Radithya Bayu Wardhana Buka Peluang Juara di Final Jaya Raya Junior

JAKARTA — Tunggal putra muda Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, menegaskan ambisinya untuk meraih gelar juara pada ajang Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025 setelah memastik...

Jul 12, 2026 - 08:04
0 1
Radithya Bayu Wardhana Buka Peluang Juara di Final Jaya Raya Junior

JAKARTA — Tunggal putra muda Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, menegaskan ambisinya untuk meraih gelar juara pada ajang Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025 setelah memastikan satu tempat di partai puncak. Kepastian itu diperoleh usai ia menundukkan lawannya di babak semifinal yang berlangsung di GOR Jaya Raya, Jakarta Timur, Sabtu (8/2).

Radithya, yang turun sebagai unggulan ketiga dalam turnamen berlevel Junior International Grand Prix ini, menampilkan performa impresif sepanjang pertandingan. Dalam duel yang berlangsung selama 47 menit, ia berhasil mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-16, 21-14 atas wakil Malaysia, Muhammad Hafiz Aiman. Keberhasilan ini mengantarkan Radithya ke final keduanya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir di level turnamen BWF Junior.

"Saya sangat bersyukur bisa kembali melangkah ke final. Ini adalah hasil dari kerja keras dan disiplin latihan yang selama ini dijalani. Saya tidak ingin menyia-nyiakan peluang ini dan akan berjuang semaksimal mungkin di pertandingan puncak nanti," ujar Radithya saat ditemui di arena usai laga.

Strategi dan Evaluasi Pasca-Semifinal

Pelatih tunggal putra PBSI yang mendampingi Radithya di sektor junior, Fikri Alamsyah, menyatakan bahwa anak asuhnya telah menerapkan pola permainan menyerang sejak awal gim pertama.Pressing ketat di area depan net serta variasi pukulan lob dan drop shot akurat menjadi kunci keberhasilan Radithya meredam semangat lawan asal Negeri Jiran tersebut.

"Radithya sudah menjalankan instruksi dengan baik. Dia mampu membaca arah permainan lawan dan tidak memberi banyak celah. Beberapa kali dia memang masih melakukan kesalahan sendiri (unforced error), terutama saat pengembalian bola-bola datar. Itu yang akan kami perbaiki sebelum final," kata Fikri.

Berdasarkan catatan statistik pertandingan, Radithya mendominasi perolehan poin dari rally pendek. Sebanyak 18 dari total 42 poin kemenangannya berasal dari skema permainan tiga pukulan pertama. Keunggulan dalam eksplosivitas dan kecepatan langkah kaki menjadi modal signifikan bagi pebulu tangkis berusia 17 tahun itu.

Jalan Menuju Final dan Calon Lawan

Sepanjang turnamen ini, Radithya menunjukkan tren peningkatan performa yang konsisten. Pada babak 32 besar, ia menyingkirkan wakil Thailand, Thanaphat Maneepong, lewat permainan rubber gim yang menegangkan: 18-21, 21-15, 21-11. Di babak 16 besar dan perempat final, Radithya tampil lebih klinis dengan kemenangan dua gim langsung atas wakil India, Arjun Suresh (21-13, 21-17) dan unggulan kedelapan asal Korea Selatan, Kim Min-joon (21-10, 21-19).

Di partai puncak, Radithya akan berhadapan dengan pemenang laga semifinal lainnya antara unggulan pertama asal Jepang, Haruki Ishikawa, dan pemain non-unggulan dari Taiwan, Chen Wei-hsiang. Ishikawa, yang menduduki peringkat 12 dunia junior, difavoritkan melaju. Namun, Chen juga tampil mengejutkan sepanjang pekan ini usai menumbangkan dua pemain unggulan di babak sebelumnya.

"Saya tidak mau terlalu memikirkan siapa lawan di final. Fokus utama adalah memulihkan kondisi fisik dan mental terlebih dahulu, lalu mempelajari rekaman pertandingan mereka nanti bersama pelatih. Siapapun lawannya, saya harus siap," tegas Radithya.

Makna Turnamen bagi Peta Persaingan Junior Nasional

Pencapaian Radithya melaju ke final Jaya Raya Junior International Grand Prix menjadi sinyal positif bagi regenerasi tunggal putra nasional. Turnamen yang diikuti oleh 112 peserta dari 16 negara ini merupakan salah satu ajang pengumpulan poin ranking BWF Junior yang diakui secara global. Gelar juara di sini akan mendongkrak posisi Radithya di klasemen, sekaligus memperbesar peluangnya untuk tampil di Kejuaraan Dunia Junior 2025.

Pengurus PP PBSI, Alex Tirta, yang hadir menyaksikan pertandingan, menyampaikan apresiasinya atas capaian Radithya dan seluruh atlet muda yang berlaga. Ia menekankan bahwa pembinaan di sektor junior, khususnya tunggal putra, membutuhkan konsistensi dan jam terbang kompetitif yang tinggi.

"Kami sangat mendukung penuh para atlet junior untuk tampil di berbagai turnamen internasional seperti ini. Pengalaman bertanding melawan pemain-pemain dari luar negeri, terutama dari Jepang, Korea, dan China, adalah bekal yang sangat berharga. Radithya sudah menunjukkan kematangan yang baik. Semoga di final nanti bisa membawa hasil maksimal," kata Alex.

Sejak dipromosikan ke pelatnas pratama PBSI tahun lalu, Radithya memang menjadi salah satu proyeksi masa depan tunggal putra Indonesia. Gaya bermainnya yang agresif serta mental bertanding yang tenang di lapangan sering kali menjadi pembeda dibanding pemain lain seusianya. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan terus mengasah kelemahan teknis, ia dinilai memiliki peluang besar untuk menembus level senior dalam dua tahun ke depan.

Pertandingan final dijadwalkan berlangsung pada Minggu (9/2) pukul 14.00 WIB. Seluruh pencinta bulu tangkis tanah air diharapkan dapat memberikan dukungan, baik secara langsung di GOR Jaya Raya maupun melalui siaran langsung di platform digital resmi PBSI.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User