Pramono Temui Seskab Teddy, Kenang Masa Jabat di Setkab
Jakarta — Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Pramono Anung melakukan kunjungan resmi ke Kantor Sekretariat Kabinet (Setkab) di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, dan diterima langsung oleh Sek...
Jakarta — Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Pramono Anung melakukan kunjungan resmi ke Kantor Sekretariat Kabinet (Setkab) di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, dan diterima langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pertemuan yang berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026, tersebut menjadi momen silaturahmi sekaligus nostalgia mendalam bagi Pramono Anung yang pernah memimpin lembaga kunci pemerintahan itu selama hampir satu dekade.
Ruang Kenangan di Pusat Birokrasi
Kedatangan Pramono Anung disambut dengan penuh keakraban oleh Teddy Indra Wijaya beserta jajaran pejabat eselon satu di lingkungan Setkab. Suasana kekeluargaan langsung terasa ketika Pramono memasuki ruang kerja yang pernah digunakannya selama masa jabatan sebagai Sekretaris Kabinet periode 2015 hingga 2024. Pramono secara khusus menyempatkan diri berkeliling menyapa para pegawai dan staf yang telah lama bekerja bersamanya, menanyakan kabar, serta bertukar cerita tentang dinamika kerja di lingkup Sekretariat Kabinet.
“Saya merasa seperti pulang ke rumah sendiri. Begitu banyak memori bertugas dan mengabdi di tempat ini. Melihat wajah-wajah yang dulu menjadi bagian keseharian saya sungguh membahagiakan. Setkab selalu menjadi tempat istimewa karena dari ruangan-ruangan inilah lahir keputusan-keputusan yang mengawal jalannya pemerintahan,” ujar Pramono Anung dalam keterangan tertulis yang diterima.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengapresiasi kunjungan pendahulunya tersebut. Ia menyebut sosok Pramono Anung sebagai mentor yang telah meletakkan fondasi tata kelola Sekretariat Kabinet yang modern dan akuntabel. Teddy menekankan bahwa pengalaman panjang Pramono di pusat birokrasi nasional menjadi sumber pelajaran berharga bagi keberlanjutan kepemimpinan di lembaga tersebut.
Konsolidasi Agenda Strategis Jakarta
Pertemuan tersebut tidak hanya berisi obrolan nostalgia. Kedua tokoh ini memanfaatkan momentum langka tersebut untuk membahas isu-isu strategis yang menyangkut sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pramono Anung yang dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 20 Februari 2025 memaparkan sejumlah prioritas pembangunan ibu kota yang membutuhkan dukungan regulasi dan koordinasi lintas kementerian.
“Kami membahas sejumlah agenda strategis, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur transportasi terintegrasi, penanganan banjir dari hulu ke hilir, serta penataan kawasan permukiman yang memerlukan dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga. Jakarta sebagai ibu kota negara harus tetap menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal tata kelola perkotaan,” kata Teddy Indra Wijaya.
Pramono Anung menegaskan bahwa pengalamannya selama hampir sembilan tahun memimpin Sekretariat Kabinet di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo menjadi modal berharga untuk memahami mekanisme birokrasi dan jalur koordinasi antarkementerian. Dengan pemahaman tersebut, ia bertekad mempercepat penyelesaian masalah klasik Jakarta tanpa terbentur sekat-sekat kelembagaan yang selama ini kerap menghambat implementasi kebijakan.
Lebih lanjut, pertemuan itu menyepakati perlunya forum konsultasi berkala antara Pemprov DKI Jakarta dan Sekretariat Kabinet guna memastikan setiap rancangan kebijakan daerah yang membutuhkan persetujuan atau sinergi pusat dapat diproses tepat waktu. Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kunjungan Pramono menjadi titik awal penguatan komunikasi kelembagaan yang lebih erat.
Jejak Pengabdian di Sekretariat Kabinet
Pramono Anung menjabat sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni sejak 12 Agustus 2015 hingga 20 Oktober 2024. Selama masa kepemimpinannya, Setkab bertransformasi menjadi organ vital yang tidak hanya bertugas memberikan dukungan teknis dan administratif kepada Presiden dan Wakil Presiden, tetapi juga berperan aktif dalam mengawal sinkronisasi kebijakan kementerian. Di bawah kendalinya, lembaga ini menjadi simpul koordinasi penyelesaian berbagai program strategis nasional, mulai dari pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, hingga penanganan pandemi.
Kini, sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta, Pramono Anung membawa serta segudang pengalaman birokrasi tingkat nasional tersebut. Kepemimpinannya di ibu kota diuji dengan berbagai tantangan perkotaan yang kompleks, mulai dari kemacetan, banjir, penurunan permukaan tanah, hingga kebutuhan akan transportasi publik yang masif. Kunjungan ke Sekretariat Kabinet kali ini menegaskan bahwa ia akan memanfaatkan seluruh jaringan dan pengetahuan birokrasinya untuk membangun Jakarta yang lebih baik, selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
Teddy Indra Wijaya, yang dilantik sebagai Sekretaris Kabinet pada 21 Oktober 2024, menyampaikan rasa hormatnya atas kontribusi besar yang telah ditinggalkan Pramono Anung. “Beliau adalah negarawan yang telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan Sekretariat Kabinet. Kami di sini melanjutkan tradisi pengabdian yang telah beliau bangun,” tutup Teddy. Pertemuan yang berlangsung hangat selama kurang lebih dua jam itu diakhiri dengan sesi foto bersama di depan Gedung Utama Sekretariat Kabinet, menandai komitmen baru dalam kemitraan strategis antara ibu kota dan pusat pemerintahan.
Comments (0)