Ratu Máxima Akhiri Kunjungan Kerja Empat Hari di Indonesia

Jakarta, Apaberita – Ratu Máxima dari Belanda, dalam kapasitas sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Keuangan Inklusif (UNSGSA), resmi menuntaskan lawatan kerja...

Jul 12, 2026 - 03:01
0 0
Ratu Máxima Akhiri Kunjungan Kerja Empat Hari di Indonesia

Jakarta, Apaberita – Ratu Máxima dari Belanda, dalam kapasitas sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Keuangan Inklusif (UNSGSA), resmi menuntaskan lawatan kerja selama empat hari di Indonesia pada Kamis (16/4). Kunjungan yang dimulai sejak Senin (13/4) itu menegaskan kembali komitmen bilateral dan dukungan multilateral terhadap percepatan inklusi keuangan nasional.

Ratu Máxima bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menuju Amsterdam setelah menutup agenda padat berupa rapat koordinasi tingkat tinggi, pertemuan bilateral dengan Presiden, jajaran menteri, otoritas jasa keuangan, hingga dialog dengan pelaku usaha mikro dan ultra-mikro. Keberangkatan diantar langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Suryanto, menandai simbol eratnya hubungan kerja yang telah terjalin.

Agenda Strategis Inklusi Keuangan

Mengawali rangkaian agenda, Ratu Máxima diterima dalam pertemuan terbatas dengan Presiden di Istana Merdeka pada Senin sore. Dalam pertemuan tertutup tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi atas kontribusi Ratu Máxima dalam memajukan akses layanan keuangan bagi masyarakat rentan. Presiden menegaskan bahwa target pemerintah untuk mencapai indeks inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2026 akan ditopang oleh sinergi regulasi lintas kementerian dan pemanfaatan teknologi digital.

Berikutnya, pada Selasa (14/4), Ratu Máxima menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, serta jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital. Pertemuan itu menyoroti tiga pilar utama: penguatan literasi keuangan digital, perluasan infrastruktur identitas digital, dan mitigasi risiko keamanan siber di sektor jasa keuangan.

“Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat di Asia Tenggara dalam penerapan layanan keuangan digital. Saya optimistis target 90 persen inklusi keuangan dapat tercapai sebelum tenggat, asalkan kebijakan perlindungan konsumen dan edukasi publik terus diperkuat,” ujar Ratu Máxima dalam pernyataan resmi usai rapat.

Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM

Agenda hari ketiga, Rabu (15/4), diisi dengan kunjungan lapangan ke sentra UMKM di Ciomas, Kabupaten Bogor. Bersama Menteri Koperasi dan UKM, Ratu Máxima berdialog dengan perajin batik, petani hortikultura, dan nasabah bank digital yang tengah mengakses program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan. Data yang dihimpun Tim UNSGSA menunjukkan bahwa kredit ultra-mikro yang disalurkan melalui platform digital tumbuh 34 persen secara tahunan, menjangkau lebih dari 12 juta penerima.

Selanjutnya, dalam diskusi tematik di Jakarta, Ratu Máxima menyoroti kesenjangan akses keuangan yang dialami perempuan. Berdasarkan hasil riset OJK tahun 2025, tingkat inklusi keuangan perempuan Indonesia masih 8 persen di bawah laki-laki. Ratu Máxima mendesak perluasan produk tabungan digital tanpa biaya administrasi dan program pelatihan keuangan berbasis komunitas.

“Kami mencatat bahwa pengusaha perempuan di sektor informal kerap kali belum tersentuh layanan keuangan formal. Padahal, mereka adalah motor penggerak ekonomi keluarga. Inilah prioritas yang harus kita selesaikan bersama,” tegas Ratu Máxima.

Hasil Konkret dan Langkah Lanjutan

Lawatan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan konkret. Pertama, Indonesia dan UNSGSA menyepakati peta jalan transformasi identitas digital yang terintegrasi dengan sistem perbankan, ditargetkan rampung pada triwulan ketiga 2026. Kedua, OJK dan Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan siap meluncurkan mekanisme respons cepat pengaduan penipuan digital berbasis kecerdasan buatan yang akan diawasi bersama oleh tim teknis dari PBB. Ketiga, fraksi-fraksi di Komisi XI DPR RI berkomitmen mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan yang di dalamnya memuat klausul khusus perlindungan data nasabah.

Menindaklanjuti hasil kunjungan, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan membentuk sekretariat bersama yang mengawal implementasi setiap butir kesepakatan. Sekretariat itu akan melaporkan perkembangan secara berkala kepada kantor UNSGSA di New York. Darmin Suryanto menyampaikan bahwa kunjungan ini telah disahkan sebagai pijakan baru kemitraan strategis jangka menengah.

Rangkaian kunjungan Ratu Máxima ditutup dengan jamuan santap malam di kediaman resmi Duta Besar Belanda pada Rabu malam. Hadir pula sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga internasional, dan tokoh perempuan penggerak inklusi keuangan.

Dengan tuntasnya kunjungan ini, Indonesia dan PBB menandaskan babak baru kolaborasi di bidang inklusi keuangan yang berfokus pada inovasi digital, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta penguatan UMKM sebagai fondasi ekonomi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User