Pramono Targetkan Pengangkutan Sampah Rusun Pluit Selesai 10 Hari

Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menindaklanjuti laporan penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rusun Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Gubernur DKI J...

Jul 17, 2026 - 05:29
0 0
Pramono Targetkan Pengangkutan Sampah Rusun Pluit Selesai 10 Hari

Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menindaklanjuti laporan penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rusun Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menetapkan target penyelesaian pengangkutan seluruh timbunan limbah domestik itu dalam kurun waktu 8 hingga 10 hari kerja.

Keputusan tersebut diambil setelah timbulan sampah yang menggunung di area TPS permukiman vertikal itu menjadi perhatian publik dan viral di berbagai platform media sosial pada Selasa, 14 Juli 2026. Kondisi tersebut memicu keresahan warga karena menimbulkan bau menyengat serta berpotensi menjadi sarang vektor penyakit.

Instruksi Langsung Gubernur

Pramono Anung menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta serta Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Pengangkutan akan dilakukan secara maraton dengan pola dua sesi per hari, yaitu pagi dan malam.

"Saya sudah perintahkan Kepala Dinas LH dan Wali Kota Jakarta Utara untuk menyelesaikan ini secepat-cepatnya. Target saya, dalam 8 sampai 10 hari ke depan, TPS Rusun Waduk Pluit harus sudah bersih kembali. Ini prioritas karena menyangkut kesehatan ribuan penghuni rusun," tegas Pramono dalam Rapat Koordinasi Penanganan Sampah di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, volume sampah yang menumpuk di TPS Rusun Waduk Pluit diperkirakan mencapai 120 ton atau sekitar 450 meter kubik. Penumpukan terjadi sejak Sabtu pekan lalu akibat terhambatnya ritasi pengangkutan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Pengerahan Armada dan Personel

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Muhammad Fajar, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan 18 unit truk armroll berkapasitas 8 meter kubik per unit serta 4 unit loader untuk mempercepat proses pemadatan dan pemuatan sampah. Sebanyak 62 petugas kebersihan diterjunkan dalam operasi khusus ini.

"Kami kerahkan personel tiga sif. Setiap hari, kami targetkan bisa mengangkut 15 hingga 18 ton atau sekitar 13-15 ritasi ke Bantargebang. Jika cuaca mendukung, kami optimistis target 10 hari bisa tercapai," ujar Fajar di lokasi TPS, Rabu (15/7/2026).

Kendati demikian, Fajar mengakui adanya sejumlah kendala teknis yang sempat memperlambat penanganan. Di antaranya adalah akses jalan menuju TPS yang menyempit akibat parkir kendaraan penghuni rusun serta antrean truk pengangkut di pintu masuk TPST Bantargebang yang bisa mencapai 3 hingga 4 jam.

Penanganan Dampak Lingkungan

Selain pengangkutan, Pemprov DKI turut melakukan langkah mitigasi untuk menekan dampak lingkungan. Dinas Kesehatan DKI Jakarta menerjunkan tim untuk menyemprotkan cairan eco-enzyme dan larutan klorin secara berkala di sekitar area TPS guna mereduksi bau serta membunuh lalat dan larva. Wali Kota Jakarta Utara, Diah Anggraeni, menyebutkan bahwa pihaknya juga mendistribusikan masker dan penyemprot ruang bagi warga di dua blok rusun yang paling terdampak.

"Kami tidak hanya fokus pada pengangkutan, tetapi juga perlindungan kesehatan warga. Setiap pagi dan sore dilakukan penyemprotan disinfektan dan deodorizer. Kami juga mengimbau warga untuk memilah sampah dari rumah agar volume ke TPS bisa ditekan," ujar Diah.

Pramono Anung menambahkan bahwa kejadian di Rusun Waduk Pluit menjadi evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di DKI Jakarta. Ia telah memerintahkan Inspektorat untuk mengaudit kinerja kontraktor pengangkut sampah di wilayah Jakarta Utara. Jika ditemukan kelalaian, Pemprov DKI tidak segan menerapkan sanksi pemutusan kontrak.

Respons dan Harapan Warga

Penghuni Rusun Waduk Pluit, Suryani (43), mengaku lega setelah melihat puluhan petugas dan truk dikerahkan ke lokasi. Ia berharap penanganan berjalan sesuai target agar aktivitas warga, terutama anak-anak yang sehari-hari bermain di sekitar fasilitas umum, tidak terusik.

"Sudah lima hari bau busuk tercium sampai lantai tiga. Anak saya sempat mual dan batuk. Mudah-mudahan dengan adanya alat berat dan banyak truk, masalah ini bisa benar-benar selesai, tidak terulang lagi," kata Suryani ditemui di halaman rusun.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen agar target 8 hingga 10 hari yang dicanangkan Gubernur Pramono Anung terlaksana maksimal. Laporan perkembangan penanganan akan disampaikan setiap dua hari sekali kepada publik melalui kanal resmi Pemprov DKI sebagai bentuk transparansi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User