berdasarkan data yang dirilis AFA, Messi telah mengeksekusi 12 penalti dalam pertandingan resmi bersama tim nasional sejak awal kualifikasi Piala Dunia 2024. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya berujung gol, satu meleset, dan dua berhasil ditepis penjaga gawang lawan. Angka konversi sebesar 75% ini, menurut tim analis performa, masih berada di atas rata-rata global untuk eksekutor utama di level internasional.
"Angka statistik itu penting, tetapi yang lebih kami nilai adalah ketenangan dan mental juara yang dibawa Leo ke titik putih," kata asisten pelatih Walter Samuel dalam sesi wawancara terpisah. "Ketika dia maju, keyakinan di bangku cadangan dan tribun tidak pernah surut."
Persiapan Komprehensif Hadapi Swiss
Skuad Argentina melakukan sesi latihan taktikal tertutup pada Jumat pagi di Aspire Academy, tempat mereka memfokuskan sepertiga waktu untuk simulasi adu penalti. Dalam latihan tersebut, Messi tercatat mengambil tiga kali giliran dan berhasil menaklukkan kiper cadangan dengan penempatan bola yang presisi ke sudut kiri bawah dan kanan atas gawang.
Swiss, yang lolos ke perempat final melalui adu penalti melawan Kroasia, dikenal memiliki kiper dengan rekam jejak impresif dalam menghadapi tendangan dari titik 12 langkah. Namun, staf pelatih Argentina optimistis bahwa pengalaman Messi di level tertinggi, termasuk final Copa America dan Piala Dunia sebelumnya, akan menjadi pembeda.
"Kami sudah menindaklanjuti pola pergerakan kiper Swiss. Leo punya semua alat untuk membaca situasi itu. Penugasan ini bukan sekadar soal tendangan, ini tentang kepemimpinan," ujar asisten pelatih lainnya, Pablo Aimar, di sesi yang sama.
Respons Tenang Sang Kapten
Messi sendiri menyikapi keputusan ini dengan tenang dan penuh rasa tanggung jawab. Saat ditemui awak media dalam konferensi pers yang diadakan bersamaan, dia memberikan pernyataan singkat namun tegas. "Saya siap. Jika tim membutuhkan saya untuk mengambil penalti, saya akan melakukannya tanpa keraguan. Ini bagian dari peran saya sebagai kapten," katanya.
Dengan ditetapkannya kembali Messi sebagai eksekutor utama, hierarki penendang penalti Argentina pun tidak berubah: Messi sebagai pilihan pertama, diikuti oleh Lautaro Martinez sebagai opsi kedua, dan Rodrigo De Paul sebagai penendang ketiga jika situasi mengharuskan. Keputusan ini diharapkan membawa kestabilan psikologis bagi tim yang tengah mengincar trofi Piala Dunia ketiganya.
Baca juga:
Comments (0)