Presiden Lukashenko: Indonesia Partner Penting Belarus di Asia Tenggara

Jakarta, Apaberita.com – Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, secara tegas menyebut Indonesia sebagai mitra utama negaranya di kawasan Asia Tenggara. Dalam kunjungan kenegaraan yang berlangsung

Jul 07, 2026 - 23:12
0 0
Presiden Lukashenko: Indonesia Partner Penting Belarus di Asia Tenggara

Jakarta, Apaberita.com – Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, secara tegas menyebut Indonesia sebagai mitra utama negaranya di kawasan Asia Tenggara. Dalam kunjungan kenegaraan yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026), ia menyampaikan bahwa keberadaan Indonesia sebagai teman sudah sangat berarti bagi Belarus.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Lukashenko saat menggelar konferensi pers bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat untuk mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin selama beberapa dekade.

"Indonesia akan selalu menjadi salah satu partner penting Belarus di Asia Tenggara. Dan tahukah Anda, jika ada cuma satu teman di Asia Tenggara, bagi saya itu cukup," ujar Lukashenko dengan penuh keyakinan.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Belarus untuk terus memperdalam kemitraan strategis dengan Indonesia. Lukashenko menilai bahwa Indonesia memiliki posisi geopolitik dan ekonomi yang sangat signifikan di kawasan, sehingga kemitraan ini diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi Belarus untuk memperluas jaringan kerja sama di tingkat ASEAN.

Penandatanganan 7 Nota Kesepahaman

Di sela-sela kunjungan kenegaraan itu, Indonesia dan Belarus resmi menandatangani tujuh nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di berbagai bidang. Laporan yang dihimpun media kami dari sesi penandatanganan menyebutkan, kerja sama ini mencakup aspek yang sangat strategis, mulai dari pemberantasan kejahatan keuangan hingga penanggulangan terorisme.

Secara lebih rinci, salah satu MoU yang diteken berkaitan dengan mekanisme pertukaran laporan intelijen keuangan. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat deteksi dini dan pencegahan tindak pidana pencucian uang serta pendanaan terorisme. Dengan adanya sinergi ini, kedua negara berharap dapat menutup celah yang kerap dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan transnasional.

MoU lainnya berfokus pada peningkatan kerja sama di bidang kontra-terorisme. Indonesia dan Belarus sepakat untuk berbagi data intelijen, menyelenggarakan pelatihan bersama, serta mengembangkan kapasitas aparat keamanan dalam menghadapi ancaman terorisme yang terus berevolusi. Langkah ini dinilai krusial mengingat tantangan keamanan global yang semakin kompleks.

Selain sektor keamanan, kerja sama juga meluas ke ranah perdagangan dan investasi. Kedua pemimpin negara mendorong agar volume perdagangan bilateral yang saat ini masih relatif kecil dapat ditingkatkan secara signifikan. Sejumlah komoditas potensial yang akan dipromosikan meliputi produk pertanian, alat berat, suku cadang kendaraan, serta produk industri kreatif. Dalam bidang pendidikan, akan dibuka program pertukaran pelajar dan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di universitas-universitas ternama di Belarus.

Presiden Prabowo Subianto menyambut baik seluruh kesepakatan tersebut. Ia menekankan bahwa pemerintah Indonesia siap menjadi mitra yang konstruktif bagi Belarus, sekaligus menjadi jembatan untuk memperkenalkan potensi Eropa Timur kepada negara-negara di Asia Tenggara. Pertemuan bilateral ini pun diakhiri dengan optimisme tinggi bahwa hubungan Jakarta-Minsk akan terus berkembang ke tingkat yang lebih tinggi di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User