Tumpukan Sampah Liar Meluber ke Jalan, Ganggu Pengendara
Kabupaten Bekasi – Tumpukan sampah liar di sepanjang Jalan Pulo Timaha, Kecamatan Babelan, semakin meluas hingga meluber ke badan jalan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, t
Kabupaten Bekasi – Tumpukan sampah liar di sepanjang Jalan Pulo Timaha, Kecamatan Babelan, semakin meluas hingga meluber ke badan jalan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga menimbulkan bau menyengat dan dikhawatirkan menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar.
Berdasarkan pantauan Apaberita.com di lokasi, gunungan sampah yang sebagian besar terdiri dari limbah rumah tangga dan plastik tersebut telah menutupi hampir setengah lebar jalan di beberapa titik. Pengendara sepeda motor terpaksa berhati-hati saat melintas, sementara mobil harus bergantian menggunakan jalur yang tersisa. Sejumlah warga mengaku sudah berbulan-bulan mengeluhkan kondisi ini namun belum ada penanganan serius dari pihak berwenang.
“Setiap hari saya lewat sini, baunya makin parah. Apalagi kalau hujan, sampahnya terbawa air sampai ke depan rumah. Anak-anak juga rawan sakit,” ujar Aminah, warga Perumahan Babelan Indah yang sehari-hari melintas di Jalan Pulo Timaha, Senin (10/3).
Ancaman Kesehatan Mengintai
Tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja menjadi tempat berkembang biaknya lalat, tikus, dan serangga pembawa penyakit. Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi sebelumnya sudah memperingatkan bahwa sampah organik yang membusuk bisa memicu diare, infeksi saluran pernapasan, hingga demam berdarah jika tidak segera diangkut. Namun realitas di lapangan, ritasi pengangkutan yang tidak teratur membuat titik liar ini terus membengkak.
Sumber di lingkungan setempat menyebut, lokasi tersebut sebenarnya bukan tempat pembuangan resmi. Warga dari beberapa perumahan sekitar sengaja membuang sampah di bahu jalan karena ketiadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) terpadu. “Kami sudah mencoba melaporkan ke RT dan RW, tapi selalu dijawab akan dikoordinasikan. Sampai sekarang belum ada perubahan,” kata Budi, warga lainnya.
Pihak Apaberita.com telah berupaya mengonfirmasi persoalan ini ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, namun belum mendapatkan tanggapan. Sementara itu, Camat Babelan dalam kesempatan terpisah mengakui adanya keterbatasan armada pengangkut yang menyebabkan ritasi tidak berjalan maksimal. Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi jangka pendek, seperti pemasangan papan peringatan dan pembersihan darurat di titik rawan.
Warga berharap pemerintah kabupaten tidak hanya mengandalkan operasi tangkap tangan terhadap pembuang sampah sembarangan, tetapi juga menyediakan fasilitas pembuangan yang memadai. Tanpa langkah terpadu, tumpukan sampah di Jalan Pulo Timaha akan terus meluber dan menjadi bom waktu kesehatan masyarakat.
Comments (0)