Radithya Incar Kemenangan di Final Ulang Jaya Raya Junior GP

JAKARTA — Tunggal putra Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, menegaskan ambisinya untuk merebut gelar juara pada turnamen Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2024. Setelah berhasil...

Jul 12, 2026 - 18:42
0 0
Radithya Incar Kemenangan di Final Ulang Jaya Raya Junior GP

JAKARTA — Tunggal putra Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, menegaskan ambisinya untuk merebut gelar juara pada turnamen Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2024. Setelah berhasil menembus partai puncak, pemain berusia 17 tahun itu menyatakan kesiapan maksimal untuk menghadapi lawan yang akan ditentukan dalam laga pamungkas di GOR Jaya Raya, Jakarta Timur, akhir pekan ini.

Keberhasilan mencapai final kali ini menjadi momentum istimewa bagi Radithya. Ia terakhir kali tampil di partai puncak ajang serupa dua tahun lalu, saat masih berstatus pemain U-15. Kini, di kelompok U-17, perjalanannya tidak mudah—ia harus melewati lima pertandingan ketat termasuk menumbangkan unggulan pertama dari Thailand di semifinal dengan rubber game dramatis 21-19, 19-21, 21-17.

Jalur Terjal Menuju Puncak

Performa Radithya sepanjang turnamen menunjukkan grafik meningkat. Di babak penyisihan grup, ia mencatat dua kemenangan straight game sebelum menghadapi ujian sesungguhnya di fase gugur. Pada perempat final, ia menghentikan pemain India, Arjun Singh, dengan skor 21-14, 21-16. Lalu, di semifinal, laga kontra wakil Thailand, Thanakorn Jitman, yang berdurasi 78 menit menjadi bukti ketangguhan mental dan fisiknya.

Pelatih kepala klub Jaya Raya, Imam Tohari, mengapresiasi perkembangan signifikan yang ditunjukkan Radithya. “Dia sudah memperbaiki footwork dan variasinya di depan net. Dulu dia cenderung monoton, sekarang lebih berani bermain ofensif dengan kombinasi dropshot dan smash silang,” ucap Imam dalam sesi jumpa pers usai semifinal. Tohari menambahkan, Radithya rutin menjalani sesi penguatan otot dan latihan reaksi selama tiga bulan terakhir guna mengimbangi permainan cepat lawan-lawan Asia Tenggara.

Persiapan Spesifik dan Strategi

Menjelang final, Radithya mengaku akan memfokuskan diri pada pola serangan balik dan membaca arah shuttlecock lebih tajam. “Saya terus menonton ulang rekaman pertandingan semifinal untuk memperbaiki antisipasi di area belakang lapangan, terutama saat lawan melakukan flick serve. Saya juga berkonsultasi dengan psikolog olahraga untuk menjaga fokus,” ujarnya saat ditemui di area pelatihan.

Berdasarkan data statistik tim pelatih, Radithya mencatat persentase kemenangan pada rally-rally panjang di atas 60 persen, sebuah indikator keunggulan stamina. Namun, ia masih perlu mengurangi unforced error yang kerap muncul di awal game kedua. Dalam tiga laga terakhir, ia rata-rata membuat 12 kesalahan sendiri, angka yang menurut Imam harus ditekan menjadi satu digit.

Dukungan dan Harapan

Turnamen berlevel BWF Junior International Series ini diikuti oleh 247 peserta dari 14 negara, termasuk Jepang, Malaysia, India, dan Denmark. Jaya Raya Junior GP menjadi salah satu ajang kunci bagi para pemain muda untuk mengumpulkan poin peringkat dunia junior dan mengasah jam terbang sebelum terjun ke level senior. Radithya sendiri menempati peringkat 34 dunia junior dan berpotensi melesat ke posisi 25 besar jika keluar sebagai juara.

Selain dukungan teknis, Radithya juga mendapat suntikan semangat dari keluarganya yang hadir langsung di tribun. Sang ayah, mantan pemain nasional era 1990-an, kerap memberikan masukan melalui pesan singkat setiap jeda pertandingan. “Mungkin hanya pesan sederhana, ‘Tarik napas, rileks, dan kendalikan tempo laga’, tapi itu sangat membantu saya mengelola tekanan,” kata Radithya.

Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana, Sri Widayati, mengatakan bahwa kehadiran Radithya di final menjadi bukti bahwa pembinaan usia dini di klub Jaya Raya masih produktif melahirkan talenta-talenta baru. “Kami berharap final nanti berjalan sportif dan menarik. Radithya adalah pekerja keras yang pantas ditunggu gebrakannya,” ucap Widayati dalam jumpa pers Rabu sore.

Final akan digelar pada Sabtu pukul 14.00 WIB dan disiarkan langsung melalui platform digital PBSI. Berdasarkan pantauan, tiket terusan untuk menyaksikan laga langsung habis terjual dalam waktu dua jam setelah semifinal rampung, menandakan antusiasme tinggi publik terhadap regenerasi bulu tangkis nasional.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User