Sang Pendamping Setia: Mengenang Sosok Rugaiya Usman Istri Wiranto

Kepergian di Usia SenjaKabar duka menyelimuti kediaman keluarga besar Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Sang istri tercinta, Hj. Rugaiya Usman, mengembuskan napas terakhir pada Sabtu pagi di Rumah Sakit Pu...

Jul 12, 2026 - 11:25
0 0
Sang Pendamping Setia: Mengenang Sosok Rugaiya Usman Istri Wiranto

Kepergian di Usia Senja

Kabar duka menyelimuti kediaman keluarga besar Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Sang istri tercinta, Hj. Rugaiya Usman, mengembuskan napas terakhir pada Sabtu pagi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Almarhumah wafat dalam usia 77 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat penyakit yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir. Jenazah disemayamkan di kediaman pribadi keluarga di Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta Selatan, sebelum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Sejumlah tokoh nasional tampak hadir memberikan penghormatan terakhir, mulai dari Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Golkar, hingga para perwira tinggi TNI aktif maupun purnawirawan. Kehadiran mereka menegaskan posisi almarhumah bukan sekadar istri seorang jenderal, melainkan sosok ibu yang dihormati lintas generasi dan golongan.

Perjalanan Hidup Perempuan Bersahaja dari Sulawesi

Hj. Rugaiya Usman lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, pada 11 November 1947. Ia berasal dari keluarga terpandang dan religius. Ayahnya, H. Usman, merupakan saudagar sekaligus tokoh masyarakat di kawasan Sulawesi Selatan yang dikenal memegang teguh nilai-nilai keislaman. Lingkungan inilah yang membentuk karakter Rugaiya sebagai perempuan tangguh, santun, dan berpegang kuat pada prinsip kehidupan.

Pertemuan dengan Wiranto muda terjadi pada dekade 1970-an, saat sang perwira remaja masih menempuh pendidikan di Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang. Keduanya memutuskan menikah pada 21 April 1975, membangun biduk rumah tangga yang kelak bertahan melewati hampir setengah abad. Dari pernikahan ini, pasangan Wiranto dan Rugaiya dikaruniai tiga orang anak serta cucu-cucu yang kini turut melanjutkan pengabdian di berbagai bidang profesi.

Peran di Belakang Layar Karier Cemerlang Wiranto

Sebagai istri prajurit, Rugaiya Usman menapaki dinamika kehidupan yang penuh ketidakpastian. Ia setia mendampingi Wiranto dalam setiap penugasan, mulai dari masa-masa awal sebagai komandan peleton di Jawa Timur, bertugas di Timor Timur yang kala itu menjadi wilayah operasi militer intensif, hingga akhirnya menempati posisi strategis di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad).

Puncak karier militer Wiranto sebagai Panglima ABRI periode 1998–1999 menempatkan Rugaiya pada posisi Ketua Umum Dharma Pertiwi, organisasi yang menaungi seluruh istri prajurit TNI. Di bawah kepemimpinannya, Dharma Pertiwi gencar meluncurkan program-program sosial, termasuk pendampingan psikososial bagi keluarga prajurit yang gugur dalam tugas dan pemberdayaan ekonomi melalui koperasi di asrama-asrama militer. Rekan-rekan sesama pengurus organisasi mengenang almarhumah sebagai pribadi yang rendah hati dan selalu turun tangan langsung menengahi persoalan anggotanya tanpa membedakan pangkat.

Saat Wiranto memasuki masa pensiun dan kemudian berkiprah di panggung politik nasional, peran Rugaiya sebagai penasihat keluarga semakin menonjol. Dalam berbagai momen genting, termasuk saat suaminya menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta ketika menjadi target serangan bom di Pandeglang pada 2019, almarhumah tampil tenang dan tetap tegar mendampingi Wiranto menjalani pemulihan. "Ibunda Rugaiya adalah perisai spiritual keluarga. Beliau mendidik kami dengan cinta dan disiplin tanpa harus meninggikan suara," demikian pernyataan tertulis pihak keluarga.

Dedikasi Sosial dan Warisan Kemanusiaan

Di luar lingkup kemiliteran, Rugaiya Usman aktif mengelola yayasan pendidikan yang telah mencetak ribuan alumni berprestasi dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Yayasan tersebut berdiri sejak 1987 dan hingga kini tetap beroperasi di bilangan Jakarta Selatan, konsisten memberikan beasiswa bagi anak-anak dari keluarga prajurit berpangkat rendah serta masyarakat sekitar yang kurang mampu secara ekonomi.

Rekam jejak almarhumah juga mencakup pendirian Rumah Singgah Kanker yang melayani pasien dari daerah terpencil di Indonesia timur. Fasilitas yang berlokasi dekat kawasan rumah sakit rujukan nasional ini menyediakan akomodasi gratis beserta layanan konseling bagi pasien yang harus menjalani pengobatan jangka panjang di Jakarta. Seorang pengurus lembaga amal yang menangani langsung program tersebut menyebutkan bahwa donasi untuk rumah singgah seringkali disalurkan secara diam-diam tanpa publikasi.

Ketokohan Rugaiya di tingkat akar rumput juga diakui oleh para tetangga di lingkungan tempat tinggalnya. Kegiatan bakti sosial, santunan rutin kepada fakir miskin, serta pembangunan sarana air bersih di beberapa desa binaan menjadi bagian dari kesibukannya yang jarang terekspos media massa. "Beliau selalu bilang, kebaikan tidak perlu dikabarkan, cukup dirasakan oleh yang membutuhkan," ucap seorang relawan yang telah bekerja bersama almarhumah selama 15 tahun terakhir.

Ucapan Belasungkawa Mengalir

Kehilangan Rugaiya Usman dirasakan tidak hanya oleh keluarga inti, tetapi juga oleh komunitas besar yang selama ini tersentuh kontribusinya. Presiden Prabowo Subianto secara langsung melayat dan menyampaikan dukacita mendalam, menggambarkan almarhumah sebagai ibu bangsa yang mengayomi tanpa pamrih. Menteri Pertahanan, Panglima TNI, serta para kepala staf angkatan juga menerbitkan pernyataan resmi yang mengenang jasa almarhumah.

Poster-poster bertuliskan belasungkawa menghiasi pintu masuk Markas Besar TNI dan kantor Kemenko Polhukam, menandakan penghormatan institusi negara terhadap istri pendahulu mereka. Rencananya, nama Hj. Rugaiya Usman juga akan diabadikan pada sebuah auditorium pusat pelatihan Dharma Pertiwi sebagai simbol pengabdian dan keteladanan tanpa batas waktu. Sebuah tapak tilas yang mengukuhkan kalimat penutup pidato perpisahan dari pihak keluarga: "Beliau telah menyelesaikan tugas mulianya di dunia, meninggalkan warisan yang tidak akan lekang oleh zaman."

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User