Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Sampah Kembali Terbakar di Tangerang

Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih terus dilakukan hingga Kamis (2/7/2026) sore. Petugas gabungan dari Dinas P

Jul 07, 2026 - 23:12
0 0
Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Sampah Kembali Terbakar di Tangerang

Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih terus dilakukan hingga Kamis (2/7/2026) sore. Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tangerang, didukung sejumlah instansi, belum berhasil menjinakkan api yang melalap gunungan sampah seluas puluhan hektare tersebut. Di tengah situasi darurat ini, Apaberita.com menerima laporan bahwa kebakaran sampah baru terjadi di lokasi lain di wilayah Kabupaten Tangerang, menambah tekanan bagi pasukan pemadam yang harus membagi kekuatan.

"TPA Jatiwaringin masih dalam pemadaman," kata petugas Dinas Damkar Kabupaten Tangerang, Kamis (2/7/2026) pukul 16.15 WIB.

Guna mempercepat pendinginan area yang sulit dijangkau armada darat, dua unit helikopter dikerahkan untuk operasi water bombing. Helikopter tersebut menyedot air dari sumber-sumber terdekat lalu menjatuhkannya ke titik api yang paling parah. Metode ini dinilai cukup efektif untuk menjangkau lidah api di puncak dan lereng tumpukan sampah yang tinggi serta labil. Meski demikian, tiupan angin kencang dan sifat material sampah yang terus terdekomposisi memicu munculnya bara dan titik api baru, membuat proses pemadaman berjalan lambat dan berlapis.

Kendala Pemadaman dan Dampak Kesehatan

Hambatan utama di lapangan adalah akses jalan yang sempit dan tidak stabil di antara gunungan sampah. Keberadaan gas metana dari proses pembusukan juga membuat api mudah menyala kembali. Asap tebal hasil pembakaran campuran sampah organik dan anorganik membumbung tinggi, menyelimuti kawasan sekitar dengan partikel beracun. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, seperti dipantau Apaberita.com, telah mengeluarkan imbauan agar warga dalam radius 3 kilometer dari TPA menggunakan masker N95 dan mengurangi kegiatan di luar ruangan. Sejumlah warga dari permukiman terdekat bahkan memilih mengungsi mandiri ke rumah kerabat sejak kebakaran mulai membesar beberapa hari yang lalu.

Kebakaran TPA Jatiwaringin di musim kemarau sebenarnya bukan kejadian baru. Namun tahun ini dampaknya lebih luas karena volume sampah yang menggunung tidak sebanding dengan kapasitas pengolahan. Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana meninjau ulang secara menyeluruh sistem penanganan sampah terpadu begitu kebakaran ini bisa diatasi sepenuhnya. Tumpukan sampah yang mengandung kadar gas mudah terbakar tinggi menjadi pekerjaan rumah jangka panjang yang mendesak untuk dibenahi.

Kebakaran Sampah Baru Tambah Beban Petugas

Di tengah fokus penanganan di TPA Jatiwaringin, laporan yang dihimpun Apaberita.com menyebutkan insiden sampah terbakar di titik berbeda di Kabupaten Tangerang. Meski lokasi persisnya belum diumumkan secara resmi, sumber di posko Damkar menyebut api muncul dari tumpukan sampah liar di lahan kosong. Satu unit mobil pemadam langsung dikirim ke lokasi baru itu untuk mencegah api menjalar ke bangunan warga. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerugian material yang berarti dari insiden kedua tersebut.

Plt Kepala Dinas Damkar Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi, namun sejumlah relawan di lapangan mengakui personel sempat kewalahan membagi kekuatan karena armada terbatas. Meski begitu, koordinasi antara tim darat dan tim udara berjalan lancar, terutama dalam menetapkan prioritas titik api mana yang harus dijinakkan lebih dulu. Operasi water bombing diharapkan bisa menekan persentase api secara signifikan dalam 24 jam ke depan.

Hingga pukul 17.00 WIB, status kebakaran TPA Jatiwaringin masih berada pada level “sedang” dengan area terbakar diperkirakan sudah melampaui 5 hektare. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan arah angin yang dapat membawa asap tebal ke permukiman padat di sekitar Mauk dan daerah penyangga lainnya. Apaberita.com akan terus memantau dan melaporkan setiap perkembangan penanganan kebakaran ini secara akurat dan cepat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User