Sep 03, 2026
Politik

Polisi Rilis Sketsa Pelaku Pengeroyokan di Pejompongan

Kepolisian Daerah Metro Jaya resmi merilis sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan seorang warga Kelurahan Pejompongan, Jakarta Pusat, meninggal dunia. Peristiwa nahas tersebut ter...

Polisi Rilis Sketsa Pelaku Pengeroyokan di Pejompongan

Kepolisian Daerah Metro Jaya resmi merilis sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan seorang warga Kelurahan Pejompongan, Jakarta Pusat, meninggal dunia. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis, 27 Agustus 2026, dan hingga kini masih dalam penyelidikan intensif.

Korban berinisial BS, seorang pria berusia 45 tahun, ditemukan tewas di lokasi kejadian dengan sejumlah luka akibat kekerasan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/8/2026), menyatakan bahwa sketsa wajah tersebut merupakan hasil pengembangan dari keterangan saksi mata dan rekaman kamera pengawas di sekitar tempat kejadian perkara.

"Kami telah merilis sketsa wajah salah satu pelaku berdasarkan keterangan saksi dan hasil rekaman CCTV. Kami harap masyarakat dapat membantu mengidentifikasi orang dalam sketsa ini," ujar Kombes Pol. Ade Ary.

Kronologi Peristiwa

Peristiwa pengeroyokan terjadi pada malam hari di Jalan Pejompongan Raya, Kelurahan Pejompongan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurut laporan awal, korban BS sedang dalam perjalanan pulang ketika dihadang oleh sekelompok orang tidak dikenal. Terjadi cekcok mulut yang kemudian berujung pada aksi kekerasan fisik secara beramai-ramai.

Warga sekitar yang mendengar keributan segera melapor ke Polsek Tanah Abang. Tim dari Polsek Tanah Abang bersama Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB. Namun, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka di bagian kepala dan tubuh. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan autopsi.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Bintoro mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami motif pengeroyokan. "Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif di balik peristiwa ini. Apakah murni kriminal biasa atau ada unsur lain, masih kita dalami," jelas AKBP Bintoro.

Proses Penyelidikan

Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pecahan botol dan potongan pakaian. Selain itu, tim forensik juga telah memeriksa rekaman CCTV dari tiga titik di sekitar lokasi. Dari rekaman tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi satu orang pelaku yang wajahnya kemudian dibuat sketsa oleh tim identifikasi.

"Sketsa ini dibuat berdasarkan ciri-ciri yang diberikan saksi dan cuplikan gambar CCTV. Kami juga telah memeriksa 12 orang saksi, termasuk warga yang melihat langsung kejadian," tambah Kombes Pol. Ade Ary.

Polisi belum mengungkapkan jumlah pasti pelaku, namun dari keterangan saksi disebutkan bahwa kelompok tersebut terdiri dari sekitar lima hingga enam orang. Hingga saat ini, belum ada satu pun pelaku yang berhasil ditangkap. Pihak kepolisian terus melakukan pengejaran dan pengembangan penyelidikan.

Imbauan Kepada Masyarakat

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat yang mengenali sketsa wajah yang dirilis untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui hotline 110. Informasi dapat disampaikan secara anonim dan identitas pelapor akan dijamin kerahasiaannya.

"Kami meminta partisipasi aktif masyarakat untuk membantu mengungkap kasus ini. Setiap informasi sekecil apa pun sangat berarti bagi penyelidikan," tegas Kombes Pol. Ade Ary.

Pihak kepolisian juga mengingatkan warga agar selalu waspada saat beraktivitas di malam hari dan segera melapor jika melihat hal mencurigakan. Kasus pengeroyokan ini menjadi perhatian serius aparat, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan yang cukup ramai. Polres Metro Jakarta Pusat telah meningkatkan patroli di sekitar Pejompongan untuk mencegah kejadian serupa.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban BS masih dalam proses pendampingan dari pihak kelurahan dan kepolisian. Jenazah korban rencananya akan dimakamkan setelah proses autopsi selesai. Polisi memastikan akan terus mengembangkan kasus ini hingga para pelaku dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User