Basarnas Evakuasi Korban Gempa di Lamba Leda Utara NTT

LAMBA LEDA UTARA — Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan mengevakuasi seorang korban gempa bumi di Lamba Leda Utara, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 18 Agustus 2026...

Basarnas Evakuasi Korban Gempa di Lamba Leda Utara NTT

LAMBA LEDA UTARA — Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan mengevakuasi seorang korban gempa bumi di Lamba Leda Utara, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Evakuasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari respons cepat pasca gempa yang mengguncang wilayah pedalaman Flores dan menimbulkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa.

Operasi penyelamat dilaksanakan oleh personel Basarnas yang dikerahkan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Provinsi NTT. Mereka bekerja sama dengan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana setempat, TNI, Polri, dan relawan kemanusiaan untuk menjangkau lokasi yang terletak di kawasan perbukitan dengan akses jalan terbatas. Proses evakuasi memerlukan peralatan tali dan tandu medis guna menurunkan korban dari zona rawan longsor menuju titik kumpul darurat.

Proses Evakuasi di Lokasi Bencana

Kepala Basarnas Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur, Laksma TNI (Purn.) Dr. Haryono, S.H., M.H., menegaskan bahwa prinsip keselamatan personel dan korban menjadi prioritas utama dalam setiap manuver. "Kondisi medan yang curam dan cuaca yang tidak menentu menuntut kami untuk bekerja secara hati-hati namun tetap cepat. Koordinasi dengan tim medis di lokasi dilakukan sejak awal untuk memastikan korban mendapatkan penanganan yang tepat," ujarnya dalam keterangan resmi di Ende, Selasa petang.

Personel SAR dilaporkan tiba di lokasi kejadian pada pukul 09.15 Wita setelah melakukan perjalan darat selama tiga jam dari posko induk. Mereka menyatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi sadar namun mengalami luka pada bagian kaki dan dada akibat tertimpa reruntuhan dinding rumah. Setelah dilakukan penanganan pertama oleh tim medis, korban dievakuasi menggunakan tandu darurat menuju ambulans yang menunggu di posko bawah.

Basarnas menindaklanjuti laporan warga yang masuk melalui nomor darurat 115 sejak dini hari. Laporan tersebut langsung diteruskan ke pusat komando di Jakarta dan Kantor Wilayah NTT untuk diproses lebih lanjut. Dalam waktu kurang dari enam jam, tim reaksi cepat telah berada di titik koordinat bencana dan menyelesaikan proses evakuasi.

Respons Pemerintah Daerah dan DPRD

Pemerintah Kabupaten Ende ditetapkan status siaga darurat bencana sejak subuh tadi. Bupati Ende, Ir. Maro Susanto, M.Si., mengeluarkan keputusan pembentukan posko terpadu penanganan gempa yang berkedudukan di Kantor Camat Detusoko. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi seluruh aktivitas penyelamatan, distribusi logistik, dan pendataan kerusakan.

Sementara itu, DPRD Kabupaten Ende menggelar Rapat Koordinasi darurat bersama eksekutif dan pihak terkait pada siang hari yang sama. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD dan dihadiri oleh perwakilan Fraksi dari berbagai partai politik. Dalam forum tersebut, para anggota dewan menyepakati untuk mengalokasikan anggaran tak terduga guna mendukung operasi SAR dan pemulihan infrastruktur dasar di wilayah terdampak.

"Fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Ende sepakat untuk mengawal proses penanganan bencana ini secara transparan dan cepat. Kami mendukung langkah eksekutif dalam menetapkan status darurat dan akan memastikan setiap kebutuhan masyarakat terpenuhi," ujar Ketua DPRD Kabupaten Ende, H. Ahmad Rizal, S.E., usai memimpin rapat.

Rapat tersebut juga menghasilkan rekomendasi agar pemerintah daerah segera melakukan survei lapangan untuk menentukan lokasi pengungsian yang aman dari ancaman longsor susulan. Seluruh hasil pembahasan akan dijadikan bahan Pleno paripurna DPRD pada sidang istimewa yang dijadwalkan berlangsung Rabu pekan ini.

Kerangka Hukum dan Koordinasi Nasional

Penanganan bencana di Lamba Leda Utara dilaksanakan berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Undang-undang tersebut memberikan kewenangan kepada Basarnas untuk melakukan pencarian dan pertolongan dalam situasi darurat, serta mengatur peran pemerintah daerah dalam merespons bencana di wilayahnya masing-masing.

Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa turut memantau perkembangan di NTT. Sejumlah bantuan logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah disahkan untuk dikirimkan ke Kabupaten Ende dalam dua hari ke depan. Bantuan tersebut mencakup tenda darurat, makanan siap saji, obat-obatan, dan perlengkapan sanitasi untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

Dalam rapat koordinasi virtual yang diadakan oleh Kemenko PMK, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Fachri Fachrudin, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel cadangan yang siap diterbangkan ke Flores jika situasi memburuk. "Kami memastikan seluruh potensi SAR nasional dalam kondisi siaga. Kerja sama dengan TNI, Polri, dan instansi terkait berjalan optimal untuk meminimalkan korban jiwa," tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi korban gempa di Lamba Leda Utara telah berhasil diselesaikan dan korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Ende untuk menjalani perawatan intensif. Pemerintah setempat terus melakukan pendataan mendalam terhadap rumah-rumah yang rusak dan warga yang memerlukan relokasi ke tempat pengungsian yang lebih aman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User