Presiden Prabowo Dorong Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Nasional

Jakarta, Apaberita – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin langsung seremoni puncak Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Mingg...

Jul 13, 2026 - 05:05
0 0
Presiden Prabowo Dorong Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Nasional

Jakarta, Apaberita – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin langsung seremoni puncak Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026). Acara yang dihadiri sekitar 12.000 peserta ini menjadi penegasan arah kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Ketua Dewan Koperasi Indonesia Nurdin Halid.

Arahan Presiden: Koperasi Harus Tangguh dan Berdaya Saing

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi harus menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang berbasis pada semangat gotong royong.

“Koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan wujud ekonomi Pancasila yang menjunjung kebersamaan dan keadilan. Saya ingin koperasi menjadi soko guru ekonomi rakyat yang tangguh menghadapi tantangan global,”
ujar Presiden di hadapan ribuan pelaku koperasi. Presiden juga meminta para menteri untuk menyusun peta jalan penguatan koperasi hingga 2030, dengan target peningkatan kontribusi koperasi terhadap produk domestik bruto (PDB) dari 4,5 persen menjadi 7 persen pada tahun 2029.

Regulasi dan Insentif Baru Mendukung Koperasi

Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi dalam laporannya menyebut pemerintah tengah menyusun sejumlah regulasi baru guna memperkuat ekosistem perkoperasian. Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Koperasi Modern dan Rancangan Undang-Undang Perkoperasian masuk dalam Program Legislasi Nasional 2026.

“Kami juga menyiapkan insentif fiskal berupa penurunan tarif PPh final bagi koperasi menjadi 0,5 persen dari omzet hingga Rp4,8 miliar per tahun, serta alokasi Kredit Usaha Rakyat khusus koperasi sebesar Rp25 triliun pada tahun 2027,”
kata Budi Arie. Selain itu, pemerintah akan menyuntikkan dana abadi koperasi sebesar Rp5 triliun melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk memperkuat permodalan koperasi sektor riil, terutama pertanian, perikanan, dan kerajinan.

Transformasi Digital Menuju Koperasi 4.0

Pemerintah meluncurkan platform digital terpadu “KopKu” yang dirancang untuk mempercepat digitalisasi koperasi di seluruh Indonesia. Aplikasi ini menyediakan layanan akuntansi digital, pemasaran daring, dan manajemen rantai pasok. Budi Arie menargetkan 10.000 koperasi terdigitalisasi pada akhir 2027.

“Transformasi ini bukan pilihan, melainkan keharusan agar koperasi mampu bersaing di era ekonomi digital,”
tegasnya. Hingga Juli 2026, tercatat 3.500 koperasi telah mengadopsi sistem ini, didukung oleh pelatihan yang diberikan kepada lebih dari 15.000 pengurus koperasi di 38 provinsi.

Penghargaan untuk Koperasi Inspiratif

Pada puncak acara, Presiden Prabowo menyerahkan Penghargaan Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional kepada 12 koperasi unggulan. Penghargaan tertinggi diraih oleh Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersatu dari Jawa Timur dan Koperasi Produsen Kopi Gayo Berkelanjutan dari Aceh. Proses seleksi melibatkan penilaian ketat dari tim independen beranggotakan akademisi dan praktisi terhadap 500 kandidat koperasi. Presiden menyatakan apresiasinya dan mendorong koperasi lain untuk meniru keberhasilan tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan berkontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

Sinergi Lintas Sektor dan Komitmen Bersama

Acara ini juga diramaikan dengan penandatanganan prasasti komitmen penguatan koperasi oleh Presiden, para menteri, dan Ketua Dewan Koperasi Indonesia. Sinergi lintas sektor diperkuat melalui pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir yang menyatakan akan mengintegrasikan koperasi ke dalam rantai pasok BUMN, khususnya di sektor pangan dan logistik.

“Kami akan memastikan koperasi menjadi bagian penting dari ekosistem bisnis BUMN, sehingga tercipta rantai nilai yang saling menguntungkan,”
ujar Erick. Sementara itu, Kementerian Perdagangan berkomitmen menyediakan akses pasar melalui integrasi produk koperasi ke dalam katalog elektronik nasional. Peringatan Harkopnas ke-79 ini menandai babak baru gerakan koperasi Indonesia menuju modernisasi dan daya saing global, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User