Radithya Bayu Wardhana Incar Gelar di Final Jaya Raya Junior GP

Radithya Bayu Wardhana memastikan langkahnya ke partai puncak turnamen bulu tangkis junior internasional Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025. Tunggal putra Indonesia itu sukse...

Jul 12, 2026 - 04:07
0 2
Radithya Bayu Wardhana Incar Gelar di Final Jaya Raya Junior GP

Radithya Bayu Wardhana memastikan langkahnya ke partai puncak turnamen bulu tangkis junior internasional Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025. Tunggal putra Indonesia itu sukses menembus final setelah mengalahkan wakil China Taipei, Shen Yu-chen, dalam laga semifinal yang berlangsung di GOR Jaya Raya, Jakarta Timur, Selasa (7/10). Radithya kini bertekad merebut gelar juara dan mengukir prestasi di depan pendukung sendiri.

Pertandingan semifinal berjalan ketat. Radithya yang menempati unggulan ketiga harus bermain tiga gim sebelum memastikan kemenangan dengan skor 21-18, 17-21, 21-14. Performa agresif dan konsistensi dalam mengontrol permainan menjadi kunci keberhasilan pemain berusia 18 tahun itu. “Saya bersyukur bisa lolos ke final. Ini kesempatan besar untuk membuktikan kemampuan,” ujar Radithya seusai laga.

Perjalanan Tanpa Hambatan

Sejak babak awal, Radithya menunjukkan performa meyakinkan. Pada babak 32 besar, ia menaklukkan wakil Malaysia, Ahmad Faiz, dua gim langsung 21-12, 21-15. Kemudian di babak 16 besar, ia menyingkirkan pebulutangkis asal India, Arjun Reddy, dengan skor 21-10, 21-16. Tantangan mulai muncul di perempat final saat berhadapan dengan rekan senegara, Bima Adi Nugraha. Dalam duel sesama Indonesia itu, Radithya menang rubber game 19-21, 21-17, 21-12 setelah kehilangan gim pertama akibat kesalahan sendiri.

Pelatih tunggal putra, Herry Iman Santoso, menilai permainan Radithya terus berkembang sepanjang turnamen. “Dia semakin tenang dan bisa mengaplikasikan strategi dengan baik, terutama di momen-momen kritis. Lawan di semifinal cukup kuat, tapi Radithya mampu beradaptasi,” kata Herry.

Final Penuh Prestise

Di partai puncak, Radithya akan berhadapan dengan unggulan pertama asal Thailand, Pannawat Theerapanit. Pannawat merupakan juara bertahan dan tampil dominan di turnamen ini tanpa kehilangan satu gim pun. Meski di atas kertas Pannawat lebih diunggulkan, Radithya tetap optimistis. “Saya sudah mempelajari rekaman pertandingannya. Dia punya pukulan keras, tapi saya akan coba mematikan pergerakannya,” ungkap Radithya.

Pertemuan kedua pemain ini akan menjadi ulangan final tahun lalu di ajang serupa, di mana Radithya harus mengakui keunggulan Pannawat tiga gim. Kekalahan itu menjadi pelajaran berharga bagi Radithya. “Waktu itu saya kurang sabar di gim penentuan. Sekarang mental saya lebih siap,” tambahnya.

Dukungan Penuh dari Publik

Turnamen yang berlangsung pada 4–8 Oktober 2025 ini menjadi ajang bergengsi kategori junior internasional di bawah naungan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Kehadiran penonton lokal memberikan energi tersendiri bagi para atlet Indonesia. Radithya mengaku termotivasi oleh sorakan pendukung yang memadati GOR Jaya Raya. “Main di rumah sendiri pasti ada tekanan, tapi saya ubah jadi semangat. Saya ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Bambang Suprianto, menyatakan final yang mempertemukan Indonesia melawan Thailand ini menjadi suguhan menarik. “Kami optimistis Radithya bisa memberikan perlawanan sengit. Dia sudah menunjukkan kematangan selama turnamen,” kata Bambang.

Selain memperebutkan hadiah total 15.000 dolar AS, turnamen ini juga menawarkan poin penting bagi peringkat junior dunia. Radithya yang saat ini menempati peringkat 28 dunia junior berpeluang naik signifikan jika berhasil menjuarai turnamen. Hal itu akan membuka jalan baginya untuk tampil di kejuaraan yang lebih tinggi.

Strategi dan Persiapan Akhir

Menjelang laga puncak, tim pelatih memfokuskan pada pemulihan fisik dan antisipasi serangan lawan. Radithya menjalani latihan ringan dan sesi analisis video bersama pelatih. Fokus utama adalah meningkatkan kecepatan footwork dan variasi pukulan untuk mengimbangi permainan agresif Pannawat. “Kami telah menyiapkan beberapa skenario. Kuncinya adalah Radithya tidak boleh terburu-buru mematikan bola, karena Pannawat pintar membaca permainan,” jelas Herry.

Radithya sendiri mengaku tidak ingin terlalu terbebani. “Saya hanya ingin menikmati pertandingan dan mengeluarkan semua kemampuan. Hasil akan mengikuti,” tutupnya. Final dijadwalkan berlangsung pada Rabu (8/10) pukul 14.00 WIB, dan akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Jaya Raya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User