Pramono Spill Strategi Bereskan 2 Proyek Mangkrak Puluhan Tahun di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan kiat-kiat untuk membangkitkan dua proyek raksasa yang telah menjadi “kuburan beton” di ibu kota selama lebih dari dua dekade, yakni proyek monorel d
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan kiat-kiat untuk membangkitkan dua proyek raksasa yang telah menjadi “kuburan beton” di ibu kota selama lebih dari dua dekade, yakni proyek monorel di Jalan HR Rasuna Said dan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras. Dalam sebuah forum internal pemprov, Pramono secara blak-blakan menyebut bahwa menuntaskan dua warisan masalah ini bukan sekadar perhitungan teknis dan anggaran, melainkan juga keberanian menempuh risiko yang tidak kecil.
Berdasarkan laporan Apaberita.com, pernyataan tersebut mengemuka saat Pramono membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang digelar di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/6/2026). Di hadapan para pejabat yang bertanggung jawab mengelola kontrak-kontrak proyek daerah, ia mengajak agar jajaran birokrasi tidak ragu mengambil langkah maju, meskipun di depan mata terhampar potensi hambatan hukum, sosial, maupun finansial.
Berani Mengambil Keputusan, Cerdas Mengelola Risiko
Pramono menegaskan bahwa menangani proyek mangkrak bukan sekadar menyelesaikan urusan administrasi atau menunggu kepastian hukum sempurna. Ia menggarisbawahi prinsip yang selama ini ia pegang: berani mengambil keputusan namun tetap cermat dalam mengelola risiko. Tema itu pula yang ia jadikan benang merah materi bimtek hari itu.
“Saya ingin memberikan contoh sesuai dengan judul dari tema besar kita, ‘Berani Mengambil Keputusan, Cerdas Mengelola Risiko’,” ujar Pramono, dikutip dari forum tersebut.
Menurutnya, mentalitas “wait and see” yang terlalu lama justru membuat Jakarta semakin tertinggal. Ia mengaku sudah berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk konsultan hukum dan tim keuangan daerah, untuk memetakan seluruh skenario terburuk yang mungkin terjadi. Namun, kalkulasi risiko itu, katanya, tidak boleh menjadi alasan untuk terus menunda eksekusi.
Monorel: Dari Ikon Transit Menjadi Monumen Kemacetan
Proyek monorel di koridor Rasuna Said-Kuningan mulai digagas pada awal 2000-an sebagai solusi transportasi massal. Namun, karena sengketa lahan, perubahan desain, dan tarik ulur investor, tiang-tiang beton yang dibangun justru menjadi penghalang arus lalu lintas dan simbol kegagalan perencanaan kota. Kini, di bawah kepemimpinan Pramono, Pemprov DKI menyusun langkah strategis yang tidak hanya mengandalkan suntikan modal daerah, tetapi juga mengajak kolaborasi swasta melalui skema pembiayaan kreatif.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah memanfaatkan kembali struktur eksisting untuk moda transportasi lain yang lebih ringan, sehingga nilai aset yang sudah telanjur dibangun tidak hilang begitu saja. Pramono tidak menampik bahwa opsi ini membawa risiko teknis dan hukum, namun ia menilai potensi manfaat jangka panjang bagi mobilitas warga jauh lebih besar.
RS Sumber Waras: Kesehatan Warga di Atas Segalanya
Selain monorel, Pramono juga menyoroti mega proyek RS Sumber Waras yang proses pembangunannya sempat tersendat bertahun-tahun akibat polemik perizinan dan sengketa lahan. Padahal, kebutuhan akan fasilitas kesehatan rujukan di kawasan Jakarta Barat sangat mendesak, terutama pascapandemi yang menunjukkan betapa rapuhnya kapasitas rumah sakit pemerintah.
Gubernur memastikan bahwa timnya kini telah memetakan jalur hukum yang lebih solid dan berkomunikasi intensif dengan pihak-pihak terkait. “Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, ini urusan nyawa warga,” tegasnya. Pemprov menargetkan groundbreaking tahap lanjutan bisa dilakukan dalam waktu dekat, begitu seluruh rekomendasi audit dan keputusan pengadilan final.
Dengan gaya kepemimpinan yang lugas, Pramono ingin menunjukkan bahwa era “proyek abadi” di Jakarta harus diakhiri. Ia meminta para PPK dan seluruh jajaran yang hadir di bimtek untuk menjadikan dua proyek ini sebagai uji nyata kompetensi: bukan hanya kemampuan menyerap anggaran, melainkan juga keberanian menuntaskan persoalan struktural yang sudah mengakar puluhan tahun.
Comments (0)