Kilas Balik Hubungan Prabowo dan Raja Yordania Jelang Kunjungan
Jakarta, Apaberita – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyambut langsung Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein di Istana Merdeka pada Jumat (28/3/2026). Kunjungan kenegaraan ini tidak sekada...
Jakarta, Apaberita – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyambut langsung Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein di Istana Merdeka pada Jumat (28/3/2026). Kunjungan kenegaraan ini tidak sekadar memperkuat kerja sama bilateral, tetapi juga menjadi puncak dari kedekatan personal yang terbina sejak kedua tokoh masih berkiprah di dunia militer.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, Raja Abdullah II akan tiba di Jakarta pada pagi hari dan langsung menuju Istana untuk mengikuti upacara penyambutan kenegaraan. Kedua kepala negara akan memimpin pertemuan bilateral yang membahas perdagangan, investasi, kerja sama pertahanan, hingga isu Palestina dan stabilitas Timur Tengah. Selepas pertemuan, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman dan jamuan santap siang kenegaraan.
Agenda Padat dan Prioritas Kerja Sama
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (27/3/2026), mengonfirmasi bahwa kunjungan ini menjadi momen penting bagi kedua negara untuk merealisasikan rencana kerja sama konkret. “Kami menyiapkan setidaknya empat dokumen kerja sama yang akan ditandatangani, mencakup kerja sama pertahanan, energi terbarukan, pendidikan, dan perlindungan investasi,” ujarnya.
“Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II memiliki visi yang sejalan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Karena itu, isu ini menjadi salah satu fokus utama dialog bilateral.”
Neraca perdagangan Indonesia-Yordania dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif, dengan total nilai mencapai 1,2 miliar dolar AS pada 2025. Produk ekspor unggulan seperti minyak sawit, tekstil, dan produk kimia diharapkan semakin menembus pasar Yordania sekaligus menjadi pintu masuk ke kawasan Syam. Di sisi lain, Indonesia membidik investasi Yordania di sektor pariwisata dan ekonomi digital. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Istana, Yusuf Permana, menambahkan bahwa pertemuan ini juga akan diikuti dialog bisnis antara delegasi pengusaha kedua negara.
Dari Latihan Militer hingga Pertemuan Diplomatik: Jejak Sejarah
Hubungan personal Prabowo dan Raja Abdullah bukanlah hal baru. Keduanya pertama kali berinteraksi pada medio 1995, ketika Prabowo masih menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Saat itu, Putra Mahkota Abdullah—yang belum bertakhta—beberapa kali hadir sebagai pengamat dalam latihan gabungan pasukan khusus Indonesia-Yordania di kawasan Timur Tengah.
Beberapa perwira tinggi yang pernah bertugas di bawah komando Prabowo mengisahkan bahwa komunikasi kedua tokoh berlanjut meski lintas generasi dan jabatan. Saat Prabowo menjadi Menteri Pertahanan pada 2019, Raja Abdullah II secara khusus mengundangnya ke Amman untuk membahas penguatan kerja sama industri pertahanan, termasuk potensi pengembangan sistem persenjataan ringan dan amunisi. Pertemuan itu menghasilkan nota kesepahaman awal yang kini digodok menjadi kerja sama strategis di level kepala negara.
“Prabowo dan Raja Abdullah sudah saling memahami karakter kepemimpinan masing-masing. Itu modal besar untuk negosiasi yang lebih cepat dan saling percaya.”
Tak hanya dalam ranah militer, keduanya juga kerap berkomunikasi secara informal di sela-sela forum internasional, seperti Konferensi Tingkat Tinggi Liga Arab dan Sidang Majelis Umum PBB. Raja Abdullah bahkan pernah mengirim surat ucapan selamat secara personal saat Prabowo memenangi Pemilihan Presiden 2024. Momen itu dinilai sebagai sinyal kuat kesinambungan hubungan pribadi yang akan mempermudah jalannya diplomasi resmi.
Harapan Penguatan Poros Jakarta-Amman
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Widjajanto, menilai kunjungan Raja Abdullah II memiliki bobot strategis di tengah dinamika geopolitik kawasan. “Yordania adalah mitra penting Indonesia di jantung Timur Tengah. Kedekatan personal Prabowo dengan Raja menjadi nilai tambah untuk mendorong agenda-agenda prioritas seperti kemerdekaan Palestina dan perluasan kerja sama perdagangan,” jelasnya dalam wawancara terpisah.
Di sisi lain, para pengusaha nasional berharap kunjungan ini dapat membuka akses lebih luas ke pasar Yordania yang selama ini dikenal protektif. Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid, menyatakan bahwa pihaknya akan memaksimalkan forum bisnis untuk menjajaki investasi di sektor farmasi, digital, dan infrastruktur. “Kami melihat Yordania sebagai hub untuk menembus pasar Irak, Suriah, dan Palestina,” katanya.
Istana mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo akan mendampingi Raja Abdullah II sepanjang rangkaian acara, termasuk kunjungan kehormatan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dan pemberian gelar kehormatan. Kunjungan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, sebelum Raja melanjutkan perjalanan ke Singapura. Bagi Indonesia, momentum ini sekaligus menegaskan kembali posisi strategis Jakarta sebagai poros diplomasi kawasan dan jembatan peradaban yang terus diperkuat melalui jejaring kepemimpinan yang terbangun sejak lama.
Comments (0)