Ribuan Warga Hadiri Nobar Penurunan Bendera Pusaka di Bundaran HI

Ribuan warga dari berbagai wilayah di DKI Jakarta memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada Senin malam, 17 Agustus 2026, untuk menyaksikan siaran langsung upacara penurunan Bende...

Ribuan Warga Hadiri Nobar Penurunan Bendera Pusaka di Bundaran HI

Ribuan warga dari berbagai wilayah di DKI Jakarta memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada Senin malam, 17 Agustus 2026, untuk menyaksikan siaran langsung upacara penurunan Bendera Pusaka melalui layar raksasa yang dipasang panitia penyelenggara. Kehadiran masyarakat tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Malam Merdeka yang ditetapkan dalam keputusan rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kodam Jaya, dan sejumlah instansi vertikal terkait. Acara dimulai sejak pukul 19.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 21.30 WIB dengan pengamanan ketat aparat gabungan.

Persiapan Berdasarkan Rapat Koordinasi

Penyelenggaraan nobar di titik strategis ibu kota ini menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Khusus yang diselenggarakan oleh Gubernur DKI Jakarta pada 10 Agustus 2026 di Balai Kota Jakarta. Dalam rapat tersebut, disahkan keputusan untuk menggelar layanan publik menonton bersama di lima lokasi prioritas, termasuk Bundaran HI, berdasarkan pertimbangan aksesibilitas dan nilai simbolik kawasan tersebut sebagai ruang publik nasional. Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Hadi Prasetyo, yang hadir memimpin sidang pleno persiapan, menyatakan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan wajib mengacu pada ketentuan protokol kenegaraan yang berlaku.

"Keputusan untuk menggelar nobar di Bundaran HI telah ditetapkan dalam rapat pleno setelah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan DPRD DKI Jakarta. Kami menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari edukasi kebangsaan berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara," ujar Hadi Prasetyo di lokasi acara, Senin malam.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi lanjutan pada 12 Agustus 2026, panitia menetapkan penggunaan layar LED berukuran 12 meter x 8 meter di sisi barat bundaran, dengan kapasitas penonton yang dikelola dalam zona-zona tertentu guna menjaga ketertiban. Anggaran operasional pelaksanaan kegiatan ditanggung melalui alokasi dana Dekonsentrasi Bidang Kebudayaan sebesar Rp4,2 miliar yang disahkan dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 78 Tahun 2026.

Antusiasme Masyarakat di Lokasi

Sejak sore hari, warga mulai berkumpul di sekitar patung Selamat Datang dengan membawa bendera merah putih dan atribut kemerdekaan lainnya. Data yang dihimpun petugas registrasi di pintu masuk zona menunjukkan bahwa jumlah kehadiran mencapai 8.450 orang pada puncak acara pukul 20.15 WIB. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai negeri sipil, hingga warga dari luar Jakarta yang sengaja datang untuk merasakan atmosfer karnaval Malam Merdeka di jantung ibu kota.

Suasana di lokasi dipenuhi dengan orkestra kembang api, pentas musik keroncong, dan pasar rakyat yang disiapkan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta. Sejumlah anak-anak terlihat mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah sambil menunggu momen penurunan bendera yang disiarkan langsung dari Istana Merdeka. Layar raksasa menampilkan prosesi penurunan Bendera Pusaka secara utuh, disertai penjelasan sejarah oleh narator resmi upacara kenegaraan yang membuat penonton di lokasi memberikan tepuk tangan meriah.

"Kami datang dari Depok sejak pukul 17.00 WIB untuk bisa mendapatkan posisi terdepan. Rasanya sangat membanggakan bisa menyaksikan upacara penurunan bendera bersama ribuan orang di tempat ikonik ini," ujar Supriyanto, warga asal Kecamatan Beji, Kota Depok, yang hadir bersama keluarganya.

Pengawasan dan Tindak Lanjut Kegiatan

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Guntur Setyanto, yang turut hadir memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan acara. Ia menyatakan bahwa pihaknya dalam rapat paripurna mendukung penuh inisiatif penyelenggaraan kegiatan kebangsaan di ruang publik sebagai bentuk pemantapan nilai-nilai nasionalisme. Guntur menambahkan bahwa fraksinya telah mengajukan usulan agar kegiatan serupa dijadikan agenda tahunan yang diatur dalam Peraturan Daerah tersendiri.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto, menegaskan bahwa pengamanan di sekitar Bundaran HI dilakukan oleh 1.250 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan relawan Ormas. Menurutnya, seluruh personel ditempatkan berdasarkan peta ancaman yang disusun dalam rapat koordinasi teknis di Markas Polda Metro Jaya tiga hari sebelum pelaksanaan. Tidak ada laporan insiden keamanan maupun gangguan lalu lintas signifikan sepanjang berlangsungnya acara.

"Kami telah menindaklanjuti arahan rapat koordinasi tingkat menteri dengan menerapkan sistem pengamanan berlapis. Keberhasilan malam ini menjadi bukti bahwa sinergi antarinstansi dapat diwujudkan dengan baik berdasarkan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI dan peraturan turunannya," tegas Irjen Pol. Karyoto dalam keterangan pers usai upacara.

Panitia penyelenggara menyatakan bahwa evaluasi pelaksanaan Malam Merdeka di Bundaran HI akan dibahas dalam rapat pleno pekan depan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan keputusan teknis untuk perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun berikutnya. Sejumlah warga yang ditemui di lokasi berharap agar tradisi nobar upacara kenegaraan di ruang publik terus dilestarikan sebagai momentum pemersatu bangsa di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User