Prabowo Anugerahi Gelar Pahlawan Nasional untuk Zainal Abidin Syah

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Tidore, Zainal Abidin Syah, dalam rangkaian upacara peringatan Hari Pahlawan yang disele...

Jul 12, 2026 - 08:04
0 1
Prabowo Anugerahi Gelar Pahlawan Nasional untuk Zainal Abidin Syah

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Tidore, Zainal Abidin Syah, dalam rangkaian upacara peringatan Hari Pahlawan yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden yang dibacakan oleh Menteri Sosial dan disaksikan oleh para ahli waris serta pejabat tinggi negara. Penganugerahan ini menempatkan Zainal Abidin Syah sebagai salah satu dari sepuluh tokoh yang menerima penghormatan tertinggi negara atas jasa luar biasa dalam mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perjuangan Menjaga Irian Barat Tetap dalam Pangkuan NKRI

Zainal Abidin Syah, yang menjabat sebagai Sultan Tidore ke-37, memainkan peran kunci dalam sejarah diplomasi dan perjuangan mempertahankan Irian Barat agar tetap menjadi bagian integral dari wilayah Indonesia. Pasca Proklamasi Kemerdekaan 1945, Belanda berupaya memisahkan Irian Barat dari NKRI melalui berbagai manuver politik dan militer. Dalam konteks inilah Zainal Abidin Syah tampil sebagai figur sentral yang menggalang dukungan di tingkat lokal dan internasional. Berdasarkan catatan sejarah, Sultan Zainal Abidin Syah secara aktif memobilisasi dukungan dari Kesultanan Tidore dan wilayah sekitarnya untuk menolak segala bentuk kolonialisme yang berupaya memecah belah wilayah timur Indonesia.

Sebagai pemimpin tradisional yang memiliki pengaruh kuat di wilayah Maluku Utara dan Papua, Zainal Abidin Syah memanfaatkan jaringan kultural dan politiknya untuk memperkuat legitimasi klaim Indonesia atas Irian Barat. Dalam berbagai forum, ia menegaskan bahwa secara historis wilayah Irian Barat memiliki ikatan erat dengan Kesultanan Tidore yang telah menjadi bagian dari Nusantara sejak berabad-abad sebelumnya. Argumen historis inilah yang kemudian menjadi salah satu landasan penting dalam diplomasi Indonesia di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kiprah Politik dan Pemerintahan

Di luar perjuangan mempertahankan Irian Barat, Zainal Abidin Syah juga mencatatkan kiprah signifikan dalam pemerintahan Republik Indonesia. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Gubernur Irian Barat yang pertama setelah wilayah tersebut resmi kembali ke pangkuan NKRI pada tahun 1963. Penunjukan ini bukanlah kebetulan, melainkan pengakuan negara atas dedikasi dan pemahamannya yang mendalam terhadap dinamika sosial-politik di wilayah timur Indonesia. Selama masa kepemimpinannya, ia fokus pada upaya rekonsiliasi dan pembangunan fondasi pemerintahan sipil di wilayah yang sebelumnya berada di bawah administrasi Belanda.

Selain itu, Zainal Abidin Syah juga pernah menduduki posisi strategis sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung dan berkontribusi dalam berbagai perumusan kebijakan negara. Dalam setiap jabatan yang diembannya, konsistensi sikapnya terhadap keutuhan NKRI tidak pernah goyah. Sumber-sumber arsip nasional mencatat berbagai pernyataan tegas Sultan Tidore ini dalam menolak segala bentuk separatisme dan intervensi asing yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

Proses Penganugerahan dan Makna Gelar

Proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Zainal Abidin Syah melalui mekanisme panjang yang melibatkan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Dewan tersebut melakukan verifikasi ketat terhadap rekam jejak, konsistensi perjuangan, serta dampak dari kontribusi yang diberikan oleh almarhum semasa hidupnya. Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, gelar Pahlawan Nasional hanya diberikan kepada warga negara yang telah meninggal dunia dan semasa hidupnya memimpin perjuangan bersenjata, atau menghasilkan gagasan besar untuk pembangunan bangsa dan negara, atau menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Penetapan Zainal Abidin Syah sebagai Pahlawan Nasional disahkan melalui Keputusan Presiden yang dibacakan dalam Rapat Pleno Dewan Gelar. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pengakuan ini merupakan wujud terima kasih negara kepada para pendahulu yang telah berjuang tanpa pamrih. "Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen kita untuk terus menghormati dan meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan," ujar Presiden di hadapan peserta upacara.

Dengan dianugerahkannya gelar Pahlawan Nasional kepada Zainal Abidin Syah, sejarah perjuangan mempertahankan Irian Barat semakin mendapatkan tempat terhormat dalam narasi kebangsaan Indonesia. Langkah ini sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat Maluku Utara dan berbagai elemen bangsa yang telah lama mengusulkan agar jasa Sultan Tidore tersebut diakui secara resmi oleh negara. Kini, nama Zainal Abidin Syah berdiri sejajar dengan para pahlawan nasional lainnya yang telah mengukir sejarah keemasan bagi Republik Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User