Operasi Narkoba di Kalteng Berujung Tragis: Satu Polisi Gugur, Dua Personel Masih Hilang
Katingan Tengah - Sebuah operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng), berubah menjadi tragedi setelah mendapat perlawanan seng
Katingan Tengah - Sebuah operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng), berubah menjadi tragedi setelah mendapat perlawanan sengit dari pelaku. Dalam insiden yang terjadi pada Rabu dini hari (1/7) sekitar pukul 01.00 WIB tersebut, satu personel kepolisian dilaporkan gugur, sementara dua orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, operasi tersebut melibatkan 12 personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan. Tim yang dipimpin langsung oleh Kasatresnarkoba AKP Affan Effendi ini tengah melakukan penyelidikan intensif terkait maraknya peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Desa Tumbang Kalemei.
Kronologi Penggerebekan
Demi efektivitas operasi, tim dipecah menjadi dua kelompok. Tim 1 bertugas melakukan penyergapan dengan mendatangi langsung rumah target operasi yang diduga kuat sebagai bandar narkoba. Sementara itu, Tim 2 bersiaga di titik strategis, tepatnya di dekat sebuah gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berlokasi tidak jauh dari rumah target.
Namun, situasi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana. Saat Tim 1 melakukan penggerebekan, diduga pelaku telah siap dan memberikan perlawanan balik. Bentrokan tak terelakkan terjadi di lokasi kejadian, mengakibatkan seorang anggota polisi kehilangan nyawa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait kronologi detail baku tembak atau jenis perlawanan yang dilakukan oleh pelaku.
Personel Hilang dan Upaya Pencarian
Selain korban jiwa, kekhawatiran mendalam kini menyelimuti institusi kepolisian setempat. Dua personel lainnya yang turut dalam Tim 1 belum diketahui keberadaannya dan dinyatakan hilang pasca-bentrokan terjadi. Saat ini, aparat gabungan tengah melakukan operasi pencarian secara besar-besaran di sekitar hutan dan aliran sungai yang mengelilingi Desa Tumbang Kalemei.
Medan yang cukup berat serta minimnya penerangan di lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat. Hingga siang hari, komunikasi intensif masih dilakukan untuk melacak posisi dua anggota yang hilang tersebut. Pihak kepolisian juga belum memberikan pernyataan resmi apakah pelaku berhasil melarikan diri atau ikut tertangkap dalam insiden nahas ini.
Comments (0)